Merajut Nusantara Bakti...
1/3
Badan Aksebilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementrian Komunikasi dan Informasi (Bakti Kominfo) menyelenggarakan kegiatan Webinar Merajut Nusantara dengan menghadirkan narasumber, H.Muhammad Farhan, S.E (Anggota DPR RI Komisi 1 Fraksi NasDem), Prof. Dr. Henri Subiakto (Guru Besar Komunikasi Universitas Airlangga) dan Muhammad Anwar (koordinator JPPR DKIJakarta) dengan tema Masyarakat Cakap Digital Indonesia Mampu Hadapi Tantangan Global secara hybrid melalui aplikasi zoom meeting dan Live Youtube.
Merajut Nusantara Bakti...
2/3
Badan Aksebilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementrian Komunikasi dan Informasi (Bakti Kominfo) menyelenggarakan kegiatan Webinar Merajut Nusantara dengan menghadirkan narasumber, H.Muhammad Farhan, S.E (Anggota DPR RI Komisi 1 Fraksi NasDem), Prof. Dr. Henri Subiakto (Guru Besar Komunikasi Universitas Airlangga) dan Muhammad Anwar (koordinator JPPR DKIJakarta) dengan tema Masyarakat Cakap Digital Indonesia Mampu Hadapi Tantangan Global secara hybrid melalui aplikasi zoom meeting dan Live Youtube.
Merajut Nusantara Bakti...
3/3
Badan Aksebilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementrian Komunikasi dan Informasi (Bakti Kominfo) menyelenggarakan kegiatan Webinar Merajut Nusantara dengan menghadirkan narasumber, H.Muhammad Farhan, S.E (Anggota DPR RI Komisi 1 Fraksi NasDem), Prof. Dr. Henri Subiakto (Guru Besar Komunikasi Universitas Airlangga) dan Muhammad Anwar (koordinator JPPR DKIJakarta) dengan tema Masyarakat Cakap Digital Indonesia Mampu Hadapi Tantangan Global secara hybrid melalui aplikasi zoom meeting dan Live Youtube.
Merajut Nusantara Bakti...
Merajut Nusantara Bakti...
Merajut Nusantara Bakti...

Merajut Nusantara Bakti Kominfo : Masyarakat Cakap Digital Indonesia Mampu Hadapi Tantangan Global

Kamis, 13 Oktober 2022 - 15:21 WIB
A A A
JAKARTA-- Badan Aksebilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementrian Komunikasi dan Informasi (Bakti Kominfo) menyelenggarakan kegiatan Webinar Merajut Nusantara dengan menghadirkan narasumber, H.Muhammad Farhan, S.E (Anggota DPR RI Komisi 1 Fraksi NasDem), Prof. Dr. Henri Subiakto (Guru Besar Komunikasi Universitas Airlangga) dan Muhammad Anwar (koordinator JPPR DKIJakarta) dengan tema "Masyarakat Cakap Digital Indonesia Mampu Hadapi Tantangan Global” secara hybrid melalui aplikasi zoom meeting dan Live Youtube.

Dalam pemaparannya H, Muhammad Farhan, S.E. mengutarakan bahwa Pertumbuhan internet dipengaruhi karena adanya perkembangan dan pemanfaatan layanan layanan digital dalam bentuk aplikasi base rata rata seperti ecommerce.

"Pemanfaatan internet di indonesia berdasarkan data dari APJII mengungkapkan ada sembilan alasan utama seseorang menggunakan internet, yaitu, mengakses media sosial, seperti Facebook, WhatsApp, Telegram, Line, Twitter, Instagram, dan YouTube sebanyak 98,02 persen, mengakses informasi/berita sebanyak 92,21 persen, bekerja atau bersekolah dari rumah sebanyak 90,21 persen, mengakses layanan publik sebanyak 84,9 persen,menggunakan layanan e-mail sebanyak 80,7 persen, melakukan transaksi online sebanyak 79 persen, mengakses konten hiburan sebanyak 77,25 persen, mengakses transportasi online sebanyak 76,47 persen, mengakses layanan keuangan sebesar 72,32 persen," kata Farhan, Kamis (13/10).

Data-data tersebut menunjukan bawahsaat ini, pemanfaatan internet sudah lebih dari sekedar alat atau sarana hiburan semata, perkembangan teknologi informasi membuat konektivitas menjadi sangat luas dalam segala hal, mulai dari bisnis, manusia, sistem, hingga perangkat atau mesin, dapat terhubung secara real time.

"Hal ini pada akhirnya memaksa kita sebagai warga digital untuk wajib memiliki kemampuan untuk memahamidan menguasai penggunaan teknologi-teknologi baru (perangkat lunak/keras) dalam menunjang aktivitas sehari-hari," ujarnya.

Pada materi kedua yang disampaikan oleh Prof. Dr. Henri Subiakto menyampaikan bahwa ketikakita menggunakan internet, maka kita secara teknologi terkoneksi, secara budaya dan ekonomi kita akan terkoneksi. Artinya dalam konteks seperti ini kalau kita sudah menggunakan internet kita punyaopportunity memanfaatkanya untuk kepentingan yang lebih luas, untuk kepentingan sosial kita akanpunya jejaring atau borderless yang luas sampai seluruh dunia.

"Kita juga bisa mengembangkan bisniseccommers atau bisnis yg berbasis teknologi digital dengan siapapun yang menggunakan teknologi digital," tandas Henri.

Era globalisasi sejak dulu sudah ada, namun masih membutuhkan waktu untuk berhubungan dengan orang lain yang jauh dari negara kita, artinya globalisasi sudah ada sejak lama, bahkan sejak masa adanya VOC sebenarnya sudah ada globalisasikarena ada kekuatan kapitalis dari eropa dan belanda yang masuk ke indonesia.

