Momen Andika dan Dudung...
1/2
Komisi I DPR RI menggelar rapat kerja dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan turut hadir Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa serta Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/9/2022).
Momen Andika dan Dudung...
2/2
Komisi I DPR RI menggelar rapat kerja dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan turut hadir Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa serta Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/9/2022).
Momen Andika dan Dudung...
Momen Andika dan Dudung...

Momen Andika dan Dudung Kompak Bersama Prabowo

Kamis, 29 September 2022 - 10:33 WIB
A A A
Jakarta- Komisi I DPR RI menggelar rapat kerja dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan turut hadir Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa serta Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/9/2022).

Andika Perkasa dan Dudung kompak datang bersama. Prabowo tampak duduk di tengah diapit Andika dan Dudung. Sedangkan rapat kerja tersebut membahas anggaran pertahanan tahun 2023.

Misalnya saja alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang dimiliki Indonesia pada saat ini memerlukan peremajaan.

Selain itu, upaya penambahan anggaran diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit TNI. Sebab hal ini penting dilakukan untuk menghindari munculnya faktor nonteknis di internal.

Terkait kehadiran Andika Perkasa dan Dudung pada rapat tersebut, mampu menjelaskan ke publik jika tidak ada permasalahan disharmonisasi di antara mereka serta dalam tubuh TNI.

Perbedaan pendapat dalam diskusi maupun implementasi di lapangan merupakan hal biasa dalam kehidupan militer. Terlebih, Jenderal Dudung memberikan salam hormat ke Andika usai rapat kerja bersama.

"Tentunya kehadiran KSAD juga untuk membuktikan tidak ada disharmoni dalam tubuh TNI. Ini patut kita apreasiasi," kata Pengamat Intelijennya Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati ketika dihubungi, Kamis (29/9/2022).

"TNI memang tidak boleh berpolitik, tetapi harus update perkembangan politik agar mengerti bagaimana yang terbaik dalam Menjaga kedaulatan NKRI," tambahnya.

Hal tersebut sekaligus membuktikan bahwa KSAD Dudung bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dalam menegakkan kedaulatan negara, mempertahankannya keutuhan wilayah NKRI, dan melindungi bangsa dari segala ancaman. Kemudian juga mampu membuktikan ucapannya untuk menjalankan arahan Andika. Jauh lebih penting lagi hal ini memerlihatkan Jenderal Dudung serius dan fokus dalam bekerja serta tidak mau masuk dalam polemik politik.

Sehingga, apa yang dilakukan Jenderal Dudung menunjukan contoh agar ditiru anggotanya. Sebelumnya, Jenderal Dudung mengatakan berbagai kebijakan dan arahan terkait fungsi dan tugas pokok yang harus dijalankan staf pembantu pimpinan.

Dudung mengharapkan semua staf mampu mandiri, tampil berkreasi, serta berani mengubah sesuatu yang baru. Menurut Dudung, seorang pemimpin harus memiliki imajinasi dan inovasi, memiliki visi dan misi, serta memiliki harapan dan cita-cita agar bisa mencapai keberhasilan dan kemenangan. Dengan demikian Jenderal Dudung terus berkomitmen

membawa TNI ke arah yang lebih baik dan mengedepankan profesionalitas.

Alhasil, hubungan Andika dan KSAD Dudung justru saling melengkapi. Terlebih, banyak penilaian muncul dan mengapreasi peran keduanya. Misalnya saja, Andika yang lebih fokus dalam pembenahan manajemen internal TNI, termasuk memastikannya semua matra TNI profesional sesuai tugas pokoknya.

Sedangkan, Dudung juga menjalin hubungan eksternal, misalnya dengan bertemu ulama, tokoh masyarakat maupun tokoh sipil lainnya.

Hal ini juga sangat penting dalam upaya untuk meningkatkan kewaspadaan lantaran TNI sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan negara.

Sementara itu, kepemimpinan Jenderal Dudung juga diapresiasi Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dadang Kahmad. Dia menilai Jenderal Dudung Abdurahman telah mengeluarkan kebijakan positif, yakni tentang pengembalian atau penempatan prajurit TNI ke daerah asalnya.

Prajurit TNI dinilai akan memiliki keterikatan kuat dalam mengamankan daerahnya. "Saya kira ada baiknya, memang dikembalikan ke daerah (asal prajurit) ada keterikatan kuat dengan daerah untuk mengamankan daerah tersebut," kata Dadang saat dihubungi.

