Raisa Jadi Srikandi, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Makin Megah
Jum'at, 22 Mei 2026 - 06:07 WIB
A
A
A
JAKARTA - Tabuhan musik tradisional menggema dari Main Atrium Grand Indonesia East Mall, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Paduan suara Batavia Madrigal Singers membuka acara dengan komposisi “Andalas Bersatu”. Pengunjung memadati area peluncuran sambil mengangkat telepon genggam merekam penampilan pembuka. Di tengah panggung, tokoh Bagong, Petruk, Limbuk, dan Yuyu Kangkang tampil teatrikal. Beberapa penonton tampak terpukau menyaksikan adegan pencarian sosok Srikandi Nusantara. Sementara itu, tepuk tangan terus pecah sepanjang rangkaian pertunjukan berlangsung.
Pagelaran Sabang Merauke - Hanya Indonesia yang Punya kembali hadir tahun ini. Pertunjukan kolosal tersebut akan digelar pada 21 hingga 23 Agustus 2026 mendatang. Indonesia Arena, Senayan, kembali dipilih menjadi lokasi utama pertunjukan akbar tersebut. Tahun ini, tema “Hikayat Srikandi Nusantara” menjadi pusat cerita utama pagelaran budaya. Tema tersebut menempatkan perempuan sebagai penggerak nilai dan perjalanan budaya Nusantara. Selain megah, konsep pertunjukan dibuat semakin relevan bagi generasi muda masa kini.
Perjalanan Pagelaran Sabang Merauke terus berkembang sejak pertama hadir pada 2022 silam. Awalnya, pertunjukan digelar di Candi Prambanan dengan tema besar Ibu Pertiwi. Saat itu, sekitar 200 pelaku seni tampil di hadapan 400 tamu undangan terbatas. Setahun berikutnya, tema Pahlawan Nusantara menghadirkan semangat patriotisme dalam panggung modern. Pada 2025, pagelaran memasuki Indonesia Arena dengan total 28.000 penonton selama pertunjukan. Kini, produksi tahun 2026 menjadi fase penting memasuki perjalanan tahun kelima mereka.
President Director & Chief Executive Officer iForte, F. Aming Santoso, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pendukung acara. Menurutnya, konsistensi dukungan publik membuat pagelaran terus berkembang setiap tahunnya. “Pagelaran ini selalu berjalan luar biasa berkat dukungan semua pihak,” ujarnya. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Irene Umar, turut menghadiri peluncuran program tersebut. Irene menilai dedikasi tim produksi terlihat sejak tahap persiapan yang sangat serius. Bahkan, tim produksi rela melewatkan kesempatan tampil di Singapura demi pertunjukan ini.
Vice President Director & Deputy Chief Executive Officer iForte, Silvi Liswanda, menjelaskan visi utama pertunjukan tahun ini. Menurutnya, budaya Indonesia perlu dikemas modern agar dekat dengan masyarakat muda. Karena itu, unsur tari, musik, dan teater dipadukan dalam produksi yang menghibur. “Kami ingin budaya Indonesia terasa relevan bagi generasi sekarang,” kata Silvi. Dari sisi talenta, Raisa Andriana bergabung perdana sebagai pemeran utama tokoh Srikandi. Selain Raisa, Galabby Thahira dipercaya memerankan tokoh Limbuk dalam cerita tersebut.
Raisa mengaku telah lama penasaran dengan kemegahan Pagelaran Sabang Merauke sebelumnya. Penyanyi ternama Indonesia itu akhirnya bergabung melalui tema Hikayat Srikandi Nusantara tahun ini. “Tema tahun ini sangat spesial dan dekat dengan perempuan,” tuturnya. Penyanyi Yura Yunita kembali hadir memerankan Mahadewi sekaligus membawakan lagu “Inspirasi Diri”. Menurut Yura, energi panggung Pagelaran Sabang Merauke terasa berbeda dibanding pertunjukan lainnya. Selain itu, Padi Reborn, Indra Bekti, hingga Mirabeth Sonia turut memperkuat produksi tahun ini.
Sutradara Pagelaran Sabang Merauke, Rusmedie Agus, menilai tema perempuan sangat penting diangkat sekarang. Menurutnya, perempuan Nusantara memiliki energi besar dalam perjalanan budaya Indonesia selama berabad-abad. Dalam cerita, Srikandi bertemu Dayang Sumbi, Mande Rubayah, Mahadewi, hingga Calonarang. Setiap karakter menghadirkan nilai keberanian, kasih sayang, pengorbanan, dan kekuatan perempuan Nusantara. Dari sisi produksi, pagelaran melibatkan lebih dari 1.700 pelaku seni dan tim kreatif. Mereka terdiri dari 387 penari budaya, 50 musisi tradisional, dan 60 anggota orkestra.
