Selain Lasik, Ada Cara...
1/2
Pandemi Covid-19 telah banyak mengubah pola hidup dan kesehatan masyarakat, tak terkecuali pada anak-anak. Pemerintah sepakat mengeluarkan kebijakan belajar daring sebagai bentuk pemutusan rantai Covid- 19 di masyarakat. Lingkup aktivitas anak-anak pun berkurang, yang tadinya belajar tatap muka dan bisa bermain di luar rumah, sekarang harus beralih penuh pada gadget untuk beraktiviitas selama pandemi ini.
Selain Lasik, Ada Cara...
2/2
Pemeriksaan mata untuk anak-anak beberapa waktu yang lalu.
Selain Lasik, Ada Cara...
Selain Lasik, Ada Cara...

Selain Lasik, Ada Cara Lain yang Lebih Efisien Hilangkan Mata Minus Bagi Anak-anak

Sabtu, 10 April 2021 - 10:55 WIB
A A A
Pandemi Covid-19 telah banyak mengubah pola hidup dan kesehatan masyarakat, tak terkecuali pada anak-anak. Pemerintah sepakat mengeluarkan kebijakan belajar daring sebagai bentuk pemutusan rantai Covid- 19 di masyarakat. Lingkup aktivitas anak-anak pun berkurang, yang tadinya belajar tatap muka dan bisa bermain di luar rumah, sekarang harus beralih penuh pada gadget untuk beraktiviitas selama pandemi ini.

Hal ini pasti akan membuat anak banyak menghabiskan waktu di depan layar (screen time). Ada penelitian yang mengemukakan bahwa, tingkat penggunaan gadget yang dilakukan anak-anak Indonesia selama pandemi Covid-19 meningkat 19,3 persen dengan rata-rata 11,6 jam per harinya.

Peningkatan jumlah screen time bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan mata. Salah satunya adalah Computer Vision Syndrome yang gejalanya berupa mata lelah, mata berair, pusing, dan pandangan kabur. Jika hal ini dibiarkan berlarut-larut anak-anak bisa mengalami kenaikan refraksi seperti mata minus dan mata silinder secara progresif.

Menurut studi yang dilakukan di Cina, selama tahun 2020, anak yang berusia 6 - 8 tahun ternyata 3x lipat lebih rentan menderita mata minus dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini tentu menunjukkan bahwa pandemi Covid--19 sangat mempengaruhi kesehatan mata anak.

Alhasil, banyak orang tua mulai peduli terhadap kesehatan mata anak. Kondisi ini menjadi tantangan bagi buah hati mereka yang sudah mengalami gangguan refraksi sejak lama dan resiko minus atau cylinder bertambah selama pandemi sangat tinggi.

Orang tua mulai mencari solusi dari mata minus yang dialami oleh anak mereka, namun mereka bingung harus kemana. Karena yang mereka tahu selain kacamata solusi dari kelainan refraksi adalah operasi atau lasik. Sedangkan, Lasik tidak direkomendasikan bagi anak-anak yang berusia di bawah 19 tahun.

Padahal, ada metode yang bisa ditempuh untuk menghambat dan menurunkan mata minus si kecil tanpa proses pembedahan, yaitu dengan terapi lensa kontak Orthokeratology (Ortho K). Terapi ini bertujuan membentuk ulang kornea mata pasien yang tadinya tidak beraturan, menjadi bulat kembali secara alami.

"Terapi Ortho K bisa menjadi solusi bagi mata minus anak-anak yang naik terus dari tahun ke tahun. Prosesnya alami, aman, dan sudah ada FDA Approved. Penggunaan lensa kontak Ortho K (Orthokeratology) sangat simple, hanya dipakai pada saat tidur di malam hari. Lalu bisa dilepas pada pagi hari dan anak-anak mendapatkan penglihatan yang terang tanpa penggunaan alat bantu seperti kacamata atau lensa kontak konvensional,” kata Andri Agus Syah, OD, FPCO, FAAO selaku Dokter Optometri sekaligus Ortho K Specialist di VIO Optical Clinic, Sabtu (10/4), Kota Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat.

