Semarak Bazar Bilebante Gairahkan Ekonomi Desa Lombok
Selasa, 24 Februari 2026 - 19:42 WIB
A
A
A
Jakarta - Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) bersama Inotek dan mitra lokal menggelar Semarak Bazar Ramadan, di Desa Wisata Bilebante, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (15/2). Bazar yang melibatkan 40 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ini dibuka oleh istri Gubernur NTB, Shinta Agathia Soedjoko, bersama Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB, Dr Baiq Mulianah, camat dan kepala desa setempat, dengan seremoni pemukulan kentongan.
Lokasi bazar ini berada di lahan pasar tematik milik pemerintah desa. Lokasinya sangat strategis dipinggir jalan raya, sehingga mudah diakses warga yang ingin berburu takjil.
Berbagai macam sajian kuliner khas Suku Sasak dijual pelaku UMKM. Antara lain, minuman jamu mule gati, bakso rumput laut, sate jamur, nasi ebatan, sate pusut hingga ayam rangkat khas desa ini.
Untuk membeli berbagai produk di bazar, pengunjung harus menukarkan uang mereka dengan kepeng kayu di pintu masuk terlebih dahulu. Shinta, yang juga ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB, berkeliling melihat produk-produk yang dijual di bazar tersebut.
Shinta Agathia mengajak seluruh masyarakat untuk datang berbelanja bersama. Variasi menu makanan dan produk UMKM bisa dibeli untuk takjil dan hidangan setelah berbuka puasa.
“Selain memudahkan kita yang di rumah, juga untuk membantu masyarakat (UMKM) disini, membantu perekonomian agar lebih baik lagi,” ujarnya.
Triyanto, selaku penanggung jawab Semarak Bazar Ramadhan menjelaskan, acara ini bertujuan untuk memberdayakan UMKM binaandari sektor makanan, kerajinan tangan hingga jasa pijat kesehatan yang telah mendapatkan pelatihan profesional. “Bazar ini ada karena melihat potensi lokal disini bagus dan juga Bilabante ini sebagai desa wisata, jadi bagaimana agar UMKM lokal bisa maju, salah satunya melalui bazar ini,” jelas Triyanto.
Salah satu daya tarik uniknya adalah sistem transaksi yang menggunakanmata uang koin kayu bernama kepenguntuk memudahkan pemantauan omzet penjualan. Selain menggerakkan roda ekonomi desa, inisiatif ini berhasilmengaktifkan kembali lahan terbengkalaimenjadi pusat kegiatan produktif masyarakat.
Melalui program ini, pemerintah desa dan penyelenggara berupaya mensinergikan potensipariwisata lokal dengan kemajuan digital marketingpara pelaku usaha kecil. Lebih lanjut ia menjelaskan, kolaborasi untuk membantu UMKM di Desa Bilebante dilakukan melalui berbagai inisiatif pembinaan, pelatihan keterampilan dan penyediaan wadah pemasaran.
Beberapa bentuk kolaborasi SETC untuk mendukung perkembangan UMKM tersebut antara lain :
*01. Pembinaan melalui Collaborator Hub*
Program ini diinisiasi oleh SETC melalui "Collaborator Hub" Koperasi Wanita Putri Rinjani yang dipimpin Hj Zaenab. Ia bertugas memberikan pembinaan langsung kepada sekitar 40 UMKM di Desa Bilebante dan desa sekitarnya seperti Lendang Are dan Ungge.
*Pelatihan Keterampilan Teknis dan Digital*
Sejak tahun 2023, kolaborasi ini telah memberikan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk dan jangkauan pasar, diantaranya foto produk untuk meningkatkan daya tarik visual barang dagangan. Pelatihan menjahit dan membuat pola. Digital marketing agar pelaku UMKM dapat memasarkan produknya secara daring.
*03. Peningkatan Standar Layanan*
Kolaborasi ini juga menyentuh sektor jasa, seperti terapis urut lokal yang awalnya bersifat tradisional kini telah dilatih dengan standar pariwisata (tourism standard) agar lebih profesional dalam melayani tamu hotel atau wisatawan.
*04. Penyediaan Wadah Pasar (Bazar)*
Melalui kegiatan ini, UMKM diberikan platform untuk menjual berbagai produk mulai dari makanan, minuman, hingga kerajinan tangan (craft). Hal ini bertujuan agar UMKM lokal memiliki pasar yang jelas selain bergantung pada sektor pariwisata biasa.
*05. Reaktivasi Ekonomi Desa*
Kolaborasi ini memanfaatkan dan mengaktifkan kembali lahan desa yang sudah lima tahun terbengkalai untuk dijadikan lokasi bazar, sehingga mampu menunjang perekonomian desa secara keseluruhan.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Ahmad Nur Aulia yang hadir dilokasi acara mengapresiasi kegiatan ini yang merupakan kolaborasi SETC dengan mitra lokal. Dengan adanya kegiatan ini, ia berharap kemampuan UMKM di Desa Bilabante bisa terus ditingkatkan serta tercipta ekosistem usaha yang saling mendukung.
“Tadi kita lihat bagaimana proses menumbuhkan trust kepada pengunjung melalui pembelanjaan cashless,” katanya.Kegiatan ini semakin menguatkan aktivitas ekonomi desa-desa wisata di NTB.
