Ini Aplikasi Bisnis Kuliner Berbasis AI Pertama di Dunia, Buatan Indonesia
Kamis, 31 Juli 2025 - 08:37 WIB
A
A
A
JAKARTA - Indonesia mencatat sejarah sebagai negara pertama di dunia yang memiliki aplikasi kecerdasan buatan (AI) khusus untuk bisnis kuliner. Aplikasi bernama Olin ini dikembangkan oleh PT Esensi Solusi Buana (ESB), perusahaan teknologi asal Indonesia yang khusus menyediakan sistem dan aplikasi untuk mendukung operasional usaha kuliner di Indonesia. Olin yang dikembangkan sejak 2019 dirancang sebagai asisten digital yang mampu menganalisis data harian usaha kuliner dan memberikan rekomendasi berbasis prediksi, dengan tingkat akurasi hingga 98 persen.
Co-Founder & CEO ESB, Gunawan, mengatakan, Olin bekerja memberikan rekomendasi strategi berbasis data, mulai proyeksi penjualan, strategi promosi, forecast hingga deteksi fraud. Dengan investasi mulai dari Rp250 ribu per bulan, Olin terbukti membantu pelaku UMKM hingga perusahaan franchise besar mengurangi ketergantungan pada konsultan mahal dan sistem manual yang rentan.
Salah satu pengguna aktif Olin, Regan S. Subagio, pemilik restoran Hong Kong Bay, mengandalkan aplikasi ini sejak awal usahanya. “Dulu semua strategi promosi pakai feeling. Sekarang semua berbasis data. Bahkan saat hanya satu staf bertugas, operasional tetap lancar berkat Olin dan ESB Order,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa fitur forecast sangat membantunya dalam menyusun proyeksi penjualan dan pembelian bahan baku secara presisi. Sementara itu, F&B Director Temuku, Ayu Switriani, menyebut Olin sebagai fondasi pengambilan keputusan bisnisnya. “Analisis Olin sangat akurat. Sekarang kami lebih percaya diri menyusun strategi menu dan promosi,” katanya.
Saat ini, Olin telah digunakan secara aktif oleh lebih dari 40 ribu pelaku usaha di Indonesia dengan total pengguna mencapai lebih dari 150 ribu, mencakup UMKM, brand lokal, hingga franchise internasional. Penggunaan paling efektif dan akurat tercatat di Jabodetabek, didukung oleh kecocokan antara data internal Olin dan data makro seperti dari Badan Pusat Statistik (BPS). Ke depan, ESB berencana memperluas jangkauan ke Sumatera, Kalimantan, Bali, dan Sulawesi, seiring meningkatnya kebutuhan transformasi digital di sektor F&B nasional.
Co-Founder & CEO ESB, Gunawan, mengatakan, Olin bekerja memberikan rekomendasi strategi berbasis data, mulai proyeksi penjualan, strategi promosi, forecast hingga deteksi fraud. Dengan investasi mulai dari Rp250 ribu per bulan, Olin terbukti membantu pelaku UMKM hingga perusahaan franchise besar mengurangi ketergantungan pada konsultan mahal dan sistem manual yang rentan.
Salah satu pengguna aktif Olin, Regan S. Subagio, pemilik restoran Hong Kong Bay, mengandalkan aplikasi ini sejak awal usahanya. “Dulu semua strategi promosi pakai feeling. Sekarang semua berbasis data. Bahkan saat hanya satu staf bertugas, operasional tetap lancar berkat Olin dan ESB Order,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa fitur forecast sangat membantunya dalam menyusun proyeksi penjualan dan pembelian bahan baku secara presisi. Sementara itu, F&B Director Temuku, Ayu Switriani, menyebut Olin sebagai fondasi pengambilan keputusan bisnisnya. “Analisis Olin sangat akurat. Sekarang kami lebih percaya diri menyusun strategi menu dan promosi,” katanya.
Saat ini, Olin telah digunakan secara aktif oleh lebih dari 40 ribu pelaku usaha di Indonesia dengan total pengguna mencapai lebih dari 150 ribu, mencakup UMKM, brand lokal, hingga franchise internasional. Penggunaan paling efektif dan akurat tercatat di Jabodetabek, didukung oleh kecocokan antara data internal Olin dan data makro seperti dari Badan Pusat Statistik (BPS). Ke depan, ESB berencana memperluas jangkauan ke Sumatera, Kalimantan, Bali, dan Sulawesi, seiring meningkatnya kebutuhan transformasi digital di sektor F&B nasional.
(sra)