Di Tengah Gejolak Global, #BusinessContinuityID Hadirkan Solusi untuk Ketahanan Publik
Selasa, 12 Agustus 2025 - 19:37 WIB
Advertisement
Jakarta, 12 Agustus 2025 — Indonesia, negara dengan populasi terbesar keempat di dunia, memiliki lebih dari 147 juta pekerja aktif di sektor formal dan informal. Namun, pada 2025, tercatat lebih dari 26.000 kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dipicu oleh ketidakstabilan global, pergeseran ekonomi, dan kelemahan sistem kelembagaan dalam menghadapi disrupsi. Dalam situasi ini, kebutuhan akan Business Continuity Management (BCM) menjadi semakin mendesak, bukan hanya bagi sektor swasta, tetapi juga bagi institusi publik yang melayani masyarakat.
Menjawab tantangan tersebut, kampanye bertajuk #BusinessContinuityID resmi diluncurkan oleh Infinity Continuity, firma konsultan ketahanan organisasi yang berfokus pada manajemen keberlangsungan bisnis dan krisis, bekerja sama dengan Campaign for Good, sebuah platform startup sosial berbasis teknologi. Kampanye ini bertujuan membekali organisasi pelayanan publik seperti sekolah, rumah sakit, lembaga keuangan, dan organisasi nonprofit dengan pelatihan serta alat strategis agar tetap berfungsi optimal di tengah krisis dan ketidakpastian.
Melalui kampanye nasional #BusinessContinuityID, lima organisasi terpilih akan memperoleh akses penuh ke Pelatihan Intensif Business Continuity Management selama dua hari—sebuah pengalaman belajar praktis dan mendalam. Peserta tidak hanya mempelajari kerangka teknis untuk menjaga keberlangsungan organisasi, tetapi juga memperoleh strategi penyesuaian krisis yang konkret, aplikatif, dan relevan dengan konteks lokal. Selain itu, peserta akan didampingi untuk mengangkat serta membagikan kisah nyata dari lapangan melalui platform Campaign for Good, sehingga praktik baik dan pembelajaran dari komunitas dapat menginspirasi lintas sektor dan wilayah.
Sebagai pelopor dalam bidang ketahanan organisasi, Infinity Continuity menghadirkan pendekatan terpadu: mulai dari membangun fondasi Business Continuity Plan yang kokoh hingga menyusun strategi manajemen krisis yang adaptif untuk sektor publik maupun swasta. Dengan rekam jejak internasional dan pengalaman lapangan yang luas, Infinity Continuity berperan bukan hanya sebagai fasilitator pelatihan, tetapi juga mitra strategis yang memahami dinamika nyata organisasi dan tantangan operasionalnya.
Gary NG, Director of Preparedness & Resiliency sekaligus Founder Infinity Continuity, menegaskan bahwa ketahanan bukan sekadar pilihan, melainkan fondasi strategis bagi keberlangsungan organisasi pelayanan publik.
“Di tengah ketidakpastian, #BusinessContinuityID hadir sebagai jawaban agar sekolah, klinik, koperasi, dan komunitas tidak hanya bertahan, tetapi tetap memberi dampak saat krisis melanda. Pelatihan Business Continuity Management bukan sekadar soal prosedur internal—ini adalah tentang menjaga nyawa ekosistem sosial yang bergantung pada keberadaan mereka.”
Sementara itu, William Gondokusumo, CEO Campaign for Good, menekankan bahwa kampanye ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan gerakan strategis yang menonjolkan kekuatan komunitas dalam menghadapi krisis.
“Kami ingin menyalakan kembali harapan melalui kisah nyata dari akar rumput tentang bagaimana organisasi tetap bertahan dan hadir saat yang lain menyerah. Dengan dukungan teknologi dan narasi digital, kami bertekad memperluas dampaknya dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut membangun fondasi ketahanan sosial Indonesia yang kokoh dan berkelanjutan.”
