Waspada! Kebiasaan Sepele Ini Bisa Jadi Celah Penyalahgunaan Data
Kamis, 22 Januari 2026 - 20:21 WIB
A
A
A
Jakarta, 22 Januari 2026 — Di tengah pesatnya digitalisasi, risiko kebocoran data pribadi kian meningkat dan kerap berawal dari kebiasaan sehari-hari yang luput disadari.
Data yang bocor berpotensi disalahgunakan, mulai dari pendaftaran pinjaman online ilegal hingga pengurasan rekening bank. Menyadari hal tersebut, VIDA, penyedia solusi digital identity dan fraud prevention terdepan di Indonesia, menegaskan bahwa perlindungan data harus dimulai dari kesadaran individu.
Sebagai wujud komitmen tersebut, VIDA meluncurkan gerakan literasi publik #VIDAJagaKalian, sebuah kampanye edukatif yang mengangkat isu perlindungan data melalui pendekatan yang dekat dengan keseharian masyarakat.
Salah satunya melalui kolaborasi bertajuk “Tukang Gorengan Jadi Tahu”, yang menyoroti praktik penggunaan dokumen pribadi—seperti fotokopi KTP, Kartu Keluarga, dan ijazah—sebagai pembungkus makanan, sebuah kebiasaan yang berisiko membuka celah penyalahgunaan data.
“Sebagian besar kebocoran data tidak hanya disebabkan oleh celah sistem, tetapi juga kelalaian individu. Melalui kampanye #VIDAJagaKalian, kami ingin mendorong perubahan perilaku agar perlindungan data menjadi kebiasaan,” ujar Niki Luhur, Founder dan Group CEO VIDA.
Rangkaian aktivasi #VIDAJagaKalian dapat dikunjungi di kawasan MRT Dukuh Atas pada 22–25 Januari 2026, menghadirkan pengalaman edukatif interaktif serta pembagian gorengan gratis. Kampanye ini juga memperkenalkan DocsVault dan SecureShare di VIDA App—solusi penyimpanan dokumen terenkripsi dengan perlindungan biometrik serta fitur berbagi dokumen yang aman, terkontrol, dan dapat dipantau.
Melalui #VIDAJagaKalian, VIDA menegaskan komitmennya dalam memerangi penipuan digital secara menyeluruh, dengan menggabungkan edukasi publik dan teknologi untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih aman dan tepercaya.
Data yang bocor berpotensi disalahgunakan, mulai dari pendaftaran pinjaman online ilegal hingga pengurasan rekening bank. Menyadari hal tersebut, VIDA, penyedia solusi digital identity dan fraud prevention terdepan di Indonesia, menegaskan bahwa perlindungan data harus dimulai dari kesadaran individu.
Sebagai wujud komitmen tersebut, VIDA meluncurkan gerakan literasi publik #VIDAJagaKalian, sebuah kampanye edukatif yang mengangkat isu perlindungan data melalui pendekatan yang dekat dengan keseharian masyarakat.
Salah satunya melalui kolaborasi bertajuk “Tukang Gorengan Jadi Tahu”, yang menyoroti praktik penggunaan dokumen pribadi—seperti fotokopi KTP, Kartu Keluarga, dan ijazah—sebagai pembungkus makanan, sebuah kebiasaan yang berisiko membuka celah penyalahgunaan data.
“Sebagian besar kebocoran data tidak hanya disebabkan oleh celah sistem, tetapi juga kelalaian individu. Melalui kampanye #VIDAJagaKalian, kami ingin mendorong perubahan perilaku agar perlindungan data menjadi kebiasaan,” ujar Niki Luhur, Founder dan Group CEO VIDA.
Rangkaian aktivasi #VIDAJagaKalian dapat dikunjungi di kawasan MRT Dukuh Atas pada 22–25 Januari 2026, menghadirkan pengalaman edukatif interaktif serta pembagian gorengan gratis. Kampanye ini juga memperkenalkan DocsVault dan SecureShare di VIDA App—solusi penyimpanan dokumen terenkripsi dengan perlindungan biometrik serta fitur berbagi dokumen yang aman, terkontrol, dan dapat dipantau.
Melalui #VIDAJagaKalian, VIDA menegaskan komitmennya dalam memerangi penipuan digital secara menyeluruh, dengan menggabungkan edukasi publik dan teknologi untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih aman dan tepercaya.
(sra)