Meskipun terbilang baru di kalangan masyarakat Indonesia, namun metode ini sudah dilakukan selama lebih dari satu dekade di Amerika. Orthokeratology terbukti aman dan memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dalam menurunkan dan menghambat Laju minus.

“Ada beberapa penelitian di Amerika yang menunjukkan bahwa Ortho K ini punya successful rate yang tinggi dalam memperlambat laju minus. Jadi cocok banget buat orang tua yang ingin anaknya lepas kacamata. Bahkan orang dewasa juga bisa ikut terapi ini, tapi tentu harus melakukan screening awal pemeriksaan terlebih dahulu," tandas dr. Weni Puspitasari, Sp.M selaku Spesialis Mata di VIO Optical Clinic.

Akhirnya, banyak orang tua yang menempuh metode terapi lensa kontak Orthokeratology ini sebagai solusi buat gangguan penglihatan mata anak-anak mereka. Bahkan sudah banyak anak yang bebas beraktivitas tanpa kacamata atau lensa kontak, dan lulus tes kesehatan mata untuk pendidikan profesi seperti Akmil, Akpol, Pilot, Pramugari, dan lain sebagainya.
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Ladang Lima Hadirkan...
Ladang Lima Hadirkan Solusi Cara Baru Makan Sayur, Bikin Anak Lebih Lahap
Diana Dewi: KADIN akan...
Diana Dewi: KADIN akan Berjalan Lebih Baik Walau Ada Dua Kubu yang Berseberangan
Begini Cara Kota Semarang...
Begini Cara Kota Semarang Cegah Stunting Anak
Smart Home System Berikan...
Smart Home System Berikan Kualitas Hidup yang Lebih Baik Bagi Masyarakat Modern
CERMATA Hadir Sebagai...
CERMATA Hadir Sebagai Skrining Digital Pertama yang Periksa Kesehatan Mata dan Jiwa Anak Indonesia
Pentingnya Pemeriksaan...
Pentingnya Pemeriksaan Mata Secara Rutin pada Anak
Foto Terkini
Komisi VIII DPR dan...
Komisi VIII DPR dan Menteri Agama Bahas Pengawasan Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren
7 jam yang lalu
Raker Komisi IX DPR,...
Raker Komisi IX DPR, Menkes Paparkan Ancaman Krisis Dokter di Indonesia
7 jam yang lalu
Rupiah Tembus Rp18.000,...
Rupiah Tembus Rp18.000, Ukuran Tahu di Depok Berkurang 2 Sentimeter
7 jam yang lalu
Shin Tae-yong Resmi...
Shin Tae-yong Resmi Nahkodai Persija Jakarta
7 jam yang lalu
Latihan Timnas Indonesia...
Latihan Timnas Indonesia Jelang Hadapi Mozambik
10 jam yang lalu
Raih Guinness World...
Raih Guinness World Records, Layanan Umrah Indonesia Tembus Standar Global
13 jam yang lalu
Foto Terpopuler
Waisak Buddhayana DKI,...
Waisak Buddhayana DKI, Menebar Cinta untuk Perdamaian
Pengunjung Berburu Perlengkapan...
Pengunjung Berburu Perlengkapan Outdoor di Indofest 2026
KAI Operasikan 39 Trainset...
KAI Operasikan 39 Trainset New Generation
Dari Bangkok ke Shanghai,...
Dari Bangkok ke Shanghai, KAPPI Ingatkan Dunia: Di Setiap Sudut Indonesia, Kopinya Berbeda Cerita
Jonatan Christie Gagal...
Jonatan Christie Gagal Raih Gelar Indonesia Open 2026
Jonatan Christie Melaju...
Jonatan Christie Melaju ke Final Indonesia Open 2026