Kick Off IKM Development 2026, Astra Dorong Kemandirian IKM
Rabu, 22 April 2026 - 19:01 WIB
A
A
A
Ketua Yayasan Astra – Yayasan Dharma Bhakti Astra (Yayasan Astra), Rahmat Samulo (tengah) bersama Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut (LMEA) Kementerian Perindustrian RI, Ir. Dini Hanggandari, M.Si. (ketujuh kiri); Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian KADIN Indonesia, Saleh Husin (kelima kiri); serta para Agen Pemegang Merek (APM) Grup Astra yang diwakili oleh Head of Purchasing Division PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Indrawan; Supplier Network Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Chumaidillah; Purchasing Supplier Management Dept Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Hans Kurniawan; Quality Assurances Division Head PT Astra Honda Motor (AHM), Risdianto; Key Account Management PT Astra Otoparts Tbk (AOP), Monica Bella Adiputri; Direktur Supply Chain Management PT United Tractors Pandu Engineering (UTPE), Christian Jaya Djasmin; perwakilan Tier 1 APM Grup Astra, dan perwakilan IKM setelah proses penandatanganan Komitmen Bersama dalam Kick-Off Program IKM Development 2026 di William Soeryadjaya Hall, PT Astra International Tbk Jakarta, Rabu, 22 April 2026.
Program ini bertujuan memperkuat rantai pasok industri nasional melalul kolaborasi dengan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia.
Sejak 2020, program telah melibatkan 78 IKM dengan nilai transaksi Rp339,8 miliar dan 29 IKM berstatus mandiri. Ketua Yayasan Astra, Rahmat Samulo, menyebut program ini sebagai investasi jangka panjang bagi penguatan ekosistem industri.
Pada 2026, sebanyak 35 IKM akan mendapat pelatihan dan pendampingan intensif, dengan target seluruh peserta memenuhi standar industri dan mencetak delapan IKM mandiri baru.
Program ini bertujuan memperkuat rantai pasok industri nasional melalul kolaborasi dengan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia.
Sejak 2020, program telah melibatkan 78 IKM dengan nilai transaksi Rp339,8 miliar dan 29 IKM berstatus mandiri. Ketua Yayasan Astra, Rahmat Samulo, menyebut program ini sebagai investasi jangka panjang bagi penguatan ekosistem industri.
Pada 2026, sebanyak 35 IKM akan mendapat pelatihan dan pendampingan intensif, dengan target seluruh peserta memenuhi standar industri dan mencetak delapan IKM mandiri baru.
(sra)