Raih Guinness World Records, Layanan Umrah Indonesia Tembus Standar Global
Senin, 08 Juni 2026 - 16:16 WIB
A
A
A
TANGERANG - Lebih dari 10 ribu orang berkumpul di hamparan gurun Arab Saudi. Mereka menikmati santap malam halal dalam satu kegiatan besar. Momen itu kemudian tercatat dalam Guinness World Records. Pengakuan tersebut menjadi bukti kemampuan penyelenggara Indonesia mengelola acara internasional berskala besar. Capaian itu diumumkan dalam perayaan milad ke-10 Samira Travel di ICE BSD, Tangerang, Minggu (7/6/2026).
Rekor dunia tersebut diraih pada kategori Largest Attendance of an Outdoor Halal Dinner Event. Penghargaan diberikan setelah penyelenggaraan milad ke-9 penyelenggara perjalanan ibadah umrah dan haji khusus tersebut di Arab Saudi. Acara berlangsung di area terbuka dengan standar pelaksanaan ketat. Owner dan Founder Samira Travel, Fauzi Wahyu Muntoro, mengatakan proses menuju rekor tidak berlangsung singkat. "Kami ajukan sebagai rekor dunia setelah acara selesai," ujarnya.
Menurut Fauzi, penghargaan itu menjadi pencapaian keempat perusahaan. Sebelumnya, mereka telah mengoleksi tiga rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri). Kini, pengakuan datang dari lembaga pencatat rekor tingkat global. Karena itu, pencapaian tersebut dinilai sebagai lompatan penting. "Sekarang naik kelas ke level dunia," katanya.
Meski demikian, jumlah peserta bukan satu-satunya penilaian. Guinness World Records menerapkan verifikasi ketat terhadap berbagai aspek. Penyelenggara wajib memenuhi standar halal, kebersihan, keamanan pangan, hingga pengelolaan limbah. Guinness World Records Official Adjudicator, Aynee Toorabally, menegaskan seluruh syarat harus dipenuhi secara menyeluruh. "Saya berharap rekor ini bertahan bertahun-tahun," ujarnya.
Sementara itu, Fauzi menilai reputasi jauh lebih penting dibanding mengejar rekor baru. Kepercayaan jemaah menjadi fondasi utama industri perjalanan ibadah. Selain itu, masyarakat kini semakin mempertimbangkan keamanan dan kepastian keberangkatan. Industri umrah juga terus berkembang dengan tantangan yang makin kompleks. Karena itu, pihaknya memastikan terus menghadirkan inovasi dan peningkatan layanan bagi para jemaah.
Rekor dunia tersebut diraih pada kategori Largest Attendance of an Outdoor Halal Dinner Event. Penghargaan diberikan setelah penyelenggaraan milad ke-9 penyelenggara perjalanan ibadah umrah dan haji khusus tersebut di Arab Saudi. Acara berlangsung di area terbuka dengan standar pelaksanaan ketat. Owner dan Founder Samira Travel, Fauzi Wahyu Muntoro, mengatakan proses menuju rekor tidak berlangsung singkat. "Kami ajukan sebagai rekor dunia setelah acara selesai," ujarnya.
Menurut Fauzi, penghargaan itu menjadi pencapaian keempat perusahaan. Sebelumnya, mereka telah mengoleksi tiga rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri). Kini, pengakuan datang dari lembaga pencatat rekor tingkat global. Karena itu, pencapaian tersebut dinilai sebagai lompatan penting. "Sekarang naik kelas ke level dunia," katanya.
Meski demikian, jumlah peserta bukan satu-satunya penilaian. Guinness World Records menerapkan verifikasi ketat terhadap berbagai aspek. Penyelenggara wajib memenuhi standar halal, kebersihan, keamanan pangan, hingga pengelolaan limbah. Guinness World Records Official Adjudicator, Aynee Toorabally, menegaskan seluruh syarat harus dipenuhi secara menyeluruh. "Saya berharap rekor ini bertahan bertahun-tahun," ujarnya.
Sementara itu, Fauzi menilai reputasi jauh lebih penting dibanding mengejar rekor baru. Kepercayaan jemaah menjadi fondasi utama industri perjalanan ibadah. Selain itu, masyarakat kini semakin mempertimbangkan keamanan dan kepastian keberangkatan. Industri umrah juga terus berkembang dengan tantangan yang makin kompleks. Karena itu, pihaknya memastikan terus menghadirkan inovasi dan peningkatan layanan bagi para jemaah.
(sra)