Air Bersih dan Sanitasi...
1/2
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) dan Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) berkolaborasi menggelar Learning Event : Program Air dan Sanitasi yang Inklusif untuk Resiliensi yang bertujuan untuk meningkatkan praktik pembangunan air dan sanitasi yang lebih inklusif bagi semua kalangan dimana ajang pembelajaran bersama ini telah dimulai pada Selasa (7/12) hingga Rabu (8/12).
Air Bersih dan Sanitasi...
2/2
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) dan Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) berkolaborasi menggelar Learning Event : Program Air dan Sanitasi yang Inklusif untuk Resiliensi yang bertujuan untuk meningkatkan praktik pembangunan air dan sanitasi yang lebih inklusif bagi semua kalangan dimana ajang pembelajaran bersama ini telah dimulai pada Selasa (7/12) hingga Rabu (8/12).
Air Bersih dan Sanitasi...
Air Bersih dan Sanitasi...

Air Bersih dan Sanitasi Inklusif untuk Ketangguhan

Kamis, 09 Desember 2021 - 14:45 WIB
A A A
Jakarta - Air dan sanitasi merupakan hak dasar manusia, namun masih ada 62 juta orang di pedesaan yang belum mendapatkan akses layak ke fasilitas sanitasi. Hingga kini bahkan ada 34 juta di antaranya masih mempraktikan Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Angka tersebut menunjukkan bahwa target Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 2030 untuk akses sanitasi dan air minum yang layak untuk semua masih dalam perjalanan panjang.

Akses air bersih dan sanitasi yang mumpuni disetiap wilayah di Indonesia sudah darurat. Atas dasar itu Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) dan Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) berkolaborasi menggelar ‘Learning Event : Program Air dan Sanitasi yang Inklusif untuk Resiliensi’ yang bertujuan untuk meningkatkan praktik pembangunan air dan sanitasi yang lebih inklusif bagi semua kalangan dimana ajang pembelajaran bersama ini telah dimulai pada Selasa (7/12) hingga Rabu (8/12).

Adapun para pembicara yang turut hadir diantaranya adalah drg. R. Vensya Sitohang, M. Epid, Direktur Kesehatan Lingkungan, Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI yang menjelaskan bahwa kebijakan harus mendukung pencapaian akses sanitasi yang universal.

“Arah kebijakan dan strategi saat ini adalah meningkatkan pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta yang melibatkan semua golongan termasuk penyandang disabilitas dalam STBM. Menurut penelusuran kami, komitmen yang kuat dari pimpinan daerah menjadi prasyarat percepatan ODF (Open Defecation Free). Komitmen pimpinan daerah ini sangat mempengaruhi terhadap implementasi di lapangan,“ ungkap Vensya.

Selain itu, Vensya juga menekankan perlunya menggerakkan dukungan pembiayaan pemerintah daerah, peran swasta dan alternatif pemanfaatan biaya sumber hibah, zakat dan ataupun kredit mikro ringan terhadap air dan sanitasi yg dikawal dengan ketat sesuai peraturan. Hal ini dilakukan dalam peningkatan supply dan kualitas sarana sanitasi menuju aman dan berkelanjutan.

Selanjutnya perlu dikembangkan dan mendukung alternatif solusi melalui inovasi teknologi tepat guna sesuai lokal spesifik yang telah terstandar untuk diimplementasikan dan replikasi. Monitoring pendampingan yang kuat untuk mengklaim keberhasilan dan percepatan penyelesaian solusi masalah di lapangan yang cepat dan tepat perlu dilakukan secara kontinyu oleh seluruh pemangku kepentingan pembangunan air minum dan sanitasi mulai dari kader, natural leader, kepala desa/lurah, sanitarian dan tingkatan jajaran pemangku kepentingan lainnya.

Sejak pandemi covid-19 di awal 2020, masyarakat Indonesia menghadapi hambatan dari berbagai segi kehidupan tidak terkecuali anak-anak, kaum muda terutama perempuan dan orang dengan disabilitas. Pandemi covid-19 telah menunjukkan pentingnya sanitasi, kebersihan dan akses yang memadai ke air bersih untuk mencegah dan mengendalikan penyakit.

Serafina Bete, Ketua PERSANI NTT, menyampaikan bahwa dalam meningkatkan akses sanitasi layak pada kelompok disabilitas perlu dukungan dari semua lapisan masyarakat.

