Bansos Covid Masih Saja...
1/3
Sejumlah penyimpangan bantuan sosial (bansos) muncul di masyarakat. Salah satunya bahkan dipergoki langsung Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini.
Bansos Covid Masih Saja...
2/3
Menurut Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Tinggi 17 Agustus 1945, Rudyono Darsono, persoalan ini bisa selesai apabila ada ketegasan dari seorang pemimpin dalam menindak jajaran yang terbukti melakukan penyelewengan.
Bansos Covid Masih Saja...
3/3
Sejumlah Ketua RT dari RW 03 Kelurahan Kalibata memeriksa paket sembako bantuan sosial (bandos) dari Kementerian Sosial , Jakarta.
Bansos Covid Masih Saja...
Bansos Covid Masih Saja...
Bansos Covid Masih Saja...

Bansos Covid Masih Saja Ditilep, Ini Saran Rudyono Darsono

Jum'at, 30 Juli 2021 - 19:00 WIB
A A A
Sejumlah penyimpangan bantuan sosial (bansos) muncul di masyarakat. Salah satunya bahkan dipergoki langsung Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini. Menurut Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Tinggi 17 Agustus 1945, Rudyono Darsono, persoalan ini bisa selesai apabila ada ketegasan dari seorang pemimpin dalam menindak jajaran yang terbukti melakukan penyelewengan.

"Mengenai penyelewengan bansos yang marak saat ini, di sini dibutuhkan ketegasan dari seorang pemimpin untuk bisa mengatur kedisiplinan struktur di bawahnya," ujar Rudyono, Jumat (30/7), saat dihubungi wartawan.

Kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta jajarannya di kementerian, kata Rudyono diuji dalam persoalan tersebut. Terlebih dalam menghadapi pandemi yang dinilai menjadi bencana nasional, atau bahkan bencana dunia.

"Bagaimana mereka bisa menertibkan bawahannya dan menjunjung tinggi etika, menerapkan hukum dengan tegas, jelas dan perikemanusiaan. Saya percaya apabila ada kemauan yang benar-benar kuat dan pikiran yang bersih untuk bangsa dan negara, Presiden bersama jajarannya dipastikan mampu untuk bisa menangani hal tersebut karena beliau didukung oleh orang-orang yang sebenarnya handal," ujarnya.

Selain itu, kata dia penegakkan hukum, kedisiplinan dan pengawasan yang baik serta benar, menjadi kunci utama dalam penyaluran bansos. Sehingga, bansos bisa sampai ke masyarakat, utuh tanpa ada pungli apalagi korupsi dalam bentuk apa pun.

"Untuk masyarakat, sehingga mampu memperbaiki sedikit kepercayaan yang sudah begitu tipis dari masyarakat. Mungkin sedikit masukan yang saya bisa berikan untuk masyatakat dan pemerintah adalah kita harus berani untuk berbicara jujur terhadap setiap situasi dan setiap ketidakadilan yang dialami, tidak boleh ada kriminalisasi dari oknum aparat untuk mencoba menutup-nutupi koruptor atau korupsi yang terjadi, terutama dalam hal bansos ini," ungkap Rudyono.

"Karena ini merupakan hak rakyat yang sudah diberikan oleh negara, saya percaya pemerintah dan jajarannya serta penegak hukum, masih banyak yang baik dan mau menjalankan peraturannya untuk memberikan perhatian dan membenahi sistem yang sudah ada dan dijalankan dengan penuh amanah," sambungnya.

Pemerintah juga disarankan memperkuat edukasi ke masyarakat, terkait besaran atau apa saja dari setiap bansos yang diterima. Rudyono mengakui sudah ada upaya dari Menteri Sosial melalui sistem yang dibuatnya, guna meminimalisir penyimpangan bansos. Seperti mendistribusikan bansos tunai (BST) langsung ke rekening masyarakat yang berhak menerima.

"Karena kurangnya sosialisasi dan informasi untuk masyarakat kelas bawah yang menjadi target jaring pengaman sosial dari pemerintah, yang mungkin saja disengaja oleh sekelompok oknum yang diberi kewenangan untuk melampiaskan hasrat korupnya. Dan memang harus kita akui bahwa data kependudukan kita masih jauh dari yang kita harapkan," beber Rudyono.

"Di sinilah kenapa edukasi tersebut termasuk masalah sistem keuangan menjadi penting, yaitu agar setiap warga mengetahui bahwa pin ATM pada perbankan itu adalah hal yang rahasia dan bansos itu sepenuhnya merupakan milik rakyat tanpa embel-embel," lanjutnya.

Lebih lanjut, ia pun berharap agar pengaruh politik dalam penegakan hukum bisa dihilangkan. Sehingga prosesnya pun bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Adanya campur tangan politik, membuat penegakan hukum menjadi tumpul, termasuk dalam menindak penyelewengan bansos. Sehingga, hukum menjadi barang dagangan untuk kepentingan pribadi oknum aparat, dan aksi kejahatan terhadap dana atau bahan pokok bansos pun berulang kali terjadi.

Pada akhirnya, hak atas keadilan hajat hidup rakyat menjadi terabaikan, dan ujungnya mereka menjadi tidak percaya dengan peradilan di Indonesia. "Dan ingat satu hal, hukum seberat-beratnya koruptor dalam segala bentuk, pada saat rakyat dan negara sedang susah," tandas Rudyono.
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Hari Ini Kasus Covid-19...
Hari Ini Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Masih yang Tertinggi
Ini Tampang 3 Koruptor...
Ini Tampang 3 Koruptor Bansos Beras yang Ditahan KPK
Sidang Korupsi Bansos...
Sidang Korupsi Bansos Covid-19 Juliari Batubara
Pembobol Bansos Covid-19...
Pembobol Bansos Covid-19 Amerika Resmi Ditahan
El Salvador Masih Dihantui...
El Salvador Masih Dihantui COVID-19
Terbukti Korupsi Bansos...
Terbukti Korupsi Bansos Covid-19, Juliari Divonis 12 Tahun Penjara
Foto Terkini
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
11 jam yang lalu
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
11 jam yang lalu
Skuad Garuda Jalani...
Skuad Garuda Jalani Latihan Resmi Jelang Laga Kontra Oman di GBK
16 jam yang lalu
ASRIM Dorong Langkah...
ASRIM Dorong Langkah Berkelanjutan Jaga Ketahanan Industri Minuman Kemasan
16 jam yang lalu
Inovasi Tarif Pengiriman...
Inovasi Tarif Pengiriman Paket Ringan Dukung UMKM dan Belanja Daring
16 jam yang lalu
McDonald’s Indonesia...
McDonald’s Indonesia Luncurkan FIFA Goes to McD Jelang World Cup 2026
20 jam yang lalu
Foto Terpopuler
Begini Tampang Lesu...
Begini Tampang Lesu Eks Kepala BGN Diborgol dan Pakai Baju Tahanan Kejagung
Nadiem Makarim Bacakan...
Nadiem Makarim Bacakan Pleidoi atas Tuntutan 18 Tahun Penjara di Kasus Chromebook
Wamen Imipas Silmy Karim...
Wamen Imipas Silmy Karim Menyerahkan Diri ke KPK
Momen Nadiem Kenakan...
Momen Nadiem Kenakan Jaket Ojol Jelang Sidang Pleidoi
SPTO Bagikan Dividen...
SPTO Bagikan Dividen Rp189 Miliar dari Laba 2025
Inflasi Mei 2026 Naik...
Inflasi Mei 2026 Naik 0,28 Persen, Cabai Merah Jadi Pemicu Utama