Kampanye #BusinessContinuityID telah resmi dimulai sejak Juni dengan membuka pendaftaran bagi organisasi nonprofit dan komunitas di bidang pelayanan publik. Saat ini, proses seleksi masih berlangsung di platform Campaign for Good hingga akhir Agustus. Pada September, dua organisasi terbaik akan diumumkan sebagai penerima beasiswa penuh untuk mengikuti pelatihan intensif di Jakarta. Kampanye ini akan ditutup pada Oktober dengan peluncuran laporan dampak yang merangkum pencapaian, kisah peserta, serta kontribusi mereka.
Menjawab tantangan tersebut, kampanye bertajuk #BusinessContinuityID resmi diluncurkan oleh Infinity Continuity, firma konsultan ketahanan organisasi yang berfokus pada manajemen keberlangsungan bisnis dan krisis, bekerja sama dengan Campaign for Good, sebuah platform startup sosial berbasis teknologi. Kampanye ini bertujuan membekali organisasi pelayanan publik seperti sekolah, rumah sakit, lembaga keuangan, dan organisasi nonprofit dengan pelatihan serta alat strategis agar tetap berfungsi optimal di tengah krisis dan ketidakpastian.
Melalui kampanye nasional #BusinessContinuityID, lima organisasi terpilih akan memperoleh akses penuh ke Pelatihan Intensif Business Continuity Management selama dua hari—sebuah pengalaman belajar praktis dan mendalam. Peserta tidak hanya mempelajari kerangka teknis untuk menjaga keberlangsungan organisasi, tetapi juga memperoleh strategi penyesuaian krisis yang konkret, aplikatif, dan relevan dengan konteks lokal. Selain itu, peserta akan didampingi untuk mengangkat serta membagikan kisah nyata dari lapangan melalui platform Campaign for Good, sehingga praktik baik dan pembelajaran dari komunitas dapat menginspirasi lintas sektor dan wilayah.
Sebagai pelopor dalam bidang ketahanan organisasi, Infinity Continuity menghadirkan pendekatan terpadu: mulai dari membangun fondasi Business Continuity Plan yang kokoh hingga menyusun strategi manajemen krisis yang adaptif untuk sektor publik maupun swasta. Dengan rekam jejak internasional dan pengalaman lapangan yang luas, Infinity Continuity berperan bukan hanya sebagai fasilitator pelatihan, tetapi juga mitra strategis yang memahami dinamika nyata organisasi dan tantangan operasionalnya.
Gary NG, Director of Preparedness & Resiliency sekaligus Founder Infinity Continuity, menegaskan bahwa ketahanan bukan sekadar pilihan, melainkan fondasi strategis bagi keberlangsungan organisasi pelayanan publik.
“Di tengah ketidakpastian, #BusinessContinuityID hadir sebagai jawaban agar sekolah, klinik, koperasi, dan komunitas tidak hanya bertahan, tetapi tetap memberi dampak saat krisis melanda. Pelatihan Business Continuity Management bukan sekadar soal prosedur internal—ini adalah tentang menjaga nyawa ekosistem sosial yang bergantung pada keberadaan mereka.”
Sementara itu, William Gondokusumo, CEO Campaign for Good, menekankan bahwa kampanye ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan gerakan strategis yang menonjolkan kekuatan komunitas dalam menghadapi krisis.
“Kami ingin menyalakan kembali harapan melalui kisah nyata dari akar rumput tentang bagaimana organisasi tetap bertahan dan hadir saat yang lain menyerah. Dengan dukungan teknologi dan narasi digital, kami bertekad memperluas dampaknya dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut membangun fondasi ketahanan sosial Indonesia yang kokoh dan berkelanjutan.”
Kampanye #BusinessContinuityID telah resmi dimulai sejak Juni dengan membuka pendaftaran bagi organisasi nonprofit dan komunitas di bidang pelayanan publik. Saat ini, proses seleksi masih berlangsung di platform Campaign for Good hingga akhir Agustus. Pada September, dua organisasi terbaik akan diumumkan sebagai penerima beasiswa penuh untuk mengikuti pelatihan intensif di Jakarta. Kampanye ini akan ditutup pada Oktober dengan peluncuran laporan dampak yang merangkum pencapaian, kisah peserta, serta kontribusi mereka.
(sra)