Mengintip Pembuatan...
1/5
Kapal Pinisi seringkali dijumpai menjelajah Taman Nasional (TN) Komodo dan Raja Ampat. Desain tradisional dengan lantai kayu yang apik, interiornya terlihat modern elegan dan berkelas. Kapal Pinisi seolah menjadi kapal dambaan hampir setiap orang untuk menjajal pengalaman mengarungi laut yang tak terlupakan.
Mengintip Pembuatan...
2/5
Lebih dari sekedar belayar di 2 tempat wisata itu, Kapal Pinisi sudah melegenda. Sejak abad 15 lalu, kapal yang berasal dari suku Bugis dan suku Makassar sudah digunakan oleh masyarakat Indonesia. Ketangguhan kapal ini tak perlu dipertanyakan lagi.
Mengintip Pembuatan...
3/5
Kapal layar Pinisi diketahui pernah menaklukkan lima benua. Keganasan Samudera Pasifik, Vancouver di Kanada, Australia, Madagaskar hingga Jepang telah ditaklukkan oleh Kapal Pinisi. Kapal Pinisi lahir di daerah Bulukumba, Sulawesi Selatan. Salah satu tempat pembuatan kapal fenomenal ini ada di Tanjung Bira.
Mengintip Pembuatan...
4/5
Kapal bersejarah ini menggunakan bahan baku kayu jenis Bitti yang dipadukan dengan kayu Ulin. Kapal dengan tinggi 2,5 meter dan panjang 15 meter ini mempunyai dua tiang layar utama dengan tujuh buah layar. Tiga layar dipasang di ujung depan, dua layar di bagian depan, dan dua layar lagi dipasang di bagian belakang perahu.
Mengintip Pembuatan...
5/5
Pembuatan sebuah perahu Pinisi memakan waktu tiga hingga enam bulan. Namun terkadang lebih lama, tergantung dari kesiapan bahan dan musim dan ukuran kapal. Biasanya untuk satu kapal Pinisi dikerjakan sekitar 5-10 orang.
Mengintip Pembuatan...
Mengintip Pembuatan...
Mengintip Pembuatan...
Mengintip Pembuatan...
Mengintip Pembuatan...

Mengintip Pembuatan Kapal Legenda Pinisi di Tanjung Bira

Kamis, 02 September 2021 - 12:41 WIB
A A A
Kapal Pinisi seringkali dijumpai menjelajah Taman Nasional (TN) Komodo dan Raja Ampat. Desain tradisional dengan lantai kayu yang apik, interiornya terlihat modern elegan dan berkelas. Kapal Pinisi seolah menjadi kapal dambaan hampir setiap orang untuk menjajal pengalaman mengarungi laut yang tak terlupakan.

Lebih dari sekedar belayar di 2 tempat wisata itu, Kapal Pinisi sudah melegenda. Sejak abad 15 lalu, kapal yang berasal dari suku Bugis dan suku Makassar sudah digunakan oleh masyarakat Indonesia. Ketangguhan kapal ini tak perlu dipertanyakan lagi.

Kapal layar Pinisi diketahui pernah menaklukkan lima benua. Keganasan Samudera Pasifik, Vancouver di Kanada, Australia, Madagaskar hingga Jepang telah ditaklukkan oleh Kapal Pinisi. Kapal Pinisi lahir di

daerah Bulukumba, Sulawesi Selatan. Salah satu tempat pembuatan kapal fenomenal ini ada di Tanjung Bira.

Kapal bersejarah ini menggunakan bahan baku kayu jenis Bitti yang dipadukan dengan kayu Ulin. Kapal dengan tinggi 2,5 meter dan panjang 15 meter ini mempunyai dua tiang layar utama dengan tujuh buah layar. Tiga layar dipasang di ujung depan, dua layar di bagian depan, dan dua

layar lagi dipasang di bagian belakang perahu.

Pembuatan sebuah perahu Pinisi memakan waktu tiga hingga enam bulan. Namun terkadang lebih lama, tergantung dari kesiapan bahan dan musim dan ukuran kapal. Biasanya untuk satu kapal Pinisi dikerjakan sekitar 5-10 orang. Masyarakat sekitar percaya jika perahu satu ini dikerjakan secara beramai-ramai atau banyak orang, akan mempengaruhi atau mengurangi nilai seni dari perahu itu.

Setiap detailnya dikerjakan secara teliti untuk menghasilkan kapal yang tahan lama digunakan berlayar. Tak heran, Perahu Pinisi berukuran besar dengan tenaga mesin diesel dijual dengan harga yang fantastis,

bisa mencapai Rp2 miliar. Nantinya, pembeli bisa menentukan model perahu beserta interior di dalamnya.
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Melihat Pembuatan Kapal...
Melihat Pembuatan Kapal Pinisi di Tana Beru
Mengintip Usaha Pembuatan...
Mengintip Usaha Pembuatan Maket Properti
Mengintip Megahnya JPO...
Mengintip Megahnya JPO Pinisi Saat Malam Hari
Mengintip Usaha pembuatan...
Mengintip Usaha pembuatan Tempe Rumahan di Cililitan
Mengintip Pembuatan...
Mengintip Pembuatan Batik Khas Depok di Sentra Tradjumas
Melihat Pembuatan Kapal...
Melihat Pembuatan Kapal Nelayan di Pulau Tanda
Foto Terkini
Lima Pejabat Tinggi...
Lima Pejabat Tinggi Madya Kejaksaan Agung Dilantik Jaksa Agung ST Burhanuddin
6 jam yang lalu
APMI Bersama BPDP Hadirkan...
APMI Bersama BPDP Hadirkan STORY 2026 Ekspedisi Aceh, Dorong Generasi Muda Bersuara untuk Sawit Baik Indonesia
7 jam yang lalu
Kolaborasi Kemenekraf,...
Kolaborasi Kemenekraf, Google, dan YouTube Buka Peluang Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Lewat AI
12 jam yang lalu
Presiden Prabowo Subianto...
Presiden Prabowo Subianto Hadiri Peringatan Harlah ke-28 PKB
13 jam yang lalu
Injtima Ulama Hadirkan...
Injtima Ulama Hadirkan Ratusan Ulama Khusus dari Berbagai Wilayah
13 jam yang lalu
Sambut Kepala BGN Baru,...
Sambut Kepala BGN Baru, Korwil Nabire Optimistis MBG Maju di 3T
21 jam yang lalu
Foto Terpopuler
Evaluasi Program MBG,...
Evaluasi Program MBG, BGN Ganti Lima Pejabat
Potret Kebersamaan Satgas...
Potret Kebersamaan Satgas TMMD Bersama Warga Desa Watuduwur
KPK Tahan Bupati Lombok...
KPK Tahan Bupati Lombok Barat Terkait Dugaan Suap dan Gratifikasi
KPK Sita Uang Tunai...
KPK Sita Uang Tunai Rp9,06 Miliar dalam OTT Bupati Lombok Barat
Safrizal ZA: Gerakan...
Safrizal ZA: Gerakan Indonesia ASRI Harus Menjadi Budaya, Dimulai dari Aksi Nyata Menjaga Lingkungan
PPLI dan DESI Perkuat...
PPLI dan DESI Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan