Potret Keseruan Festival Dolanan Anak 2026 di Unnes
Selasa, 19 Mei 2026 - 22:24 WIB
A
A
A
Seru dan mengasyikkan begitulah suasana yang terekam dalam kegiatan Festival Dolanan Anak 2026 di Kampung Budaya Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Semarang (Unnes), Selasa (19/5/2026). Festival ini menghadirkan dua kategori lomba, yakni Lomba Ketapel dan Lomba Folklor. Kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengenal kembali permainan tradisional sekaligus memperkuat nilai-nilai seni budaya sejak dini.
Kepala Sub Direktorat Konservasi Unnes, Prof. Dr. Nana Kariada Tri Martuti, M.Si., menjelaskan kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengenalkan seni budaya kepada anak-anak, tetapi juga menanamkan nilai karakter, kreativitas, dan inovasi. “Festival ini menjadi upaya mengenalkan nilai seni budaya kepada anak-anak. Selain pengenalan, juga ada penguatan nilai karakter, kreativitas, dan inovasi, terlebih saat ini anak-anak hidup di era digital,” jelas Prof Nana.
Menurutnya, melalui dolanan anak, peserta dapat belajar bahwa kehidupan tidak hanya berpusat pada diri sendiri. Permainan tradisional juga menjadi sarana untuk membangun kemampuan bersosialisasi dan berinteraksi dengan sesama. “Anak-anak tidak hanya hidup dengan dirinya sendiri. Melalui dolanan anak, mereka bisa belajar bersosialisasi dan berinteraksi dengan teman-temannya,” ujarnya.
FOTO: Ahmad Antoni
Kepala Sub Direktorat Konservasi Unnes, Prof. Dr. Nana Kariada Tri Martuti, M.Si., menjelaskan kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengenalkan seni budaya kepada anak-anak, tetapi juga menanamkan nilai karakter, kreativitas, dan inovasi. “Festival ini menjadi upaya mengenalkan nilai seni budaya kepada anak-anak. Selain pengenalan, juga ada penguatan nilai karakter, kreativitas, dan inovasi, terlebih saat ini anak-anak hidup di era digital,” jelas Prof Nana.
Menurutnya, melalui dolanan anak, peserta dapat belajar bahwa kehidupan tidak hanya berpusat pada diri sendiri. Permainan tradisional juga menjadi sarana untuk membangun kemampuan bersosialisasi dan berinteraksi dengan sesama. “Anak-anak tidak hanya hidup dengan dirinya sendiri. Melalui dolanan anak, mereka bisa belajar bersosialisasi dan berinteraksi dengan teman-temannya,” ujarnya.
FOTO: Ahmad Antoni
(sra)