Buffet Timur Tengah dan Nusantara Meriahkan Buka Puasa Novotel Tangerang
Minggu, 22 Februari 2026 - 18:36 WIB
A
A
A
TANGERANG - Deretan hidangan khas Timur Tengah langsung menyita perhatian para tamu yang akan berbuka puasa. Nasi kebuli mengepul berdampingan dengan shawarma ayam dan daging domba yang dipotong hangat. Di tengah kawasan Tangcity Superblock, pengalaman iftar terasa berbeda. Hotel Novotel Tangerang menghadirkan program all you can eat selama Ramadan di The Square Restaurant. Paket ini memadukan kuliner khas Timur Tengah, Nusantara dan internasional.
Meja prasmanan membentang di tengah ruangan berlapis marmer mengilap. Lampu gantung silinder memancarkan cahaya hangat ke seluruh sudut. Dinding krem membalut area makan sementara dinding berlapis mosaik cokelat kemerahan membingkai area live cooking.
Koki meracik tumisan di atas teppanyaki grill. Asap tipis naik ketika saus dituangkan ke tumisan daging dan sayuran yang mengepul. Botol kecap dan minyak berjajar rapi di sekitarnya. Dua tamu perempuan berdiri tak jauh dari grill, masing-masing memegang ponsel, mengabadikan momen ketika koki membalik dan mencacah tumisan dengan spatula. Aktivitas ini menjadi daya tarik tersendiri—bukan sekadar menunggu makanan matang, tetapi juga menyaksikan prosesnya secara langsung.
Tak jauh dari sana, di carving station, seorang koki perempuan mengiris daging panggang. Potongan daging tersaji berdampingan dengan paprika merah dan hijau yang dibelah dua serta seikat rosemary sebagai garnish. Seorang tamu pria berdiri di depannya, memegang piring dan menunggu potongan daging disajikan.
Menu utama lain meliputi steamed fish with superior soy sauce. Grilled beef teriyaki dan beef bulgogi turut melengkapi pilihan. Hidangan Nusantara seperti paket nasi padang dan beragam lauk warung sunda termasuk nasi liwet tersedia di meja buffet.
Sebuah mesin serut es manual berwarna hijau tua berdiri di atas meja lain. Di sampingnya, deretan toples kaca berisi sirup merah, potongan cincau hijau, cendol, nata de coco, dan bahan pelengkap lainnya tersusun rapi. Seorang anak meracik minumannya sendiri. Ia memegang mangkuk kecil, menambahkan bahan satu per satu dari toples kaca menggunakan sendok kayu.
Area ini menghadirkan nuansa takjil tradisional yang akrab dengan suasana Ramadan—es campur dan minuman manis lain sebagai pelepas dahaga setelah seharian berpuasa. Tersedia pula bajigur, gorengan kaki lima serta aneka asinan dan manisan.
Meja dessert juga menampilkan umm ali dan kunafeh menggoda. Baklava, halawat el jibn, serta muhalabia tersusun rapi. Buah segar dan aneka pastry melengkapi sajian penutup. Tampak pula puding cokelat bening berkilau, dengan lapisan saus karamel yang menggenang di puncaknya, dihias irisan stroberi merah dan daun pandan hijau. Di sekelilingnya, potongan cake cokelat, aneka dessert dalam gelas kecil, serta kudapan tradisional tersusun di atas rak bertingkat.
General Manager Novotel Tangerang, Windiarto, mengungkapkan, kurasi menu dilakukan secara khusus. “Kami hadirkan berbagai menu internasional dan Nusantara terbaik dan istimewa,” ujarnya. Ia menyebut nasi kebuli menjadi favorit tamu. “Setiap hari selalu tersedia,” katanya. Harga paket iftar dibanderol Rp399.000 nett per orang. Tamu dapat menikmati buffet sepuasnya selama Ramadan.
Di area outdoor, para tamu memenuhi meja dan kursi dengan rerimbunan tumbuhan hijau di sekitarnya yang memberi kesan asri. Di sisi yang menghadap langsung ke taman rumput, tiga pasang meja dan bangku kayu tersusun sejajar. Area ini memberi nuansa makan malam yang lebih syahdu, ditemani udara terbuka dan cahaya lampu taman yang temaram.
Tak jauh dari sana, sebuah meja marmer cokelat berdiri kokoh dengan 14 kursi mengelilinginya. Meja panjang ini dirancang bagi keluarga besar atau rombongan berbuka puasa bersama. Pilihan duduk lainnya hadir melalui kursi rotan hitam dan putih. Setiap kursi dilengkapi bantal busa empuk berwarna biru yang serasi. Kombinasi warna itu memberi sentuhan santai di tengah lanskap taman yang hijau. Area ini sering menjadi pilihan tamu yang ingin berbincang lebih lama setelah berbuka.
Tersedia pula kids corner yang menghadap langsung ke area hijau. Di antara dua set meja dan kursi kecil tampak seorang anak memainkan raket mini didampingi ayahnya. Tampak sarana bermain lain seperti bakiak mini, raket mini, set panahan lengkap hingga sepeda mini.
Taman rumput terbentang cukup luas. Untaian lampu pijar menggantung rendah di atasnya, membentuk garis cahaya hangat. Di ujung taman, sebuah amfiteater dimanfaatkan sebagai lokasi salat magrib berjamaah. Permukaannya rata dan cukup luas untuk beberapa saf. Sepasang keran wudhu tersedia di kiri dan kanan area tersebut, memudahkan tamu bersuci sebelum beribadah.
