Food Industry Asia Giatkan...
1/4
Food Industry Asia (FIA) menyelenggarakan Lokakarya Ilmiah & Regulasi Regional bertema Scientific Solutions for Public Health : Enabling Policies to Unlock Reformulation with Non-Sugar Sweeteners Science.
Food Industry Asia Giatkan...
2/4
Lokakarya ini mengumpulkan regulator, akademisi dan perwakilan industri dari seluruh Asia Tenggara untuk membahas bukti ilmiah terkini tentang Pemanis Non-Gula dan perannya dalam mendukung strategi pengurangan gula dan reformulasi dalam kerangka kesehatan masyarakat.
Food Industry Asia Giatkan...
3/4
Lokakarya ini mengumpulkan regulator, akademisi dan perwakilan industri dari seluruh Asia Tenggara untuk membahas bukti ilmiah terkini tentang Pemanis Non-Gula dan perannya dalam mendukung strategi pengurangan gula dan reformulasi dalam kerangka kesehatan masyarakat.
Food Industry Asia Giatkan...
4/4
Lokakarya ini bertujuan untuk membangun pemahaman ilmiah, mendorong komunikasi yang transparan dan mempromosikan dialog regional diantara regulator, akademisi, ahli kesehatan masyarakat, ilmuwan dan sektor pangan.
Food Industry Asia Giatkan...
Food Industry Asia Giatkan...
Food Industry Asia Giatkan...
Food Industry Asia Giatkan...

Food Industry Asia Giatkan Dialog Ilmiah Pengurangan Gula

Kamis, 30 Oktober 2025 - 16:39 WIB
A A A
Jakarta - Food Industry Asia (FIA) menyelenggarakan Lokakarya Ilmiah & Regulasi Regional bertema “Scientific Solutions for Public Health : Enabling Policies to Unlock Reformulation with Non-Sugar Sweeteners Science”. Lokakarya ini mengumpulkan regulator, akademisi dan perwakilan industri dari seluruh Asia Tenggara untuk membahas bukti ilmiah terkini tentang Pemanis Non-Gula dan perannya dalam mendukung strategi pengurangan gula dan reformulasi dalam kerangka kesehatan masyarakat.

Penyakit Tidak Menular Terkait Pola Makan (PTM Terkait Diet) terus menjadi kekhawatiran yang berkembang di kawasan ini, dengan konsumsi gula berlebih diakui sebagai faktor kontributor utama. Pemerintah di seluruh Asia Tenggara memajukan berbagai inisiatif kesehatan masyarakat, termasuk memperkuat sistem pelabelan nutrisi dan mendorong reformulasi produk untuk mendukung pilihan pola makan yang lebih sehat.

Lokakarya ini bertujuan untuk membangun pemahaman ilmiah, mendorong komunikasi yang transparan dan mempromosikan dialog regional diantara regulator, akademisi, ahli kesehatan masyarakat, ilmuwan dan sektor pangan. Diskusi difokuskan pada penyelarasan kebijakan dan ilmu pengetahuan untuk mendukung reformulasi produk yang lebih sehat, khususnya melalui penggunaan Pemanis Non-Gula yang bertanggung jawab, dengan cara yang berkontribusi pada tujuan kesehatan masyarakat nasional dan regional.

Acara dibuka dengan sambutan dari Matt Kovac, Chief Executive Officer dari Food Industry Asia yang menyambut peserta dari seluruh kawasan dan menekankan pentingnya diskusi tentang Pemanis Non-Gula, reformulasi, dan kesehatan masyarakat. Beliau mencatat bahwa negara-negara Asia Tenggara menghadapi tantangan serupa berupa konsumsi gula yang tinggi dan meningkatnya Penyakit Tidak Menular, menekankan bahwa pengurangan gula dan penggunaan Pemanis Non-Gula memainkan peran penting dalam menciptakan lingkungan pangan yang lebih sehat.

Beliau juga menyoroti pentingnya menyatukan ilmu pengetahuan, kebijakan dan industri untuk memperkuat kolaborasi dan memajukan tujuan bersama untuk meningkatkan hasil kesehatan masyarakat. Prof. Asnawi Abdullah, PhD, Direktur Jenderal Badan Kebijakan Kesehatan, mewakili Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyampaikan bahwa sebagai respons terhadap tantangan kesehatan masyarakat yang meningkat akibat Penyakit Tidak Menular, pemerintah Indonesia sedang mengimplementasikan serangkaian inisiatif kebijakan strategis yang bertujuan untuk mempromosikan pilihan pola makan yang lebih sehat dan mengurangi konsumsi gula secara nasional.