Koreografer utama Pagelaran Sabang Merauke, Sandhidea Cahyo, menyebut produksi tahun ini sangat kompleks. Hingga kini, timnya telah menyiapkan sekitar 103 nomor koreografi untuk pertunjukan mendatang. Workshop penari dimulai 21 Mei 2026 sebelum latihan intensif tiga bulan di Yogyakarta. Selain panggung utama, pengunjung menikmati festival Usaha Mikro Kecil dan Menengah serta Cultural Fair. Area tersebut menghadirkan instalasi seni, marching band, Barongsai Kong Ha Hong, hingga desa wisata. Dengan pengembangan besar itu, Pagelaran Sabang Merauke semakin menegaskan diri sebagai panggung budaya nasional modern.
Pagelaran Sabang Merauke - Hanya Indonesia yang Punya kembali hadir tahun ini. Pertunjukan kolosal tersebut akan digelar pada 21 hingga 23 Agustus 2026 mendatang. Indonesia Arena, Senayan, kembali dipilih menjadi lokasi utama pertunjukan akbar tersebut. Tahun ini, tema “Hikayat Srikandi Nusantara” menjadi pusat cerita utama pagelaran budaya. Tema tersebut menempatkan perempuan sebagai penggerak nilai dan perjalanan budaya Nusantara. Selain megah, konsep pertunjukan dibuat semakin relevan bagi generasi muda masa kini.
Perjalanan Pagelaran Sabang Merauke terus berkembang sejak pertama hadir pada 2022 silam. Awalnya, pertunjukan digelar di Candi Prambanan dengan tema besar Ibu Pertiwi. Saat itu, sekitar 200 pelaku seni tampil di hadapan 400 tamu undangan terbatas. Setahun berikutnya, tema Pahlawan Nusantara menghadirkan semangat patriotisme dalam panggung modern. Pada 2025, pagelaran memasuki Indonesia Arena dengan total 28.000 penonton selama pertunjukan. Kini, produksi tahun 2026 menjadi fase penting memasuki perjalanan tahun kelima mereka.
President Director & Chief Executive Officer iForte, F. Aming Santoso, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pendukung acara. Menurutnya, konsistensi dukungan publik membuat pagelaran terus berkembang setiap tahunnya. “Pagelaran ini selalu berjalan luar biasa berkat dukungan semua pihak,” ujarnya. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Irene Umar, turut menghadiri peluncuran program tersebut. Irene menilai dedikasi tim produksi terlihat sejak tahap persiapan yang sangat serius. Bahkan, tim produksi rela melewatkan kesempatan tampil di Singapura demi pertunjukan ini.
Vice President Director & Deputy Chief Executive Officer iForte, Silvi Liswanda, menjelaskan visi utama pertunjukan tahun ini. Menurutnya, budaya Indonesia perlu dikemas modern agar dekat dengan masyarakat muda. Karena itu, unsur tari, musik, dan teater dipadukan dalam produksi yang menghibur. “Kami ingin budaya Indonesia terasa relevan bagi generasi sekarang,” kata Silvi. Dari sisi talenta, Raisa Andriana bergabung perdana sebagai pemeran utama tokoh Srikandi. Selain Raisa, Galabby Thahira dipercaya memerankan tokoh Limbuk dalam cerita tersebut.
Raisa mengaku telah lama penasaran dengan kemegahan Pagelaran Sabang Merauke sebelumnya. Penyanyi ternama Indonesia itu akhirnya bergabung melalui tema Hikayat Srikandi Nusantara tahun ini. “Tema tahun ini sangat spesial dan dekat dengan perempuan,” tuturnya. Penyanyi Yura Yunita kembali hadir memerankan Mahadewi sekaligus membawakan lagu “Inspirasi Diri”. Menurut Yura, energi panggung Pagelaran Sabang Merauke terasa berbeda dibanding pertunjukan lainnya. Selain itu, Padi Reborn, Indra Bekti, hingga Mirabeth Sonia turut memperkuat produksi tahun ini.
Sutradara Pagelaran Sabang Merauke, Rusmedie Agus, menilai tema perempuan sangat penting diangkat sekarang. Menurutnya, perempuan Nusantara memiliki energi besar dalam perjalanan budaya Indonesia selama berabad-abad. Dalam cerita, Srikandi bertemu Dayang Sumbi, Mande Rubayah, Mahadewi, hingga Calonarang. Setiap karakter menghadirkan nilai keberanian, kasih sayang, pengorbanan, dan kekuatan perempuan Nusantara. Dari sisi produksi, pagelaran melibatkan lebih dari 1.700 pelaku seni dan tim kreatif. Mereka terdiri dari 387 penari budaya, 50 musisi tradisional, dan 60 anggota orkestra.
Koreografer utama Pagelaran Sabang Merauke, Sandhidea Cahyo, menyebut produksi tahun ini sangat kompleks. Hingga kini, timnya telah menyiapkan sekitar 103 nomor koreografi untuk pertunjukan mendatang. Workshop penari dimulai 21 Mei 2026 sebelum latihan intensif tiga bulan di Yogyakarta. Selain panggung utama, pengunjung menikmati festival Usaha Mikro Kecil dan Menengah serta Cultural Fair. Area tersebut menghadirkan instalasi seni, marching band, Barongsai Kong Ha Hong, hingga desa wisata. Dengan pengembangan besar itu, Pagelaran Sabang Merauke semakin menegaskan diri sebagai panggung budaya nasional modern.
(sra)