Keseluruhan tata letak area luar ini memperhatikan fungsi, kenyamanan, dan kebutuhan keluarga. Taman, tempat ibadah, serta ruang bermain berpadu dalam satu komposisi yang terencana. Di sinilah berbuka puasa tidak hanya menjadi kegiatan makan bersama, tetapi juga pengalaman yang utuh dan menyeluruh.
Meja prasmanan membentang di tengah ruangan berlapis marmer mengilap. Lampu gantung silinder memancarkan cahaya hangat ke seluruh sudut. Dinding krem membalut area makan sementara dinding berlapis mosaik cokelat kemerahan membingkai area live cooking.
Koki meracik tumisan di atas teppanyaki grill. Asap tipis naik ketika saus dituangkan ke tumisan daging dan sayuran yang mengepul. Botol kecap dan minyak berjajar rapi di sekitarnya. Dua tamu perempuan berdiri tak jauh dari grill, masing-masing memegang ponsel, mengabadikan momen ketika koki membalik dan mencacah tumisan dengan spatula. Aktivitas ini menjadi daya tarik tersendiri—bukan sekadar menunggu makanan matang, tetapi juga menyaksikan prosesnya secara langsung.
Tak jauh dari sana, di carving station, seorang koki perempuan mengiris daging panggang. Potongan daging tersaji berdampingan dengan paprika merah dan hijau yang dibelah dua serta seikat rosemary sebagai garnish. Seorang tamu pria berdiri di depannya, memegang piring dan menunggu potongan daging disajikan.
Menu utama lain meliputi steamed fish with superior soy sauce. Grilled beef teriyaki dan beef bulgogi turut melengkapi pilihan. Hidangan Nusantara seperti paket nasi padang dan beragam lauk warung sunda termasuk nasi liwet tersedia di meja buffet.
Sebuah mesin serut es manual berwarna hijau tua berdiri di atas meja lain. Di sampingnya, deretan toples kaca berisi sirup merah, potongan cincau hijau, cendol, nata de coco, dan bahan pelengkap lainnya tersusun rapi. Seorang anak meracik minumannya sendiri. Ia memegang mangkuk kecil, menambahkan bahan satu per satu dari toples kaca menggunakan sendok kayu.
Area ini menghadirkan nuansa takjil tradisional yang akrab dengan suasana Ramadan—es campur dan minuman manis lain sebagai pelepas dahaga setelah seharian berpuasa. Tersedia pula bajigur, gorengan kaki lima serta aneka asinan dan manisan.
Meja dessert juga menampilkan umm ali dan kunafeh menggoda. Baklava, halawat el jibn, serta muhalabia tersusun rapi. Buah segar dan aneka pastry melengkapi sajian penutup. Tampak pula puding cokelat bening berkilau, dengan lapisan saus karamel yang menggenang di puncaknya, dihias irisan stroberi merah dan daun pandan hijau. Di sekelilingnya, potongan cake cokelat, aneka dessert dalam gelas kecil, serta kudapan tradisional tersusun di atas rak bertingkat.
General Manager Novotel Tangerang, Windiarto, mengungkapkan, kurasi menu dilakukan secara khusus. “Kami hadirkan berbagai menu internasional dan Nusantara terbaik dan istimewa,” ujarnya. Ia menyebut nasi kebuli menjadi favorit tamu. “Setiap hari selalu tersedia,” katanya. Harga paket iftar dibanderol Rp399.000 nett per orang. Tamu dapat menikmati buffet sepuasnya selama Ramadan.
Di area outdoor, para tamu memenuhi meja dan kursi dengan rerimbunan tumbuhan hijau di sekitarnya yang memberi kesan asri. Di sisi yang menghadap langsung ke taman rumput, tiga pasang meja dan bangku kayu tersusun sejajar. Area ini memberi nuansa makan malam yang lebih syahdu, ditemani udara terbuka dan cahaya lampu taman yang temaram.
Tak jauh dari sana, sebuah meja marmer cokelat berdiri kokoh dengan 14 kursi mengelilinginya. Meja panjang ini dirancang bagi keluarga besar atau rombongan berbuka puasa bersama. Pilihan duduk lainnya hadir melalui kursi rotan hitam dan putih. Setiap kursi dilengkapi bantal busa empuk berwarna biru yang serasi. Kombinasi warna itu memberi sentuhan santai di tengah lanskap taman yang hijau. Area ini sering menjadi pilihan tamu yang ingin berbincang lebih lama setelah berbuka.
Tersedia pula kids corner yang menghadap langsung ke area hijau. Di antara dua set meja dan kursi kecil tampak seorang anak memainkan raket mini didampingi ayahnya. Tampak sarana bermain lain seperti bakiak mini, raket mini, set panahan lengkap hingga sepeda mini.
Taman rumput terbentang cukup luas. Untaian lampu pijar menggantung rendah di atasnya, membentuk garis cahaya hangat. Di ujung taman, sebuah amfiteater dimanfaatkan sebagai lokasi salat magrib berjamaah. Permukaannya rata dan cukup luas untuk beberapa saf. Sepasang keran wudhu tersedia di kiri dan kanan area tersebut, memudahkan tamu bersuci sebelum beribadah.
Keseluruhan tata letak area luar ini memperhatikan fungsi, kenyamanan, dan kebutuhan keluarga. Taman, tempat ibadah, serta ruang bermain berpadu dalam satu komposisi yang terencana. Di sinilah berbuka puasa tidak hanya menjadi kegiatan makan bersama, tetapi juga pengalaman yang utuh dan menyeluruh.
(sra)