ERIA Angkat Perjalanan...
1/4
Presiden Senat Kamboja, Samdech Akka Moha Sena Padei Techo Hun Sen menjadi pembicara utama pada Kuliah Kepemimpinan ERIA School of Government yang kedua di Jakarta.
ERIA Angkat Perjalanan...
2/4
Presiden Senat Kamboja, Samdech Akka Moha Sena Padei Techo Hun Sen menjadi pembicara utama pada Kuliah Kepemimpinan ERIA School of Government yang kedua di Jakarta.
ERIA Angkat Perjalanan...
3/4
Dalam kuliah tersebut, Samdech Techo Hun Sen membagikan kisah perjalanan Kamboja menuju rekonsiliasi nasional, menekankan pentingnya dialog dan penyelesaian politik sebagai fondasi stabilitas dan pembangunan jangka panjang.
ERIA Angkat Perjalanan...
4/4
(kiri-kanan) Prof. Tetsuya Watanabe, President of ERIA Samdech Akka Moha Sena Padei Techo Hun Sen, the Former Prime Minister/President of The Senate of Cambodia Prof. Nobuhiro Aizawa, Dean/Managing Director ERIA School of Government Santo Darmosumarto, Ambassador of the Republic of Indonesia to the Kingdom of Cambodia berfoto bersama.
ERIA Angkat Perjalanan...
ERIA Angkat Perjalanan...
ERIA Angkat Perjalanan...
ERIA Angkat Perjalanan...

ERIA Angkat Perjalanan Perdamaian Kamboja Lewat Kuliah Kepemimpinan Bersama Samdech Techo Hun Sen

Selasa, 06 Mei 2025 - 18:10 WIB
A A A

Jakarta, 6 Mei 2025 — Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) menyoroti pentingnya kepemimpinan dalam menciptakan perdamaian berkelanjutan melalui Kuliah Kepemimpinan ERIA School of Government yang kedua. Acara ini menghadirkan Presiden Senat Kamboja, Samdech Akka Moha Sena Padei Techo Hun Sen, sebagai pembicara utama.

Dalam kuliah tersebut, Samdech Techo Hun Sen membagikan kisah perjalanan Kamboja menuju rekonsiliasi nasional, menekankan pentingnya dialog dan penyelesaian politik sebagai fondasi stabilitas dan pembangunan jangka panjang.

Prof. Nobuhiro Aizawa, Dekan dan Direktur Pelaksana ERIA School of Government, menyampaikan kebanggaannya atas kehadiran Samdech Techo. Ia menyatakan bahwa pengalaman Kamboja dalam membangun perdamaian memberikan kontribusi besar bagi kestabilan Asia Tenggara. “Sebagai pengkaji Asia Tenggara, saya percaya keberhasilan rekonsiliasi di Kamboja adalah salah satu alasan kawasan ini bisa menikmati perdamaian saat ini,” ujarnya dalam sambutan di kantor ERIA, Jakarta.

Prof. Aizawa juga menekankan pentingnya mendokumentasikan pengalaman kepemimpinan agar bisa menjadi pelajaran bagi generasi mendatang. “Perjalanan Samdech Techo menjadi sumber inspirasi penting bagi para pembuat kebijakan dan pelajar di bidang pemerintahan,” tambahnya.

Presiden ERIA, Tetsuya Watanabe, turut mengapresiasi kontribusi Samdech Techo dalam membawa Kamboja keluar dari konflik menuju era perdamaian dan pembangunan. Ia menyebut nama Samdech Techo tak terpisahkan dari proses perdamaian Kamboja, berkat dedikasi dan diplomasi yang dijalankannya selama puluhan tahun.

Dalam pidato berjudul “Perdamaian dan Rekonsiliasi Nasional di Kamboja: Pelajaran bagi Asia Tenggara”, Samdech Techo Hun Sen menegaskan keberhasilan Kebijakan Win-Win yang berhasil mewujudkan perdamaian penuh dan menyatukan kembali wilayah Kamboja pada 1998 tanpa pertumpahan darah.