Dadang meyakini prajurit TNI tetap semangat di mana pun ditugaskan untuk menjaga pertahanan dan keamanan negara. Terlebih, jika penugasannya dikembalikan ke daerah asalnya.

"Tapi, harus dihindari kekurangpekaan terhadap daerah-daerah yang lain yang berada di wilayah Indonesia. Persatuan dan kesatuan itu harus terus dibina dan mereka di manapun berada kan tetap wilayah Indonesia, yang mereka harus pertahankan secara serius," katanya.

Masih dikatakannya, Jenderal Dudung tidak berhenti memperjuangkan dan memperhatikan kesejahteraan prajurit TNI. Hal ini sangat penting karena TNI adalah garda terdepan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

"Kesejahteraan kepada-nya TNI ya memang harus diperhatikan. Prajurit itu ujung tombak tentara dan negara. Jangan hanya makanan, termasuk juga keluarganya diperhatikan kesejahteraannya," katanya.

Sebagai catatan, Jenderal Dudung sebelumnya memerintahkan Panglima Kodam (Pangdam) untuk memindahkan prajurit ke daerah asal. Pemindahan prajurit ini disebut Dudung, selain mendekatkan dengan keluarga, juga terkait kesejahteraan.

Jika prajurit ditempatkan di luar daerah asal, maka mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membayar kontrakan. Mereka juga harus mengeluarkan biaya tambahan, seperti transportasi, jika ingin berkumpul dengan keluarganya di daerah asalnya.
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Kompak, Begini Momen...
Kompak, Begini Momen Prabowo Dampingi Presiden Jokowi dalam Pelantikan Perwira TNI-Polri di Istana
Kompak Pakai Kemeja...
Kompak Pakai Kemeja Kotak-kotak, Prabowo dan Ganjar Salam Komando
Hary Tanoesoedibjo dan...
Hary Tanoesoedibjo dan KSAD Andika Perkasa Olahraga Bersama di Mabes AD
Momen Hangat Prabowo...
Momen Hangat Prabowo dan KSAD Bahas Pertahanan Teritorial
Momen KSAD Jenderal...
Momen KSAD Jenderal Dudung Berdoa dan Tabur Bunga di Makam Korban Tabrak Lari Nagreg
Jokowi dan Prabowo Kompak...
Jokowi dan Prabowo Kompak Tuntun Try Sutrisno dan Ketum Legiun Veteran di Balai Sarbini
Foto Terkini
Wamen Imipas Silmy Karim...
Wamen Imipas Silmy Karim Menyerahkan Diri ke KPK
3 jam yang lalu
Begini Tampang Lesu...
Begini Tampang Lesu Eks Kepala BGN Diborgol dan Pakai Baju Tahanan Kejagung
16 jam yang lalu
Maliq & D’Essentials...
Maliq & D’Essentials Kolaborasi dengan Jakarta Movin Hadirkan Musikal Senja Teduh Pelita
16 jam yang lalu
Waskita Karya Kebut...
Waskita Karya Kebut Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B Progres Tembus 93,07 Persen
17 jam yang lalu
RANC Bukukan Pendapatan...
RANC Bukukan Pendapatan Rp2,91 Triliun, Kinerja Operasional Menguat
17 jam yang lalu
Serunya BBQ, Pasta dan...
Serunya BBQ, Pasta dan Live Music Tepi Kolam Temani Malam Akhir Pekan di Jakarta
17 jam yang lalu
Foto Terpopuler
Mantan Menhan Ryamizard...
Mantan Menhan Ryamizard Ryacudu Tutup Usia, Dimakamkan di TMP Kalibata
Perbaikan Jalan Ambles...
Perbaikan Jalan Ambles di Lenteng Agung Dikebut, Alat Berat Diturunkan
Polda Jateng Gandeng...
Polda Jateng Gandeng FBI Bongkar Sindikat Penipuan Kripto Lintas Negara Beromzet Rp41,1 Miliar
Dirut KAI Tinjau Pengembangan...
Dirut KAI Tinjau Pengembangan Stasiun Bogor, Siapkan Operasional 12 Kereta Bogor Line
Nadiem Makarim Bacakan...
Nadiem Makarim Bacakan Pleidoi atas Tuntutan 18 Tahun Penjara di Kasus Chromebook
Momen Nadiem Kenakan...
Momen Nadiem Kenakan Jaket Ojol Jelang Sidang Pleidoi