Transformasi ngaji.ai Sambut Ramadan 1447 H
Rabu, 11 Februari 2026 - 19:20 WIB
A
A
A
Menyambut Ramadan, banyak Muslim memiliki niat untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an dan lebih konsisten beribadah. Namun, kesibukan dan ritme hidup yang cepat kerap menjadi tantangan. Menjawab kebutuhan tersebut, ngaji.ai bertransformasi dari aplikasi belajar mengaji menjadi pendamping ibadah harian yang praktis dan relevan dengan kehidupan modern.
Hingga kini, ngaji.ai telah digunakan oleh lebih dari 403 ribu pengguna, dengan sekitar 39 ribu pelanggan premium. Angka ini mencerminkan tingginya kebutuhan akan pendamping ibadah yang terarah dan kontekstual. Fara Abdullah, Chief Business Development Officer Vokal.ai, menyebut ngaji.ai hadir untuk menemani, bukan membebani, dengan pendekatan yang perlahan, konsisten, dan sesuai kebutuhan Muslim masa kini.
Rata-rata penggunaan harian yang mencapai lebih dari tujuh menit menunjukkan aplikasi ini menjadi bagian dari rutinitas ibadah pengguna. Transformasi fitur seperti Sholat, Doa, Dzikir, dan terutama Ikhtiar memungkinkan pengguna fokus pada satu tujuan ibadah yang dipecah menjadi langkah kecil selama tujuh hari, sehingga terasa lebih ringan dan realistis.
Ke depan, ngaji.ai menargetkan ekspansi kerja sama dengan institusi bisnis dan pemerintah pada 2026, serta membuka peluang menjangkau pasar Asia Tenggara. Selain pengembangan teknologi, ngaji.ai juga memperluas dampak sosial melalui kolaborasi dengan Rumah Zakat, institusi pendidikan, dan berbagai komunitas Muslim.
Menyambut Ramadan 1447 H, ngaji.ai mengajak umat Muslim menjadikan bulan suci sebagai awal membangun kebiasaan ibadah yang konsisten dan terstruktur—cukup dimulai dari satu ikhtiar kecil setiap hari.
Hingga kini, ngaji.ai telah digunakan oleh lebih dari 403 ribu pengguna, dengan sekitar 39 ribu pelanggan premium. Angka ini mencerminkan tingginya kebutuhan akan pendamping ibadah yang terarah dan kontekstual. Fara Abdullah, Chief Business Development Officer Vokal.ai, menyebut ngaji.ai hadir untuk menemani, bukan membebani, dengan pendekatan yang perlahan, konsisten, dan sesuai kebutuhan Muslim masa kini.
Rata-rata penggunaan harian yang mencapai lebih dari tujuh menit menunjukkan aplikasi ini menjadi bagian dari rutinitas ibadah pengguna. Transformasi fitur seperti Sholat, Doa, Dzikir, dan terutama Ikhtiar memungkinkan pengguna fokus pada satu tujuan ibadah yang dipecah menjadi langkah kecil selama tujuh hari, sehingga terasa lebih ringan dan realistis.
Ke depan, ngaji.ai menargetkan ekspansi kerja sama dengan institusi bisnis dan pemerintah pada 2026, serta membuka peluang menjangkau pasar Asia Tenggara. Selain pengembangan teknologi, ngaji.ai juga memperluas dampak sosial melalui kolaborasi dengan Rumah Zakat, institusi pendidikan, dan berbagai komunitas Muslim.
Menyambut Ramadan 1447 H, ngaji.ai mengajak umat Muslim menjadikan bulan suci sebagai awal membangun kebiasaan ibadah yang konsisten dan terstruktur—cukup dimulai dari satu ikhtiar kecil setiap hari.
(sra)