Amartha Dorong Pertumbuhan Inklusif melalui Asia Grassroots Forum 2026
Kamis, 04 Juni 2026 - 17:10 WIB
A
A
A
Jakarta, 4 Juni 2026 – Amartha Financial bersama International Finance Corporation (IFC), Accion, dan Women’s World Banking (WWB) menggelar The 2026 Asia Grassroots Forum pada 3-4 Juni 2026 di Jakarta. Mengusung tema “Enabling Growth, Elevating Financial Health”, forum ini menghadirkan lebih dari 500 delegasi yang terdiri dari investor global, pembuat kebijakan, pemimpin bisnis, akademisi, organisasi pembangunan, dan praktisi ekonomi akar rumput.
Forum ini membahas tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari ketidakpastian ekonomi, perubahan geopolitik, hingga perkembangan kecerdasan buatan (AI), serta dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Fokus utama diskusi adalah bagaimana memastikan pertumbuhan ekonomi dapat menciptakan peluang yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan kelompok akar rumput.
Dalam pidato pembukaan, Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menegaskan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang mampu menjangkau lebih banyak masyarakat. Menurutnya, produktivitas, kewirausahaan, dan inovasi harus terus didorong agar kemajuan ekonomi dapat dirasakan secara merata.
Founder dan CEO Amartha Financial, Andi Taufan Garuda Putra, mengatakan bahwa masa depan pertumbuhan inklusif tidak hanya bergantung pada akses keuangan, tetapi juga pada kemampuan masyarakat untuk menjadi lebih produktif, adaptif, dan tangguh secara finansial. Karena itu, forum ini mengedepankan tiga pilar utama, yakni Capital, Technology, dan Community, sebagai fondasi untuk memperkuat kesehatan finansial masyarakat akar rumput.
Pada kesempatan tersebut, Amartha bersama sejumlah mitra juga meluncurkan Indonesian Coalition for Financial Health (ICFH), sebuah inisiatif lintas sektor yang bertujuan mempercepat riset, inovasi, dan kolaborasi guna meningkatkan kesehatan finansial masyarakat Indonesia, khususnya perempuan, pelaku UMKM, petani kecil, dan komunitas akar rumput.
Melalui forum dan inisiatif kolaboratif ini, Amartha berharap dapat mendorong lahirnya solusi nyata yang memperkuat daya saing UMKM, meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga, serta memperluas peluang kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia.
Forum ini membahas tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari ketidakpastian ekonomi, perubahan geopolitik, hingga perkembangan kecerdasan buatan (AI), serta dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Fokus utama diskusi adalah bagaimana memastikan pertumbuhan ekonomi dapat menciptakan peluang yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan kelompok akar rumput.
Dalam pidato pembukaan, Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menegaskan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang mampu menjangkau lebih banyak masyarakat. Menurutnya, produktivitas, kewirausahaan, dan inovasi harus terus didorong agar kemajuan ekonomi dapat dirasakan secara merata.
Founder dan CEO Amartha Financial, Andi Taufan Garuda Putra, mengatakan bahwa masa depan pertumbuhan inklusif tidak hanya bergantung pada akses keuangan, tetapi juga pada kemampuan masyarakat untuk menjadi lebih produktif, adaptif, dan tangguh secara finansial. Karena itu, forum ini mengedepankan tiga pilar utama, yakni Capital, Technology, dan Community, sebagai fondasi untuk memperkuat kesehatan finansial masyarakat akar rumput.
Pada kesempatan tersebut, Amartha bersama sejumlah mitra juga meluncurkan Indonesian Coalition for Financial Health (ICFH), sebuah inisiatif lintas sektor yang bertujuan mempercepat riset, inovasi, dan kolaborasi guna meningkatkan kesehatan finansial masyarakat Indonesia, khususnya perempuan, pelaku UMKM, petani kecil, dan komunitas akar rumput.
Melalui forum dan inisiatif kolaboratif ini, Amartha berharap dapat mendorong lahirnya solusi nyata yang memperkuat daya saing UMKM, meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga, serta memperluas peluang kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia.
(sra)