Kraton Jogja Angkat...
1/3
Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat membawa konser Yogyakarta Royal Orchestra (YRO) ke Jakarta sebagai seruan kebangkitan budaya dalam momentum Hari Kebangkitan Nasional.
Kraton Jogja Angkat...
2/3
Tajuk Gregah Nusa dipilih sebagai simbol ajakan bangkitnya kesadaran kolektif bangsa melalui musik.
Kraton Jogja Angkat...
3/3
Konser ini akan digelar pada Sabtu (16/5/2026) di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta Pusat mulai pukul 17.00 WIB. Yogyakarta Royal Orchestra akan menampilkan keberagaman musikal Nusantara dalam balutan orkestra modern dan instrumen tradisi.
Kraton Jogja Angkat...
Kraton Jogja Angkat...
Kraton Jogja Angkat...

Kraton Jogja Angkat Orkestra Nusantara di Jakarta, Gregah Nusa Gaungkan Kebangkitan Budaya

Minggu, 17 Mei 2026 - 12:35 WIB
A A A
Jakarta - Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat membawa konser Yogyakarta Royal Orchestra (YRO) ke Jakarta sebagai seruan kebangkitan budaya dalam momentum Hari Kebangkitan Nasional. Tajuk “Gregah Nusa” dipilih sebagai simbol ajakan bangkitnya kesadaran kolektif bangsa melalui musik.

Konser ini akan digelar pada Sabtu (16/5/2026) di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta Pusat mulai pukul 17.00 WIB. Yogyakarta Royal Orchestra akan menampilkan keberagaman musikal Nusantara dalam balutan orkestra modern dan instrumen tradisi.

Ketua Panitia, GKR Bendara menjelaskan bahwa “Gregah Nusa” bukan sekadar tema artistik. Istilah tersebut merepresentasikan semangat bangkit, bergerak dan terjaga untuk kembali meneguhkan identitas bangsa.

“Gregah dalam bahasa Jawa berarti bangkit dan Nusa merujuk pada tanah air sehingga konser ini menjadi seruan aksi untuk membangkitkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap identitas bangsa,” kata GKR Bendara, Sabtu (16/5/2026). Ia menegaskan bahwa konser ini menjadi medium pelestarian budaya yang relevan dengan konteks modern.

Musik dipilih sebagai bahasa universal untuk menggugah rasa kepemilikan terhadap keberagaman Indonesia. “Melalui musik, kami ingin memantik semangat pemulihan dan kemajuan bangsa ditengah tantangan global,” katanya.

GKR Bendara juga menjelaskan alasan pemilihan Jakarta sebagai lokasi konser YRO. Menurutnya, ibu kota menjadi ruang strategis untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam.

“Jakarta adalah pusat pertemuan berbagai latar belakang sehingga nilai-nilai budaya Jawa dapat diakses secara lebih inklusif oleh masyarakat nasional,” ujarnya. Ia menekankan bahwa langkah ini bukan berarti meninggalkan Yogyakarta sebagai

akar budaya.

Justru, Keraton ingin membawa nilai-nilai luhur tersebut ke panggung yang lebih luas. “Ini adalah bentuk kontribusi aktif Keraton dalam merajut keberagaman nasional,” katanya. Dalam konsep pertunjukan, YRO menggabungkan orkestra Barat dengan instrumen tradisi Nusantara.

Pendekatan yang digunakan bukan sekadar tempelan, melainkan penyelarasan sistem musikal yang berbeda. “Penggabungan ini melibatkan konversi titi laras antara instrumen diatonis dan pentatonis, sehingga tercipta harmoni yang utuh,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa konsep tersebut membuka ruang eksplorasi baru bagi musik tradisi. Hal ini sekaligus meningkatkan apresiasi publik terhadap alat musik lokal dalam skala pertunjukan besar.

