Pendampingan Gizi di Batang: Kolaborasi Cegah Stunting di 50 Desa
Kamis, 09 Oktober 2025 - 07:10 WIB
Advertisement
Nestlé Indonesia menggelar kegiatan volunteering Program Pendampingan Gizi di Aula Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada Rabu (8/10/2025). Program ini merupakan bagian dari inisiatif global Nestlé for Healthier Kids, yang mendukung upaya pemerintah dalam percepatan penurunan dan pencegahan stunting.
Kegiatan ini melibatkan karyawan Nestlé dari Pabrik Bandaraya, kader, dan tenaga kesehatan setempat yang mendampingi 52 anak dari 12 desa. Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, mengapresiasi kontribusi nyata Nestlé dan menekankan pentingnya sinergi pentahelix antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam menangani stunting.
Tahun ini, program difokuskan di tiga kabupaten—Batang, Pasuruan, dan Karawang—dengan target menjangkau lebih dari 630 anak berisiko stunting serta melibatkan 1.350 orang tua, kader, dan ibu hamil/menyusui di 95 desa.
Di Batang, program menyasar 259 balita di 50 desa dari 4 kecamatan, dengan dukungan 66 kader dari 119 posyandu. Intervensi gizi dilakukan melalui pemberian satu telur dan satu gelas susu tinggi kalori setiap hari selama enam bulan bagi anak usia 1–4 tahun berisiko stunting. Program juga mencakup edukasi gizi, pola asuh makan, PHBS, pengukuran rutin, dan pemantauan oleh tim ahli dari IPB.
Kegiatan ini melibatkan karyawan Nestlé dari Pabrik Bandaraya, kader, dan tenaga kesehatan setempat yang mendampingi 52 anak dari 12 desa. Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, mengapresiasi kontribusi nyata Nestlé dan menekankan pentingnya sinergi pentahelix antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam menangani stunting.
Tahun ini, program difokuskan di tiga kabupaten—Batang, Pasuruan, dan Karawang—dengan target menjangkau lebih dari 630 anak berisiko stunting serta melibatkan 1.350 orang tua, kader, dan ibu hamil/menyusui di 95 desa.
Di Batang, program menyasar 259 balita di 50 desa dari 4 kecamatan, dengan dukungan 66 kader dari 119 posyandu. Intervensi gizi dilakukan melalui pemberian satu telur dan satu gelas susu tinggi kalori setiap hari selama enam bulan bagi anak usia 1–4 tahun berisiko stunting. Program juga mencakup edukasi gizi, pola asuh makan, PHBS, pengukuran rutin, dan pemantauan oleh tim ahli dari IPB.
(sra)