Tak Gentar Hadapi AS...
1/10
Seorang pendukung suku Houthi Yaman memegang belati tradisionalnya, atau jambiya, saat melakukan protes terhadap serangan yang dipimpin oleh Amerika Serikat baru-baru ini terhadap target Houthi, di dekat Sanaa, Yaman, 14 Januari 2024. REUTERS/Khaled Abdullah
Tak Gentar Hadapi AS...
2/10
Seorang pendukung suku Houthi Yaman membawa peluncur RPG saat melakukan protes terhadap serangan yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS) terhadap target-target Houthi, di dekat Sanaa, Yaman, 14 Januari 2024. REUTERS/Khaled Abdullah
Tak Gentar Hadapi AS...
3/10
Para pendukung suku kelompok Houthi mengangkat senjata api mereka saat mereka meninggalkan sebuah protes terhadap serangan yang dipimpin oleh Amerika Serikat baru-baru ini terhadap target Houthi, di dekat Sanaa, Yaman, 14 Januari 2024. REUTERS/Khaled Abdullah
Tak Gentar Hadapi AS...
4/10
Para pendukung suku kelompok Houthi mengangkat senjata api mereka saat mereka meninggalkan sebuah protes terhadap serangan yang dipimpin oleh Amerika Serikat baru-baru ini terhadap target Houthi, di dekat Sanaa, Yaman, 14 Januari 2024. REUTERS/Khaled Abdullah
Tak Gentar Hadapi AS...
5/10
Para pendukung suku kelompok Houthi mengangkat senjata api mereka saat mereka meninggalkan sebuah protes terhadap serangan yang dipimpin oleh Amerika Serikat baru-baru ini terhadap target Houthi, di dekat Sanaa, Yaman, 14 Januari 2024. REUTERS/Khaled Abdullah
Tak Gentar Hadapi AS...
6/10
Para pendukung suku kelompok Houthi menaiki bagian belakang sebuah truk pick-up saat melakukan protes terhadap serangan yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS) terhadap target-target Houthi, di dekat Sanaa, Yaman, 14 Januari 2024. REUTERS/Khaled Abdullah
Tak Gentar Hadapi AS...
7/10
Para pendukung suku kelompok Houthi mengangkat senjata api mereka saat mereka meninggalkan sebuah protes terhadap serangan yang dipimpin oleh Amerika Serikat baru-baru ini terhadap target Houthi, di dekat Sanaa, Yaman, 14 Januari 2024. REUTERS/Khaled Abdullah
Tak Gentar Hadapi AS...
8/10
Pendukung suku Houthi Yaman melambaikan bendera Palestina dan mengangkat senjata api mereka selama protes atas serangan yang dipimpin AS baru-baru ini terhadap target Houthi, di dekat Sanaa, Yaman, 14 Januari 2024. REUTERS/Khaled Abdullah
Tak Gentar Hadapi AS...
9/10
Para pendukung suku kelompok Houthi mengangkat senjata api mereka saat mereka meninggalkan sebuah protes terhadap serangan yang dipimpin oleh Amerika Serikat baru-baru ini terhadap target Houthi, di dekat Sanaa, Yaman, 14 Januari 2024. REUTERS/Khaled Abdullah
Tak Gentar Hadapi AS...
10/10
Para pendukung suku kelompok Houthi mengangkat senjata api mereka saat mereka meninggalkan sebuah protes terhadap serangan yang dipimpin oleh Amerika Serikat baru-baru ini terhadap target Houthi, di dekat Sanaa, Yaman, 14 Januari 2024. REUTERS/Khaled Abdullah
Tak Gentar Hadapi AS...
Tak Gentar Hadapi AS...
Tak Gentar Hadapi AS...
Tak Gentar Hadapi AS...
Tak Gentar Hadapi AS...
Tak Gentar Hadapi AS...
Tak Gentar Hadapi AS...
Tak Gentar Hadapi AS...
Tak Gentar Hadapi AS...
Tak Gentar Hadapi AS...

Tak Gentar Hadapi AS dan Inggris, Pejuang Houthi Bersumpah Hancurkan Israel

Senin, 15 Januari 2024 - 14:34 WIB
A A A
Para pendukung suku-suku kelompok Houthi di Yaman berdemonstrasi di dekat ibukota Sanaa pada hari Minggu (14 Januari) untuk menentang serangan-serangan yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS) terhadap target-target Houthi.

Pada hari Sabtu (13 Januari), milisi Houthi mengancam akan memberikan "respon yang kuat dan efektif" setelah Amerika Serikat melakukan serangan lain di Yaman semalam, yang semakin meningkatkan ketegangan karena Washington berjanji untuk melindungi pelayaran dari serangan oleh gerakan yang didukung oleh Iran.