“Ini membuktikan bahwa batas musikal dapat dilebur dan menghasilkan identitas baru yang khas Indonesia,” katanya. GKR Bendara menilai Yogyakarta Royal Orchestra juga berperan sebagai agen diplomasi budaya.

Orkestra ini tidak hanya melestarikan, tetapi juga memperkenalkan budaya Jawa ke tingkat global. “YRO menjadi wajah modern tradisi Yogyakarta yang dapat diterima oleh publik internasional melalui format orkestra,” ujarnya.

Sementara itu, Project Manager konser, Bagus Pradipta menyebut tajuk “Gregah Nusa” sebagai metafora kebangkitan nasionalisme Indonesia. Ia mengaitkan semangat tersebut dengan momentum sejarah berdirinya Boedi Oetomo.

“Gregah Nusa bermakna bangkitnya bangsa dari keterpurukan, yang menjadi simbol awal pergerakan modern melawan kolonialisme,” ujarnya. Keraton berharap konser ini memberi dampak nyata terutama bagi generasi muda.

Tidak hanya mengenal budaya, tetapi juga menumbuhkan kebanggaan dan dorongan untuk melestarikannya.
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Pesona Miss World 2025...
Pesona Miss World 2025 Hadir di Indonesia, Angkat Budaya Nusantara ke Panggung Dunia
Digelar di Jogja, WCC...
Digelar di Jogja, WCC Nusantara Diikuti Ratusan Pesepeda Wanita
Wild Mild Angkat Cerita...
Wild Mild Angkat Cerita Rakyat Nusantara
Jelang Mandiri Jogja...
Jelang Mandiri Jogja Marathon 2025, Penyelenggara Soroti Budaya dan Keberlanjutan
Jalan Kaki Angkat Bola...
Jalan Kaki Angkat Bola Dunia, Aksi Hari Bumi di Palembang Gaungkan Krisis Lingkungan
Semarak Kirab Budaya...
Semarak Kirab Budaya Nusantara di Kota Lama Semarang
Foto Terkini
Bisnis Indonesia Awards...
Bisnis Indonesia Awards 2026: MSIN Dinobatkan sebagai Perusahaan Terbaik Sektor Media dan Hiburan
5 jam yang lalu
Tingkat Polusi Jakarta...
Tingkat Polusi Jakarta Tertinggi di Dunia
5 jam yang lalu
Kemendukbangga/BKKBN...
Kemendukbangga/BKKBN Inisiasi Komite Kebijakan Ketenagakerjaan dan Pendidikan untuk Optimalkan Bonus Demografi Menuju Indonesia Maju
17 jam yang lalu
Bank DBS Indonesia Perkuat...
Bank DBS Indonesia Perkuat Komitmen Bangun Masa Depan Inklusif melalui Program People of Purpose untuk Lansia
19 jam yang lalu
Dengan Senyuman, Dokter...
Dengan Senyuman, Dokter Tifa Hadapi Sidang Perdana Kasus Dugaan Ijazah Jokowi
19 jam yang lalu
Pelatihan Membatik di...
Pelatihan Membatik di Jakarta Pusat Dukung Pelestarian Budaya
19 jam yang lalu
Foto Terpopuler
Dengan Senyuman, Dokter...
Dengan Senyuman, Dokter Tifa Hadapi Sidang Perdana Kasus Dugaan Ijazah Jokowi
Ketua Umum Pemuda Pancasila...
Ketua Umum Pemuda Pancasila Diperiksa KPK Terkait Kasus Rita Widyasari
Ekspor Mobil Indonesia...
Ekspor Mobil Indonesia Melaju, Pengiriman CBU Naik 31,4 Persen
Nadiem Makarim Divonis...
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara
AdaKami Raih Penghargaan...
AdaKami Raih Penghargaan Top Company in Transparent & Responsible P2P Lending di Indonesia
Kemnaker-Sampoerna Dorong...
Kemnaker-Sampoerna Dorong Praktik Baik Hubungan Industrial Pancasila di Dunia Kerja