“Anak-anak, kaum muda dan perempuan dengan disabilitas sering menghadapi hambatan dalam mengakses pembangunan termasuk sanitasi. Di situasi pandemi covid-19, akses dan mengubah perilaku higiene sanitasi sangat penting. Menyediakan sarana sanitasi yang bisa diakses dan menjangkau serta melibatkan semua kelompok tanpa terkecuali menjadi penting, termasuk penyandang disabilitas,” jelas Fina.

Laisa Wahanudin, Koordinator Sanitasi Kementerian PPN-Bappenas, menjelaskan bahwa partisipasi kelompok masyarakat termasuk kaum penyandang disabilitas sebagai pengambil keputusan sangat penting.

“Saat ini, organisasi masyarakat sipil seperti PKK dan Orrganisasi disabilitas sudah dirangkul oleh Pokja AMPL (Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan) sebagai mitra kunci dalam meningkatkan pelayanan air dan sanitasi,” ujar Wahanudin.

Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Yayasan Plan International Indonesia berpendapat bahwa berbagi akses air bersih adalah dasar pemenuhan hak asasi manusia, terutama anak.

“Dengan memenuhi akses dan kebutuhan air bersih dan sanitasi yang layak dan inklusif, kami percaya anak-anak, baik perempuan dan laki-laki maka risiko kekerasan dan kesehatan pada anak pun berkurang. Ketika kebutuhan dasar telah terpenuhi mereka dapat bertumbuh kembang dengan baik dan menggapai mimpinya,” jelas Dini.

Selama kurang lebih 20 tahun terakhir, Plan Indonesia telah bekerja sama dengan pemerintah dalam berbagai upaya peningkatan akses dan perilaku sanitasi dengan pendekatan inovatif yang sudah diadopsi di dalam maupun di luar negeri.

Dalam beberapa tahun belakangan ini, melalui berbagai bencana alam dan pandemik covid-19, implementasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat yang berkesetaraan gender dan inklusif (STBM-GESI) di daerah intervensi plan menunjukkan banyak praktik baik yang telah mendukung ketangguhan masyarakat untuk tetap hidup sehat. Contohnya, dengan inovasi masker transparan untuk kelompok penyandang disabilitas, penambahan fasilitas ramah disabilitas, dan pencegahan penularan covid-19 melalui pengolahan limbah infeksius skala rumah tangga.
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Diskusi Sanitasi dan...
Diskusi Sanitasi dan Air Bersih Faktor Kunci Cegah Stunting
Tingkatkan Kesehatan...
Tingkatkan Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat, Manulife Indonesia Bangun Sarana Air Bersih dan Sanitasi di Bogor
Bantuan Air Bersih untuk...
Bantuan Air Bersih untuk Warga Kalideres dan Cengkareng
Edukasi Pelestarian...
Edukasi Pelestarian Air Bersih dan Lingkungan untuk Siswa Sekolah
Mencari Air Bersih Saat...
Mencari Air Bersih Saat Kemarau
Indonesia Terancam Krisis...
Indonesia Terancam Krisis Air Bersih
Foto Terkini
Jonatan Christie Gagal...
Jonatan Christie Gagal Raih Gelar Indonesia Open 2026
15 jam yang lalu
BCA Syariah Rayakan...
BCA Syariah Rayakan Sahabat Berkahmu, Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah
18 jam yang lalu
Satu Dekade Membangun...
Satu Dekade Membangun Literasi Keuangan Berbasis Emas di Indonesia
23 jam yang lalu
Tehillim Concert Antarkan...
Tehillim Concert Antarkan Liliana Tanoesoedibjo Raih Penghargaan MURI Kartini
1 hari yang lalu
Jonatan Christie Melaju...
Jonatan Christie Melaju ke Final Indonesia Open 2026
1 hari yang lalu
Waisak Buddhayana DKI,...
Waisak Buddhayana DKI, Menebar Cinta untuk Perdamaian
1 hari yang lalu
Foto Terpopuler
Penyidik KPK Geledah...
Penyidik KPK Geledah Kediaman Silmy Karim Terkait Pengembangan Perkara
Berbagi Kepedulian dan...
Berbagi Kepedulian dan Semangat Sehat di Hari Lansia Nasional
Aksi Perenang Bersaing...
Aksi Perenang Bersaing di Opening Indonesia Short Course Emerging Series 2026
Waisak Buddhayana DKI,...
Waisak Buddhayana DKI, Menebar Cinta untuk Perdamaian
Pengunjung Berburu Perlengkapan...
Pengunjung Berburu Perlengkapan Outdoor di Indofest 2026
Hutan Petrofin Tumbuh...
Hutan Petrofin Tumbuh di 23 Kota, Elnusa Petrofin Perkuat Jejak Hijau Jalur Distribusi Energi