Mengutip beban signifikan Penyakit Tidak Menular pada sistem kesehatan negara dan posisinya sebagai penyebab kematian utama, langkah-langkah baru akan mencakup implementasi sistem pelabelan nutrisi "Nutri-Level" di bagian depan kemasan untuk menginformasikan konsumen tentang kandungan gula, garam, dan lemak dalam produk pangan. Inisiatif ini merupakan bagian dari transformasi kesehatan nasional yang lebih luas yang menekankan pendekatan seluruh pemerintah dan seluruh masyarakat, mendorong kolaborasi multi-pemangku kepentingan untuk mendorong reformulasi produk dan menciptakan lingkungan pangan yang lebih sehat bagi seluruh rakyat Indonesia.

Presentasi utama diberikan oleh Laurent Oger, Direktur Jenderal dari International Sweeteners Association (ISA). Beliau menguraikan bagaimana otoritas regulasi global menilai dan memastikan keamanan Pemanis Non-Gula melalui evaluasi ilmiah yang ketat.

Laurent juga menyoroti konsensus internasional yang berkembang yang mendukung keamanan Pemanis Non-Gula, sambil mengatasi mitos dan kesalahpahaman umum seputar penggunaannya. Sesi-sesi berikutnya mengeksplorasi bukti ilmiah yang muncul tentang Pemanis Non-Gula, menampilkan pengalaman reformulasi praktis dari industri pangan, dan berbagi wawasan konsumen ASEAN tentang pola makan sehat, pilihan produk, dan perilaku konsumsi gula.

Lokakarya diakhiri dengan sesi refleksi dan dialog tentang bagaimana kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dapat membantu menciptakan bersama kebijakan yang memungkinkan inovasi, memajukan upaya pengurangan gula, dan memperkuat kepercayaan publik melalui komunikasi berbasis ilmu pengetahuan. Forum regional ini menegaskan kembali komitmen berkelanjutan FIA untuk mempromosikan dialog yang transparan dan berbasis bukti tentang nutrisi dan kesehatan masyarakat.

Dengan menghubungkan ilmu pengetahuan, kebijakan, dan inovasi industri, FIA berupaya mendukung pemerintah dan mitra di seluruh Asia Tenggara dalam mencapai kemajuan terukur dalam pengurangan gula. Konsensus ilmiah mengonfirmasi bahwa Pemanis Non-Gula, ketika digunakan secara bertanggung jawab, adalah alat yang aman dan berharga untuk strategi reformulasi yang berkontribusi secara bermakna pada tujuan kesehatan masyarakat yang lebih luas.
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Dialog Spesial Ramadhan
Dialog Spesial Ramadhan
Pengurangan Jadwal Perjalanan...
Pengurangan Jadwal Perjalanan LRT Palembang
Ecoton Desak Pengurangan...
Ecoton Desak Pengurangan Pemakaian Plastik Sachet
Unjuk Rasa Tolak Pengurangan...
Unjuk Rasa Tolak Pengurangan Armada Kopaja
Melihat Peluang Usaha...
Melihat Peluang Usaha Food Truck
Rencana Subsidi Gula...
Rencana Subsidi Gula Tebu Bagi Petani
Foto Terkini
Komisi VIII DPR dan...
Komisi VIII DPR dan Menteri Agama Bahas Pengawasan Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren
11 jam yang lalu
Raker Komisi IX DPR,...
Raker Komisi IX DPR, Menkes Paparkan Ancaman Krisis Dokter di Indonesia
11 jam yang lalu
Rupiah Tembus Rp18.000,...
Rupiah Tembus Rp18.000, Ukuran Tahu di Depok Berkurang 2 Sentimeter
11 jam yang lalu
Shin Tae-yong Resmi...
Shin Tae-yong Resmi Nahkodai Persija Jakarta
11 jam yang lalu
Peluncuran CFX10 Tandai...
Peluncuran CFX10 Tandai Babak Baru Industri Kripto Indonesia
11 jam yang lalu
Karaton Ngayogyakarta...
Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat Perkuat Promosi Budaya dan Pariwisata Yogyakarta di Pasar Global
14 jam yang lalu
Foto Terpopuler
Waisak Buddhayana DKI,...
Waisak Buddhayana DKI, Menebar Cinta untuk Perdamaian
Pengunjung Berburu Perlengkapan...
Pengunjung Berburu Perlengkapan Outdoor di Indofest 2026
Jonatan Christie Gagal...
Jonatan Christie Gagal Raih Gelar Indonesia Open 2026
KAI Operasikan 39 Trainset...
KAI Operasikan 39 Trainset New Generation
Dari Bangkok ke Shanghai,...
Dari Bangkok ke Shanghai, KAPPI Ingatkan Dunia: Di Setiap Sudut Indonesia, Kopinya Berbeda Cerita
Jonatan Christie Melaju...
Jonatan Christie Melaju ke Final Indonesia Open 2026