Serangan-serangan tersebut telah menambah kekhawatiran akan eskalasi konflik yang telah menyebar ke seluruh Timur Tengah sejak kelompok militan Palestina Hamas dan Israel berperang, dengan sekutu-sekutu Iran yang juga ikut terlibat dalam pertempuran dari Lebanon, Suriah dan Irak.

Presiden Joe Biden mengatakan bahwa Amerika Serikat telah mengirimkan pesan pribadi kepada Iran mengenai serangan Houthi.

Serangan terbaru, yang menurut AS menghantam sebuah situs radar, terjadi sehari setelah puluhan serangan Amerika dan Inggris terhadap fasilitas-fasilitas Houthi di Yaman.

Mereka bersumpah akan melanjutkan operasi militer terhadap Israel dalam pernyataan yang disampaikan oleh kantor berita milik pemerintah, Saba.

Houthi mengatakan bahwa kampanye maritim mereka bertujuan untuk mendukung warga Palestina yang berada di bawah pengepungan Israel dan serangan di Gaza, yang diperintah oleh Hamas yang didukung oleh Iran. Banyak kapal yang mereka serang tidak memiliki hubungan dengan Israel.

Kelompok yang menguasai Sanaa dan sebagian besar wilayah barat dan utara Yaman ini juga telah menembakkan pesawat tak berawak dan rudal ke arah Israel.

Krisis Laut Merah telah menambah penyebaran konflik di Timur Tengah sejak militan Hamas mengamuk di Israel selatan pada 7 Oktober, menewaskan 1.200 orang dan menyandera 240 orang.

(Produksi : Adel al-Khadher, Khaled Abdullah)

Baca juga : Siap Tempur Lawan Amerika, Pejuang Houthi Yaman Pamer Kekuatan Militer!
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Dikepung AS dan Inggris,...
Dikepung AS dan Inggris, Pejuang Houthi Persiapkan Pembalasan
Ancam Hancurkan Kapal...
Ancam Hancurkan Kapal Perang AS dan Inggris, Houthi Yaman Luncurkan Rudal Balistik
Tak Berdaya Hadapi Pejuang...
Tak Berdaya Hadapi Pejuang Hamas, Tentara Israel Tewas Terus Bertambah
Tank-tank Zionis Israel...
Tank-tank Zionis Israel Tak Berkutik Hadapi Pejuang Hamas di Khan Younis Gaza
Sangar! Begini Penampakan...
Sangar! Begini Penampakan Pejuang Baru Houthi yang Bersiap Perang dengan AS
Tak Gentar Hadapi Zionis,...
Tak Gentar Hadapi Zionis, Hamas Kembali Hancurkan Tank Merkava Israel di Khan Younis Gaza
Foto Terkini
Rapat Pleno KPU Tetapkan...
Rapat Pleno KPU Tetapkan 214,35 Juta Pemilih pada PDPB Semester I 2026
6 jam yang lalu
Komisi XI DPR dan Pemerintah...
Komisi XI DPR dan Pemerintah Sepakati RUU PFII Dibawa ke Paripurna
6 jam yang lalu
Penjualan Elektronik...
Penjualan Elektronik Melemah di Tengah Kenaikan Harga
6 jam yang lalu
106.474 Wisman Berangkat...
106.474 Wisman Berangkat dari 222 Stasiun di Luar 10 Terbesar, Perjalanan dengan KA Semakin Tersebar
11 jam yang lalu
Tokopedia dan TikTok...
Tokopedia dan TikTok Shop bersama Kementerian UMKM Bantu Pengusaha Mikro Yogyakarta #JualanNyaman
12 jam yang lalu
Perjuangan Warga Cilegon...
Perjuangan Warga Cilegon Jalan 1 Km ke Hutan Mencari Air Bersih
13 jam yang lalu
Foto Terpopuler
Kritik Pemerintah, Ratusan...
Kritik Pemerintah, Ratusan Mahasiswa Unjuk Rasa di Patung Kuda
Kegiatan Homecoming...
Kegiatan Homecoming Tour Local Heroes Indonesia
Mengunjungi Pameran...
Mengunjungi Pameran Jakarta Provoke 2026 di Taman Menteng
Potret Aksi Dukung Pemkot...
Potret Aksi Dukung Pemkot Palembang Tolak LGBT
Parade Kebaya Pecahkan...
Parade Kebaya Pecahkan Rekor MURI
AHM Dorong Transformasi...
AHM Dorong Transformasi Layanan Melalui KLHN 2026