Tulus Minta Maaf, Suharso...
1/2
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa
Tulus Minta Maaf, Suharso...
2/2
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa
Tulus Minta Maaf, Suharso...
Tulus Minta Maaf, Suharso...

Tulus Minta Maaf, Suharso Layak Jadi Pedoman Bagi Insan PPP

Senin, 22 Agustus 2022 - 10:30 WIB
A A A
Jakarta- Sikap kepemimpinan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Hal tersebut setelah Suharso berani menyampaikan meminta maaf usai video yang berisi dirinya sedang pidatonya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beredar di media sosial, Jumat (19/8/2022).

Permintaan maaf tersebut disampaikannya secara terbuka setelah menghadiri acara Sekolah Politik yang digelar selama dua hari bagi kader PPP di Bogor.

Hanya saja Suharso menyesalkan adanya pihak tertentu yang dengan sengaja mencuplik sepotong dari sambutannya pada acara Politik Identitas Cerdas Berintegritas yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin (15/8/2022). Cuplikan yang sepotong tersebut kemudian menjadi di luar konteks dan membentuk opini negatif.

Ditegaskannya, sambutannya tidaklah berdiri sendiri dan merespon atas apa yang disampaikan Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron. Kemudian Suharso juga berusaha menyambungkan dengan apa yang telah dipresentasikan Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat Wawan Wardhiana.

Diterangkan Suharso, Ghufron menekankan bahwa dengan mengikuti acara Politik Cerdas Berintegritas, diharapkan peserta menetapkan dirinya agar jangan terbawa ikut-ikutan mengandalkan “keuangan yang maha kuasa” dan meninggalkan “Ketuhanan yang Maha Esa”. Terlebih Partai Persatuan Pembangunan yang berazaskan Islam.

Sedangkan Wawan mengingatkan dengan sebuah idiom “bukan membenarkan hal yang biasa, melainkan membiasakan hal yang benar”.

"Ini konsekuensi politik. Seharusnya itu kan jadi konsumsi internal dan tidak tersebar ke publik. Tapi kita harus apreasiasi karena meminta maaf sesungguhnya tidak mudah untuk seorang pemimpin. Apalagi ini memperlihatkan bagian dari tanggungjawab seseorang atas kesalahannya. Mengakui kesalahan kemudian minta maaf merupakan tanda permintaan maaf dan sikap pemimpin yang tulus," kata pengamat politik dari Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin dalam keterangan resminya.

"Jika kita perhatikan, caranya terlihat menyesal karena tidak sesuai dengan apa yang menjadi tujuannya atau niatnya tidak seperti itu.

Mimik, bahasa tubuh, dan intonasi kata-katanya menunjukkan penyesalan atau ekspresi yang penuh ketulusan dalam permintaan maaf," sambungnya.

Lebih jauh, sikap tersebut tentunya menunjukkan adanya integritas seorang pemimpin yang berguna dalam organisasi agar semakin berkembang dan kompetitif. Sehingga, pemimpin yang berjiwa demikian sesungguhnya menjadi panutan bagi anggota organisasinya.

Ketika seorang pemimpin berani meminta maaf, maka dia akan meningkatkan kepercayaan serta respect orang lain terhadapnya. Selain itu, seorang pemimpin yang mempraktekkan kejujuran juga akan memberi pedoman yang baik kepada anggota timnya/partainya untuk menciptakan sebuah culture yang baik.

Apalagi ada makna besar di balik tindakan ini. Permintaan maaf bukan hanya kebaikan sosial, namun sesuatu yang dilakukan untuk bersikap sopan, menunjukkan rasa hormat dan empati kepada orang lain.

"Permintaan maaf juga punya nilai besar karena ada doa yang disampaikan untuk sama-sama mendapatkan kebaikan.

Pemimpin yang seperti ini sesungguhnya dapat menjadi teladan dan memberikan pengaruh positif bagi anggotanya atau kadernya," tambahnya.

"Kuncinya memang harus solid, sama-sama menjaga marwah partai, dan terus memperjuangkan aspirasi rakyat. Sehingga hal seperti ini tidak membesar dan mendapatkan tanggapan negatif serta bisa dipahami tujuan sebenarnya," pungkasnya.
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Bebas dari Rehabilitasi,...
Bebas dari Rehabilitasi, Onad Menangis Minta Maaf
Konsumsi Narkoba, Komika...
Konsumsi Narkoba, Komika Coki Pardede Minta Maaf
Ucapannya Diduga Hina...
Ucapannya Diduga Hina Jokowi, Rocky Gerung Minta Maaf
PBNU Minta Maaf Terkait...
PBNU Minta Maaf Terkait 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel
Minta Maaf pada Adam...
Minta Maaf pada Adam Deni, Jerinx SID Tidak Ditahan
Rebbeca Klopper Tertunduk...
Rebbeca Klopper Tertunduk Saat Minta Maaf Soal Video Syur
Foto Terkini
Rapat Pleno KPU Tetapkan...
Rapat Pleno KPU Tetapkan 214,35 Juta Pemilih pada PDPB Semester I 2026
12 jam yang lalu
Komisi XI DPR dan Pemerintah...
Komisi XI DPR dan Pemerintah Sepakati RUU PFII Dibawa ke Paripurna
12 jam yang lalu
Penjualan Elektronik...
Penjualan Elektronik Melemah di Tengah Kenaikan Harga
13 jam yang lalu
106.474 Wisman Berangkat...
106.474 Wisman Berangkat dari 222 Stasiun di Luar 10 Terbesar, Perjalanan dengan KA Semakin Tersebar
18 jam yang lalu
Tokopedia dan TikTok...
Tokopedia dan TikTok Shop bersama Kementerian UMKM Bantu Pengusaha Mikro Yogyakarta #JualanNyaman
19 jam yang lalu
Perjuangan Warga Cilegon...
Perjuangan Warga Cilegon Jalan 1 Km ke Hutan Mencari Air Bersih
20 jam yang lalu
Foto Terpopuler
Mengunjungi Pameran...
Mengunjungi Pameran Jakarta Provoke 2026 di Taman Menteng
Potret Aksi Dukung Pemkot...
Potret Aksi Dukung Pemkot Palembang Tolak LGBT
Parade Kebaya Pecahkan...
Parade Kebaya Pecahkan Rekor MURI
AHM Dorong Transformasi...
AHM Dorong Transformasi Layanan Melalui KLHN 2026
Smile Ministry Hadir...
Smile Ministry Hadir di PIK 2 dengan Teknologi Digital Modern
Medan Ekstrem Tak Surutkan...
Medan Ekstrem Tak Surutkan Semangat Satgas TMMD dan Warga dalam Pekerjaan Sasaran Fisik