Namun berbeda dengan globalisasi sekarang karena globalisasi jaman dahulu lebih ke arah fisik sifatnya sedangkan sekarang sifatnya diluar fisik, secara teknologi juga global, apapun yang kita buat sekarang dalam konteks komunikasi ataupun ekonomi digital itu semua bisa mengglobal dengan sangat cepat, karena tidak lagi terbatas olehruang dan waktu.

Pada materi yang terakhir disampaikan oleh Muhammad Anwar diantaranya ancaman globalisasi dan masa depan demokrasi di Indonesia, terkait globalisasi ada empay aspek yang telah dibuat oleh IMF tahun 2000 yaitu, perdagangan dan transaksi, pergerakan modal dan investasi, migrasi danperpindahan manusia, pembebasan ilmu pengetahuan.

"Terkait aspek aspek globalisasi, bahwasanya globalisasi ini telah terjadi lebih dahulu, istilah ini lebih populer pada tahun 2000an karena batasan antar negara dan juga batasan demografis yang sudah tidak terpengaruh, dengan adanya teknologi, sehingga globalisasi ini membuat hubungan satu dengan lainnya baik negara maupun masyarakat bisa mengakses informasi di negara lainnya dan juga bisa bekerja sama dari empat aspek ini hampir seluruh dunia menerapkan empat aspek ini, kecuali beberapa negara yang membatasi dan memiliki kebijakan negara nya yang menutup akses dengan negara lain seperti negara korea utara," ujar Anwar.

Globalisasi ini memiliki dampak terhadap demokrasi bisa berupa peluang atau bahkan bisa menjadi ancaman, untuk mengukur hal tersebut apakah termasuk peluang atau ancaman bisa melalui dua prinsip yang bisa di terapkan: yang pertama adalah prinsip otonomi yang mengandung pengertiankemampuan manusia untuk melakukan pertimbangan secara sadar diri, melakukan perenungan diri, dan melakukan penentuan diri. Otonomi mencakup kemampuan untuk berunding, mempertimbangkan, memilih, dan melakukan (atau mungkin tidak melakukan) tindakan yang berbeda baik dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan publik dengan memahami kebaikan demokrasi atau kebaikan umum.

"Prinsip otonomi ini mengandung dua gagasan pokok. Pertama, rakyat seharusnya memegang peranan penentuan diri. Kedua, pemerintahan demokratis harus menjadi pemerintahan yang terbatas, yaitu pemerintahan yang menjunjung tinggi kekuasaan yang dibatasi secara resmi. Yang kedua adalah prinsip Kesetaraan merujuk pada konsepsi politik bahwa individu harus mempunyai kesamaan politik yang setara agar proses politik berjalan demokratis," ungkap Anwar.
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Merajut Nusantara Bakti...
Merajut Nusantara Bakti Kominfo Pemanfaatan Teknologi Digital Dalam Pengembangan Diri Di Masa Kini
Merajut Nusantara Bakti...
Merajut Nusantara Bakti Kominfo : Peran Teknologi Digital Pasca Pandemi dan Perubahan Budaya Kerja
Merajut Nusantara Bakti...
Merajut Nusantara Bakti Kominfo 'Melawan Hoax dan Hate Speech Dalam Upaya Mempertahankan Kemerdekaan'
BAKTI Kemkominfo dan...
BAKTI Kemkominfo dan DPR Gelar Webinar Merajut Nusantara Bertajuk Dasar-dasar Digital Journalism
BAKTI Kemkominfo RI...
BAKTI Kemkominfo RI dan DPR RI Gelar Webinar Merajut Nusantara
LDII Tekankan Peran...
LDII Tekankan Peran Strategis Ormas Islam Hadapi Tantangan Global
Foto Terkini
Suasana SPBU di Jakarta...
Suasana SPBU di Jakarta Usai Harga Pertamax Meroket menjadi Rp16.250 Per Liter
10 jam yang lalu
Diskon Hingga 50 Persen...
Diskon Hingga 50 Persen dan Hadiah Langsung! United Bike dan United E-Motor Meriahkan Jakarta Fair 2026
10 jam yang lalu
Suasana Pom Bensin Usai...
Suasana Pom Bensin Usai Kenaikan Harga Pertamax Nyaris Rp4.000 per Liter
12 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Warga Beralih ke Pertalite
12 jam yang lalu
SwipeRx Sukses Gelar...
SwipeRx Sukses Gelar IPEC 2026 ke-IV, Satukan Lebih dari 1.500 Apoteker dalam Ajang Farmasi Terbesar di Indonesia
12 jam yang lalu
Allianz Indonesia Perkuat...
Allianz Indonesia Perkuat Komitmen Waste Management Lewat Program Upscaling Eco Enzyme 2026
12 jam yang lalu
Foto Terpopuler
Raih Guinness World...
Raih Guinness World Records, Layanan Umrah Indonesia Tembus Standar Global
Rupiah Tembus Rp18.000,...
Rupiah Tembus Rp18.000, Ukuran Tahu di Depok Berkurang 2 Sentimeter
Komisi VIII DPR dan...
Komisi VIII DPR dan Menteri Agama Bahas Pengawasan Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren
Raker Komisi IX DPR,...
Raker Komisi IX DPR, Menkes Paparkan Ancaman Krisis Dokter di Indonesia
Latihan Timnas Indonesia...
Latihan Timnas Indonesia Jelang Hadapi Mozambik
Shin Tae-yong Resmi...
Shin Tae-yong Resmi Nahkodai Persija Jakarta