Ia juga mengenang keputusan penting pada 1977 untuk menyeberang ke Viet Nam, bukan untuk mencari suaka, melainkan meminta bantuan guna membebaskan rakyat Kamboja dari rezim Pol Pot. “Tanpa bantuan Viet Nam, tak ada negara yang berani menggulingkan rezim itu. Kita harus menjaga kebenaran sejarah ini agar tragedi serupa tak terulang,” tegasnya.

Samdech Techo juga memaparkan tantangan berat pasca-kemerdekaan Kamboja pada 7 Januari 1979, mulai dari membangun pemerintahan, memulihkan ekonomi, hingga memastikan ketahanan pangan rakyat. Ia menekankan tanggung jawab besar dalam membangun negara dari nol.

Selain itu, ia mengapresiasi peran Indonesia dalam proses perdamaian, khususnya dalam pertemuan Jakarta Informal Meeting (JIM) yang menjadi titik awal pembentukan Supreme National Council. Ia menegaskan bahwa perdamaian harus dicapai melalui dialog antarwarga, bukan kekerasan, serta pentingnya kesadaran sejarah untuk mencegah konflik di masa depan.

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh dan akademisi, menegaskan komitmen ERIA School of Government dalam membentuk pemimpin masa depan yang menjunjung tinggi perdamaian, rekonsiliasi, dan kerja sama kawasan.

(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Jahja Setiaatmadja Beri...
Jahja Setiaatmadja Beri Kuliah Umum di UI: Bahas Kepemimpinan dan Teknologi
Doa Bersama Pengemudi...
Doa Bersama Pengemudi Ojol untuk Persatuan dan Perdamaian Bangsa
McDonald’s Angkat...
McDonald’s Angkat Cita Rasa Nusantara Lewat Menu Spesial Rendang
INACRAFT 2025: Angkat...
INACRAFT 2025: Angkat Kreativitas Anak Muda Lewat Kerajinan Nusantara
Ardhito Pramono Ceritakan...
Ardhito Pramono Ceritakan Perjalanan Hidup Lewat Album Road Trip
Afgan Rayakan 18 Tahun...
Afgan Rayakan 18 Tahun Perjalanan Musik Lewat Konser Retrospektif
Foto Terkini
Indonesia Taklukkan...
Indonesia Taklukkan Mozambik Lewat Gol Tunggal Ole Romeny
24 menit yang lalu
Kenakan Rompi Tahanan,...
Kenakan Rompi Tahanan, Bupati Muara Enim Edison Resmi Ditahan KPK
46 menit yang lalu
Smartfren Run 2026 dan...
Smartfren Run 2026 dan Kampanye Jagoan Sinyal Se-Indonesia Resmi Diluncurkan
4 jam yang lalu
Komisi VIII DPR dan...
Komisi VIII DPR dan Menteri Agama Bahas Pengawasan Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren
1 hari yang lalu
Raker Komisi IX DPR,...
Raker Komisi IX DPR, Menkes Paparkan Ancaman Krisis Dokter di Indonesia
1 hari yang lalu
Rupiah Tembus Rp18.000,...
Rupiah Tembus Rp18.000, Ukuran Tahu di Depok Berkurang 2 Sentimeter
1 hari yang lalu
Foto Terpopuler
Jonatan Christie Gagal...
Jonatan Christie Gagal Raih Gelar Indonesia Open 2026
Jonatan Christie Melaju...
Jonatan Christie Melaju ke Final Indonesia Open 2026
Komisi VIII DPR dan...
Komisi VIII DPR dan Menteri Agama Bahas Pengawasan Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren
Rupiah Tembus Rp18.000,...
Rupiah Tembus Rp18.000, Ukuran Tahu di Depok Berkurang 2 Sentimeter
Raih Guinness World...
Raih Guinness World Records, Layanan Umrah Indonesia Tembus Standar Global
Latihan Timnas Indonesia...
Latihan Timnas Indonesia Jelang Hadapi Mozambik