Suharso Disebut Mampu...
1/2
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah), Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (kiri), Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa saat deklarasi Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) di Jakarta. Sabtu, (4/6/2022).
Suharso Disebut Mampu...
2/2
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa terus bergerak. PPP bertekad memperkuat kebersamaan demi persatuan bangsa.
Suharso Disebut Mampu...
Suharso Disebut Mampu...

Suharso Disebut Mampu Pimpin PPP Semakin Kuat

Minggu, 05 Juni 2022 - 18:38 WIB
A A A
Jakarta- Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa terus bergerak. PPP bertekad memperkuat kebersamaan demi persatuan bangsa.

Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, menilai PPP di bawah kepemimpinan Soeharso, makin progresif, bergerak masuk panggung-panggung politik, termasuk masuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

"Hal itu langkah cerdas untuk bisa memperkuat PPP bersama-sama partai lain," kata Ujang kepada media ini, Minggu (5/6/2022).

Ditambahkan Ujang, KIB merupakan koalisi apik yang bisa menggabungkan kekuatan partai nasionalis (Golkar) dengan Partai Islam modern (PAN) dan Partai Islam berbasis massa Islam tradisional (PPP). Namun, ditegaskannya, tantangannya jangan sampai mereka cerai di tengah jalan.

"Paling tidak Soeharso harus mampu membawa PPP masuk Senayan lagi. Apalgi, 19 kursi di DPR saat ini sangat rawan," tambahnya.

Sebelumnya, Suharso Monoarfa bersama Ketua Umum Partai Golongan Karya Airlangga Hartarto, dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan menggelar Silaturrahmi Nasional Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) di Hutan Kota Plataran, Sabtu (4/6/2022)

Silaturrahmi tersebut dalam rangka penandatanganan kesepakatan bersama antara ketiga partai.

Dalam pidatonya, Ketum Suharso menjelaskan prinsip-prinsip yang ingin dibangun dalam Koalisi Indonesia Bersatu.

Menurutnya, KIB yang dibangun harus mampu merespon kecerdasan rakyar dalam berdemokrasi. KIB juga hadir dengan optimisme agar kecerdasan rakyat berdemokrasi menjadi kecerdasan kolektif yang terus terasah dan efektif membangun peradaban demokrasi yang menyejahterakan dan berkeadilan.

Adapun prinsip-prinsip dasar yang Ketum jelaskan adalah sebagai berikut. Pertama, KIB menginginkan hubungan pemilih dengan partai politik bukan hubungan emosional dan personal, melainkan hubungan yang rasional dan impersonal. Di samping itu, KIB juga menekankan aspek kepribadian dan “ikatan pribadi”.

“Koalisi kita harus sepenuhnya menyadari itu. Kita tidak lagi bisa mengikat simpati, dukungan dan loyalitas hanya dengan ikatan emosional dan personal. Koalisi ini harus mencerdaskan kita semua dalam berdemokrasi,” ungkap Suharso.

Kedua, dia mengatakan bahwa populisme tidak lagi menjadi satu-satunya penentu keterpilihan pemimpin.

“Hari ini dan ke depan, calon pemimpin dituntut untuk memiliki gagasan-gagasan besar, rencana-rencana kerja yang konkrit dan terukur, sebagai wujud konkrit kecerdasan kolektif berdemokrasi,” ujarnya.

“Pemimpin dituntut untuk punya kemampuan teknokratis, memahami masalah dan menemukan solusinya, diikuti langkah optimis mulai dari tahapan perencanaan hingga eksekusi ke evaluasi,” pungkasnya.
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Manulife Gelar Fun Walk...
Manulife Gelar Fun Walk 'Semakin Hari Semakin Baik'
Ratusan Peserta Meriahkan...
Ratusan Peserta Meriahkan Fun Walk Melangkah untuk Semakin Hari Semakin Baik
PPP Silaturahmi ke Syarikat...
PPP Silaturahmi ke Syarikat Islam
DPR Sahkan Revisi UU...
DPR Sahkan Revisi UU PPP
PPP Daftarkan Bacaleg...
PPP Daftarkan Bacaleg ke KPU
Soal Pernyataan Sandiaga...
Soal Pernyataan Sandiaga Uno, Waketum PPP Sebut PPP Masih Fokus Kawal Pemenangan Pemilu
Foto Terkini
Wamen Imipas Silmy Karim...
Wamen Imipas Silmy Karim Menyerahkan Diri ke KPK
5 jam yang lalu
Begini Tampang Lesu...
Begini Tampang Lesu Eks Kepala BGN Diborgol dan Pakai Baju Tahanan Kejagung
17 jam yang lalu
Maliq & D’Essentials...
Maliq & D’Essentials Kolaborasi dengan Jakarta Movin Hadirkan Musikal Senja Teduh Pelita
17 jam yang lalu
International Industrial...
International Industrial Week Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Dorong Daya Saing Industri Melalui Inovasi dan Kemitraan Strategis
18 jam yang lalu
Waskita Karya Kebut...
Waskita Karya Kebut Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B Progres Tembus 93,07 Persen
18 jam yang lalu
RANC Bukukan Pendapatan...
RANC Bukukan Pendapatan Rp2,91 Triliun, Kinerja Operasional Menguat
18 jam yang lalu
Foto Terpopuler
Mantan Menhan Ryamizard...
Mantan Menhan Ryamizard Ryacudu Tutup Usia, Dimakamkan di TMP Kalibata
Perbaikan Jalan Ambles...
Perbaikan Jalan Ambles di Lenteng Agung Dikebut, Alat Berat Diturunkan
Polda Jateng Gandeng...
Polda Jateng Gandeng FBI Bongkar Sindikat Penipuan Kripto Lintas Negara Beromzet Rp41,1 Miliar
Dirut KAI Tinjau Pengembangan...
Dirut KAI Tinjau Pengembangan Stasiun Bogor, Siapkan Operasional 12 Kereta Bogor Line
Nadiem Makarim Bacakan...
Nadiem Makarim Bacakan Pleidoi atas Tuntutan 18 Tahun Penjara di Kasus Chromebook
Momen Nadiem Kenakan...
Momen Nadiem Kenakan Jaket Ojol Jelang Sidang Pleidoi