Amandemen Konstitusi...
1/2
Aktivis yang juga penggagas Fraksi Rakyat di parlemen, Yudi Syamhudi Suyuti, Kamis (7/4),
Amandemen Konstitusi...
2/2
Aktivis yang juga penggagas Fraksi Rakyat di parlemen, Yudi Syamhudi Suyuti, Kamis (7/4),
Amandemen Konstitusi...
Amandemen Konstitusi...

Amandemen Konstitusi Non Perpanjangan atau 3 Periode Presiden Dimungkinkan

Kamis, 07 April 2022 - 09:30 WIB
A A A
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para menteri tak lagi berbicara tentang penundaan pemilu atau perpanjangan masa jabatan presiden. Sebab, kondisi negara sedang menghadapi banyak persoalan akibat pengaruh global yang harus menjadi prioritas untuk diperhatikan. Sikap Jokowi ini diapresiasi.

"Presiden Jokowi pada Rabu, 6 April 2022 telah menyampaikan pernyataan di depan para pembantunya dengan sifat kenegarawanannya untuk tidak lagi bicara tentang masalah perpanjangan dan tiga periode masa jabatan presiden. Pernyataan Jokowi sebagai presiden ini patut diapresiasi," kata aktivis yang juga penggagas Fraksi Rakyat di parlemen, Yudi Syamhudi Suyuti, Kamis (7/4), dalam keterangannya.

Yudi juga menyoroti pernyataan Jokowi tentang persoalan mendasar terkait situasi di tingkat lokal, nasional dan global yang sedang dalam situasi yang penuh ketidakkepastian, yang jadi alasan mantan Wali Kota Solo memerintahkan jajarannya menyetop wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden.

"Tentu ketidakpastian ini berpotensi memicu terjadinya krisis di tingkat lokal, nasional dan global. Untuk itu kita perlu merespons pernyataan Jokowi sebagai pemimpin lembaga eksekutif, bahwa saatnya kita perlu menguatkan konsolidasi rakyat dan negara, dalam konteks pendekatan parlementariat," ujarnya.

"Dimana untuk memperkuat tersebut, diperlukan masuknya Fraksi Rakyat dalam parlemen bersamaan dengan penguatan peran Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan dibuatnya PPHN (Pokok-Pokok Haluan Negara) melalui amandemen konstitusi non-perpanjangan kekuasaan atau tiga periode presiden. Termasuk juga dalam hal Penundaan Pemilu 2024," ungkap Yudi.

Amandemen konstitusi, kata dia harus benar-benar ditujukan untuk membangun internal struktural power atau kekuatan struktural nasional, dari rakyat dan negara.

Sekaligus untuk mencapai posisi external positioning power ataukah kekuatan posisioning nasional di tengah-tengah kepentingan global.

Yudi memandang, masih banyak persoalan dan tantangan yang harus dijawab untuk menyiapkan berbagai resolusi nasional yang tidak mungkin diselesaikan dengan pergantian kekuasaan melalui Pemilu 2024 saja. Dimana rakyat hanya mempercayakan pada partai-partai politik dan para calon presiden sebagai jaminan tantangan jaman, baik yang menyangkut masalah ekonomi, politik, sosial, pertahanan, keamanan dan masalah internasional maupun global.

"Oleh karena itu, amandemen konstitusi non-perpanjangan kekuasaan presiden tiga periode dan penundaan Pemilu 2024 tetap dibutuhkan. Hal ini untuk memulai mengevaluasi politik rakyat dan negara sebelum diadakannya Pemilu 2024," ungkap Yudi.

"Sehingga kita sebagai bangsa benar-benar siap dan kuat untuk membawa rakyat dan negara berhasil melewati ancaman turbulensi yang gelombangnya begitu besar," imbuhnya.

Prinsip-prinsip antisipatif dan adaptif dengan kondisi perubahan ini, menurutnya harus dipersiapkan mulai saat ini, dengan mempraktekkan manifesto politik Indonesia, pembukaan UUD 45. Dengan melakukan perubahan konstitusi untuk mengembalikan tujuan dibentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dan ikut menjaga ketertiban dunia, setidaknya demi kepentingan nasional. Tentunya, lanjut Yudi diperlukan penguatan prinsip kedaulatan rakyat, keadilan sosial yang terlembagakan secara lebih inklusif dan demokratis dengan melibatkan partisipasi rakyat dalam keputusan-keputusan negara.

