Lebih dari 6.000 Umat Hadiri Perayaan Kathina di Wihara Ekayana Arama
Minggu, 12 Oktober 2025 - 14:17 WIB
A
A
A
Pada hari Minggu, 12 Oktober 2025, telah diselenggarakan Perayaan Kathina 2569 TB / 2025 di Wihara Ekayana Arama, Duri Kepa, Jakarta Barat. Perayaan yang berlangsung dengan penuh khidmat ini dihadiri oleh 63 bhikkhu dan bhikkhuni anggota Sangha Agung Indonesia, serta diperkirakan lebih dari 6.000 umat Buddha dari berbagai wilayah.
Perayaan Kathina merupakan momen penuh makna yang hanya dilakukan satu kali dalam setahun, tepatnya setelah para bhikkhu dan bhikkhuni menyelesaikan masa Vassa, yaitu tiga bulan masa retret musim hujan di satu wihara untuk melatih diri secara lebih intensif. Tradisi ini menjadi kesempatan bagi umat perumah tangga untuk menumbuhkan kebajikan dengan memberikan persembahan kepada Sangha, sebagai wujud dukungan dan penghormatan terhadap kehidupan suci para bhikkhu dan bhikkhuni.
Ketua Pelaksana Perayaan Kathina, Andre Geofanu, menjelaskan bahwa tema Kathina tahun ini adalah:
“Kathina Memperkuat Persatuan dan Harmoni.”
Tema ini diangkat sebagai refleksi dari semangat kebersamaan dan kepedulian untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman umat dan bangsa Indonesia.
Rangkaian acara dimulai pada pukul 07.30 WIB dengan prosesi Pindapata, yaitu pengambilan dana makanan oleh para bhikkhu. Acara dilanjutkan dengan Pujabhakti dan Sanghadana pada pukul 09.00 WIB.
Acara ini juga turut dihadiri oleh Kevin Wu, anggota DPRD Provinsi Jakarta, yang menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan perayaan keagamaan yang menumbuhkan semangat toleransi dan perdamaian di tengah masyarakat.
Dalam sesi Pujabhakti, tuntunan Sila disampaikan oleh Wakil Kepala Wihara Ekayana Arama, Bhante Dharmavimala Mahathera, sedangkan wejangan Kathina menjelang Sanghadana diberikan oleh Bhante Saddhanyano Mahathera.
Puncak perayaan ditandai dengan meditasi bersama, di mana ribuan umat memancarkan cinta kasih (metta) yang kuat untuk Indonesia dan seluruh dunia. Doa-doa bersama dipanjatkan agar negara dan bangsa Indonesia senantiasa hidup dalam persatuan dan harmoni, serta agar perdamaian dunia dapat terwujud demi kebahagiaan semua makhluk.
Perayaan Kathina merupakan momen penuh makna yang hanya dilakukan satu kali dalam setahun, tepatnya setelah para bhikkhu dan bhikkhuni menyelesaikan masa Vassa, yaitu tiga bulan masa retret musim hujan di satu wihara untuk melatih diri secara lebih intensif. Tradisi ini menjadi kesempatan bagi umat perumah tangga untuk menumbuhkan kebajikan dengan memberikan persembahan kepada Sangha, sebagai wujud dukungan dan penghormatan terhadap kehidupan suci para bhikkhu dan bhikkhuni.
Ketua Pelaksana Perayaan Kathina, Andre Geofanu, menjelaskan bahwa tema Kathina tahun ini adalah:
“Kathina Memperkuat Persatuan dan Harmoni.”
Tema ini diangkat sebagai refleksi dari semangat kebersamaan dan kepedulian untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman umat dan bangsa Indonesia.
Rangkaian acara dimulai pada pukul 07.30 WIB dengan prosesi Pindapata, yaitu pengambilan dana makanan oleh para bhikkhu. Acara dilanjutkan dengan Pujabhakti dan Sanghadana pada pukul 09.00 WIB.
Acara ini juga turut dihadiri oleh Kevin Wu, anggota DPRD Provinsi Jakarta, yang menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan perayaan keagamaan yang menumbuhkan semangat toleransi dan perdamaian di tengah masyarakat.
Dalam sesi Pujabhakti, tuntunan Sila disampaikan oleh Wakil Kepala Wihara Ekayana Arama, Bhante Dharmavimala Mahathera, sedangkan wejangan Kathina menjelang Sanghadana diberikan oleh Bhante Saddhanyano Mahathera.
Puncak perayaan ditandai dengan meditasi bersama, di mana ribuan umat memancarkan cinta kasih (metta) yang kuat untuk Indonesia dan seluruh dunia. Doa-doa bersama dipanjatkan agar negara dan bangsa Indonesia senantiasa hidup dalam persatuan dan harmoni, serta agar perdamaian dunia dapat terwujud demi kebahagiaan semua makhluk.
(sra)