OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Rabu, 10 Juni 2026 - 08:40 WIB
A
A
A
Purworejo, Jawa Tengah, 8 Juni 2026 – OREO kembali menghadirkan program "OREO Berbagi Seru" sebagai bentuk dukungan terhadap visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Berkolaborasi dengan Indonesia Mengajar, program ini hadir di Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, dengan mengajak guru, orang tua, dan komunitas pendidikan menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan, aktif, dan bermakna bagi anak-anak.
Program ini mendapat dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Purworejo karena sejalan dengan program "Purworejo Berseri" (Berdaya Saing, Sejahtera, Religius, dan Inovatif) yang menempatkan pendidikan sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Ia mengapresiasi bantuan alat belajar dari OREO yang mendukung pembelajaran mendalam melalui pendekatan yang menyenangkan dan sesuai dengan karakter anak.
Marketing Director Mondel?z Indonesia, Anggya Kumala, mengatakan bahwa pendidikan merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa. Melalui program "OREO Berbagi Seru", OREO ingin menghadirkan pembelajaran yang mampu mendorong anak lebih percaya diri untuk bereksplorasi, bertanya, mencoba hal baru, dan mengembangkan potensinya.
Tahun ini, program "OREO Berbagi Seru" menjangkau tujuh kabupaten di tujuh provinsi, termasuk beberapa wilayah 3T dan daerah marginal, dengan target memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi lebih dari 7.000 siswa. Di Purworejo, program diwujudkan melalui distribusi berbagai alat belajar interaktif berbasis literasi, numerasi, sains, dan bahasa Inggris yang dirancang dengan konsep belajar sambil bermain dan telah disesuaikan dengan kurikulum nasional.
Selain itu, OREO juga menyelenggarakan pelatihan bagi guru, orang tua, dan komunitas pendidikan untuk mengenalkan metode pembelajaran kreatif yang dapat diterapkan di sekolah maupun di rumah. Selama 4–7 Juni 2026, sebanyak 37 guru, 70 orang tua, dan 29 anggota komunitas pendidikan mengikuti pelatihan tersebut. Sebanyak 270 alat belajar yang didistribusikan akan menjangkau 738 siswa sekolah dasar di Purworejo.
Program ini merupakan bagian dari upaya OREO melahirkan Generasi SERU, yaitu generasi yang Solutif, Eksploratif, Responsif, dan Unggul dalam menghadapi tantangan masa depan.
Antusiasme peserta terlihat dari berbagai tanggapan positif. Para guru menilai alat belajar yang diberikan mampu meningkatkan semangat dan keterlibatan siswa dalam proses belajar, sementara para orang tua mendapatkan inspirasi untuk menciptakan aktivitas belajar yang lebih menyenangkan di rumah.
Masyarakat juga dapat turut mendukung program ini melalui pembelian produk OREO, di mana sebagian keuntungan penjualan akan didonasikan untuk mendukung penyelenggaraan program "OREO Berbagi Seru".
"Kami berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, guru, orang tua, dan komunitas dapat membantu anak-anak tidak hanya memahami pelajaran, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan kecintaan terhadap proses belajar. Bersama, kita dapat berkontribusi menciptakan pendidikan Indonesia yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan," tutup Anggya.
Program ini mendapat dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Purworejo karena sejalan dengan program "Purworejo Berseri" (Berdaya Saing, Sejahtera, Religius, dan Inovatif) yang menempatkan pendidikan sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Ia mengapresiasi bantuan alat belajar dari OREO yang mendukung pembelajaran mendalam melalui pendekatan yang menyenangkan dan sesuai dengan karakter anak.
Marketing Director Mondel?z Indonesia, Anggya Kumala, mengatakan bahwa pendidikan merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa. Melalui program "OREO Berbagi Seru", OREO ingin menghadirkan pembelajaran yang mampu mendorong anak lebih percaya diri untuk bereksplorasi, bertanya, mencoba hal baru, dan mengembangkan potensinya.
Tahun ini, program "OREO Berbagi Seru" menjangkau tujuh kabupaten di tujuh provinsi, termasuk beberapa wilayah 3T dan daerah marginal, dengan target memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi lebih dari 7.000 siswa. Di Purworejo, program diwujudkan melalui distribusi berbagai alat belajar interaktif berbasis literasi, numerasi, sains, dan bahasa Inggris yang dirancang dengan konsep belajar sambil bermain dan telah disesuaikan dengan kurikulum nasional.
Selain itu, OREO juga menyelenggarakan pelatihan bagi guru, orang tua, dan komunitas pendidikan untuk mengenalkan metode pembelajaran kreatif yang dapat diterapkan di sekolah maupun di rumah. Selama 4–7 Juni 2026, sebanyak 37 guru, 70 orang tua, dan 29 anggota komunitas pendidikan mengikuti pelatihan tersebut. Sebanyak 270 alat belajar yang didistribusikan akan menjangkau 738 siswa sekolah dasar di Purworejo.
Program ini merupakan bagian dari upaya OREO melahirkan Generasi SERU, yaitu generasi yang Solutif, Eksploratif, Responsif, dan Unggul dalam menghadapi tantangan masa depan.
Antusiasme peserta terlihat dari berbagai tanggapan positif. Para guru menilai alat belajar yang diberikan mampu meningkatkan semangat dan keterlibatan siswa dalam proses belajar, sementara para orang tua mendapatkan inspirasi untuk menciptakan aktivitas belajar yang lebih menyenangkan di rumah.
Masyarakat juga dapat turut mendukung program ini melalui pembelian produk OREO, di mana sebagian keuntungan penjualan akan didonasikan untuk mendukung penyelenggaraan program "OREO Berbagi Seru".
"Kami berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, guru, orang tua, dan komunitas dapat membantu anak-anak tidak hanya memahami pelajaran, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan kecintaan terhadap proses belajar. Bersama, kita dapat berkontribusi menciptakan pendidikan Indonesia yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan," tutup Anggya.
(sra)