RI-Singapura Sepakat...
1/4
Pemerintah Indonesia bersama Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) sepakat menyederhanakan prosedur penempatan pekerja migran ke Singapura.
RI-Singapura Sepakat...
2/4
Forum bersama yang digelar Apjati dan mitra Singapura di Jakarta, Senin (21/7/2025), merumuskan rekomendasi kebijakan jalur penempatan yang efisien, aman, dan berorientasi perlindungan.
RI-Singapura Sepakat...
3/4
Saat ini lebih dari 250.000 tenaga kerja domestik bekerja di rumah tangga di seluruh Singapura, angka yang terus meningkat seiring bertambahnya keluarga lanjut usia (lansia) dan pasangan bekerja.
RI-Singapura Sepakat...
4/4
Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia sekaligus Wakil Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Christina Aryani menyatakan dukungan penuh atas kolaborasi ini.
RI-Singapura Sepakat...
RI-Singapura Sepakat...
RI-Singapura Sepakat...
RI-Singapura Sepakat...

RI-Singapura Sepakat Permudah Jalur Resmi Pekerja Migran

Rabu, 23 Juli 2025 - 07:01 WIB
A A A
JAKARTA — Pemerintah Indonesia bersama Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) sepakat menyederhanakan prosedur penempatan pekerja migran ke Singapura.

Forum bersama yang digelar Apjati dan mitra Singapura di Jakarta, Senin (21/7/2025), merumuskan rekomendasi kebijakan jalur penempatan yang efisien, aman, dan berorientasi perlindungan. “Ini awal dari dialog terbuka membangun ekosistem penempatan tenaga kerja yang berkualitas dan beretika,” ujar Ketua Umum Apjati, Said Saleh Alwaini. Saat ini lebih dari 250.000 tenaga kerja domestik bekerja di rumah tangga di seluruh Singapura, angka yang terus meningkat seiring bertambahnya keluarga lanjut usia (lansia) dan pasangan bekerja.

Said menekankan pentingnya jalur resmi demi mencegah penempatan non-prosedural yang rawan masalah. “Kalau berangkat tidak resmi, tidak ada kontrol kualitas, kualifikasi, atau kompetensi,” katanya. Forum ini merekomendasikan pembentukan Joint Task Force Indonesia-Singapura untuk merumuskan langkah teknis dan kebijakan yang konkret.

Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia sekaligus Wakil Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Christina Aryani menyatakan dukungan penuh atas kolaborasi ini. Ia mengakui prosedur yang terlalu rumit seringkali mendorong pekerja menempuh jalur ilegal. “Kami ingin menyederhanakan aturan agar penempatan berjalan baik dan perlindungan bisa maksimal,” ujarnya. Menurut Christina, karena Singapura menyerahkan urusan tenaga kerja ke swasta, peran asosiasi seperti Apjati menjadi sangat penting.

Pemerintah juga tengah menyiapkan program penempatan caregiver perempuan ke Singapura yang kini memasuki tahap awal. “Kami mulai pilot project 200 caregiver yang dibekali kompetensi sesuai kebutuhan Singapura,” jelas Christina. Program ini hasil kerja sama BP2MI dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), dengan pelatihan khusus dan skema gaji lebih baik.

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan menegaskan pentingnya memastikan perlindungan bagi pekerja perempuan. “Caregiver semua perempuan, kita pastikan mereka terlindungi dan diberi kualitas sesuai standar,” ujarnya. Pemerintah ingin memastikan mereka aman secara hukum, fisik, maupun sosial sebelum dan selama bekerja di luar negeri.

Sementara itu, Presiden Association of Employment Agencies Singapore, K. Jayaprema, menyebut tenaga kerja Indonesia tetap dibutuhkan di sektor domestik. “Kami butuh lebih dari 24.000 caregiver untuk lansia dan anak, termasuk anak berkebutuhan khusus,” katanya. Jayaprema juga melihat peluang besar di sektor hospitality dan kesehatan, namun mengingatkan pentingnya kesiapan tenaga kerja dari sisi skill dan mental.
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
UPH dan BKSAP DPR RI...
UPH dan BKSAP DPR RI Bahas Diplomasi Perlindungan Pekerja Migran
188 Pekerja Migran Terinfeksi...
188 Pekerja Migran Terinfeksi Covid-19 yang Tiba Melalui Jalur Bandara Juanda
Kerjasama pengiriman...
Kerjasama pengiriman Pekerja Migran Indonesia
Malaysia Deportasi Pekerja...
Malaysia Deportasi Pekerja Migran Indonesia Bermasalah
485 Pekerja Migran di...
485 Pekerja Migran di Pamekasan Dikarantina
Aksi Solidaritas Perjuangan...
Aksi Solidaritas Perjuangan Pekerja Migran Indonesia
Foto Terkini
Jonatan Christie Gagal...
Jonatan Christie Gagal Raih Gelar Indonesia Open 2026
10 jam yang lalu
Satu Dekade Membangun...
Satu Dekade Membangun Literasi Keuangan Berbasis Emas di Indonesia
18 jam yang lalu
Tehillim Concert Antarkan...
Tehillim Concert Antarkan Liliana Tanoesoedibjo Raih Penghargaan MURI Kartini
23 jam yang lalu
Jonatan Christie Melaju...
Jonatan Christie Melaju ke Final Indonesia Open 2026
1 hari yang lalu
Waisak Buddhayana DKI,...
Waisak Buddhayana DKI, Menebar Cinta untuk Perdamaian
1 hari yang lalu
Pengunjung Berburu Perlengkapan...
Pengunjung Berburu Perlengkapan Outdoor di Indofest 2026
1 hari yang lalu
Foto Terpopuler
Penyidik KPK Geledah...
Penyidik KPK Geledah Kediaman Silmy Karim Terkait Pengembangan Perkara
Berbagi Kepedulian dan...
Berbagi Kepedulian dan Semangat Sehat di Hari Lansia Nasional
Aksi Perenang Bersaing...
Aksi Perenang Bersaing di Opening Indonesia Short Course Emerging Series 2026
Waisak Buddhayana DKI,...
Waisak Buddhayana DKI, Menebar Cinta untuk Perdamaian
Pengunjung Berburu Perlengkapan...
Pengunjung Berburu Perlengkapan Outdoor di Indofest 2026
Hutan Petrofin Tumbuh...
Hutan Petrofin Tumbuh di 23 Kota, Elnusa Petrofin Perkuat Jejak Hijau Jalur Distribusi Energi