Hal ini, kata dia membuat diperlukannya Fraksi Rakyat yang berwujud Badan Partisipasi Warga sebagai badan alternatif pengganti fraksi utusan golongan yang lebih demokratis dan inklusif.

"Oleh karena itu, sudah saatnya gerakan-gerakan massa rakyat ekstra parlementer yang awalnya menuntut penolakan penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan jabatan presiden 3 periode, diarahkan mendorong masuknya Fraksi Rakyat di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)," tandas Yudi.

"Setelah Jokowi memerintahkan para pembantunya tidak lagi berbicara soal tiga periode dan penundaan pemilu, tentu masalah presidential treshold 20 persen juga menjadi ancaman bagi demokrasi dan keadilan sosial bagi kepentingan rakyat dan negara. Di sinilah kita perlu mendesak perubahan konstitusi untuk benar-benar terwujudnya prinsip-prinsip yang memperkuat kepentingan rakyat dan demokrasi melalui Fraksi Rakyat sekaligus disusunnya kembali konstitusi negara sesuai pembukaan UUD '45," imbuhnya.
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Tolak Presiden 3 Periode...
Tolak Presiden 3 Periode dan Kenaikan Harga BBM, Ribuan Mahasiswa Geruduk Gedung DPR
Ribuan Mahasiswa Se-Sumsel...
Ribuan Mahasiswa Se-Sumsel Gelar Aksi Tolak Presiden Tiga Periode
KNPI Selaras dengan...
KNPI Selaras dengan Presiden Joko Widodo Menolak Wacana Tiga Periode
Penentuan Pemenang Program...
Penentuan Pemenang Program Bagi-bagi Rejeki MNC Life Periode 3
Beda dengan APDESI yang...
Beda dengan APDESI yang Dukung Jokowi 3 Periode, Petani Sumenep Lebih Setuju Pemilu Ditunda
Penundaan Pemilu dan...
Penundaan Pemilu dan 3 Periode Sudah Selesai, Tapi Persoalan Rakyat dan Negara Belum Selesai
Foto Terkini
Suasana SPBU di Jakarta...
Suasana SPBU di Jakarta Usai Harga Pertamax Meroket menjadi Rp16.250 Per Liter
17 jam yang lalu
Diskon Hingga 50 Persen...
Diskon Hingga 50 Persen dan Hadiah Langsung! United Bike dan United E-Motor Meriahkan Jakarta Fair 2026
17 jam yang lalu
Suasana Pom Bensin Usai...
Suasana Pom Bensin Usai Kenaikan Harga Pertamax Nyaris Rp4.000 per Liter
18 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Warga Beralih ke Pertalite
18 jam yang lalu
SwipeRx Sukses Gelar...
SwipeRx Sukses Gelar IPEC 2026 ke-IV, Satukan Lebih dari 1.500 Apoteker dalam Ajang Farmasi Terbesar di Indonesia
19 jam yang lalu
Allianz Indonesia Perkuat...
Allianz Indonesia Perkuat Komitmen Waste Management Lewat Program Upscaling Eco Enzyme 2026
19 jam yang lalu
Foto Terpopuler
Raih Guinness World...
Raih Guinness World Records, Layanan Umrah Indonesia Tembus Standar Global
Rupiah Tembus Rp18.000,...
Rupiah Tembus Rp18.000, Ukuran Tahu di Depok Berkurang 2 Sentimeter
Komisi VIII DPR dan...
Komisi VIII DPR dan Menteri Agama Bahas Pengawasan Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren
Raker Komisi IX DPR,...
Raker Komisi IX DPR, Menkes Paparkan Ancaman Krisis Dokter di Indonesia
Latihan Timnas Indonesia...
Latihan Timnas Indonesia Jelang Hadapi Mozambik
Indonesia Taklukkan...
Indonesia Taklukkan Mozambik Lewat Gol Tunggal Ole Romeny