Jika diterapkan pada 1.166 desa/kelurahan lain diseluruh wilayah NTB, maka bisa menggerakan perekonomian diakar rumput. “Ini pembelajaran yang sangat luar biasa bagaimana membentuk ekosistem dari tata kelola pemberdayaan UMKM untuk mengembangkan potensi yang dimiliki,” harapnya.
Lokasi bazar ini berada di lahan pasar tematik milik pemerintah desa. Lokasinya sangat strategis dipinggir jalan raya, sehingga mudah diakses warga yang ingin berburu takjil.
Berbagai macam sajian kuliner khas Suku Sasak dijual pelaku UMKM. Antara lain, minuman jamu mule gati, bakso rumput laut, sate jamur, nasi ebatan, sate pusut hingga ayam rangkat khas desa ini.
Untuk membeli berbagai produk di bazar, pengunjung harus menukarkan uang mereka dengan kepeng kayu di pintu masuk terlebih dahulu. Shinta, yang juga ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB, berkeliling melihat produk-produk yang dijual di bazar tersebut.
Shinta Agathia mengajak seluruh masyarakat untuk datang berbelanja bersama. Variasi menu makanan dan produk UMKM bisa dibeli untuk takjil dan hidangan setelah berbuka puasa.
“Selain memudahkan kita yang di rumah, juga untuk membantu masyarakat (UMKM) disini, membantu perekonomian agar lebih baik lagi,” ujarnya.
Triyanto, selaku penanggung jawab Semarak Bazar Ramadhan menjelaskan, acara ini bertujuan untuk memberdayakan UMKM binaandari sektor makanan, kerajinan tangan hingga jasa pijat kesehatan yang telah mendapatkan pelatihan profesional. “Bazar ini ada karena melihat potensi lokal disini bagus dan juga Bilabante ini sebagai desa wisata, jadi bagaimana agar UMKM lokal bisa maju, salah satunya melalui bazar ini,” jelas Triyanto.
Salah satu daya tarik uniknya adalah sistem transaksi yang menggunakanmata uang koin kayu bernama kepenguntuk memudahkan pemantauan omzet penjualan. Selain menggerakkan roda ekonomi desa, inisiatif ini berhasilmengaktifkan kembali lahan terbengkalaimenjadi pusat kegiatan produktif masyarakat.
Melalui program ini, pemerintah desa dan penyelenggara berupaya mensinergikan potensipariwisata lokal dengan kemajuan digital marketingpara pelaku usaha kecil. Lebih lanjut ia menjelaskan, kolaborasi untuk membantu UMKM di Desa Bilebante dilakukan melalui berbagai inisiatif pembinaan, pelatihan keterampilan dan penyediaan wadah pemasaran.
Beberapa bentuk kolaborasi SETC untuk mendukung perkembangan UMKM tersebut antara lain :
*01. Pembinaan melalui Collaborator Hub*
Program ini diinisiasi oleh SETC melalui "Collaborator Hub" Koperasi Wanita Putri Rinjani yang dipimpin Hj Zaenab. Ia bertugas memberikan pembinaan langsung kepada sekitar 40 UMKM di Desa Bilebante dan desa sekitarnya seperti Lendang Are dan Ungge.
*Pelatihan Keterampilan Teknis dan Digital*
Sejak tahun 2023, kolaborasi ini telah memberikan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk dan jangkauan pasar, diantaranya foto produk untuk meningkatkan daya tarik visual barang dagangan. Pelatihan menjahit dan membuat pola. Digital marketing agar pelaku UMKM dapat memasarkan produknya secara daring.
*03. Peningkatan Standar Layanan*
Kolaborasi ini juga menyentuh sektor jasa, seperti terapis urut lokal yang awalnya bersifat tradisional kini telah dilatih dengan standar pariwisata (tourism standard) agar lebih profesional dalam melayani tamu hotel atau wisatawan.
*04. Penyediaan Wadah Pasar (Bazar)*
Melalui kegiatan ini, UMKM diberikan platform untuk menjual berbagai produk mulai dari makanan, minuman, hingga kerajinan tangan (craft). Hal ini bertujuan agar UMKM lokal memiliki pasar yang jelas selain bergantung pada sektor pariwisata biasa.
*05. Reaktivasi Ekonomi Desa*
Kolaborasi ini memanfaatkan dan mengaktifkan kembali lahan desa yang sudah lima tahun terbengkalai untuk dijadikan lokasi bazar, sehingga mampu menunjang perekonomian desa secara keseluruhan.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Ahmad Nur Aulia yang hadir dilokasi acara mengapresiasi kegiatan ini yang merupakan kolaborasi SETC dengan mitra lokal. Dengan adanya kegiatan ini, ia berharap kemampuan UMKM di Desa Bilabante bisa terus ditingkatkan serta tercipta ekosistem usaha yang saling mendukung.
“Tadi kita lihat bagaimana proses menumbuhkan trust kepada pengunjung melalui pembelanjaan cashless,” katanya.Kegiatan ini semakin menguatkan aktivitas ekonomi desa-desa wisata di NTB.
Jika diterapkan pada 1.166 desa/kelurahan lain diseluruh wilayah NTB, maka bisa menggerakan perekonomian diakar rumput. “Ini pembelajaran yang sangat luar biasa bagaimana membentuk ekosistem dari tata kelola pemberdayaan UMKM untuk mengembangkan potensi yang dimiliki,” harapnya.
(sra)