Advertisement

Batekhan dan KNDS Perkuat Kolaborasi Teknologi Pertahanan Indonesia - Prancis

Rabu, 19 November 2025 - 15:53 WIB
Advertisement
Kepala Badan Teknologi Pertahanan (Batekhan) Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, Mayjen TNI Dr. I.E. Djoko Purwanto, S.E., M.M., menegaskan bahwa kolaborasi Indonesia dengan mitra internasional KNDS mulai menunjukkan hasil konkret dalam pengembangan teknologi pertahanan. Hal itu disampaikan Djoko dalam kegiatan Defence Technology Forum 2025, yang menjadi wadah implementasi kerja sama strategis Indonesia-Prancis di sektor pertahanan.

Djoko menjelaskan, forum tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kerja sama yang sebelumnya telah dijalankan oleh Presiden RI dengan Presiden Prancis. “Kegiatan Defence Forum Teknologi ini merupakan implementasi dari kerja sama yang sudah dilaksanakan oleh Presiden Republik Indonesia dengan Presiden dari Prancis. Kami mencoba membuat suatu implementasi kerja sama khususnya dalam pengembangan teknologi pertahanan,” ujarnya.

Melalui forum itu, Batekhan menelaah berbagai teknologi pertahanan yang dimiliki KNDS dan dinilai relevan untuk memenuhi kebutuhan alutsista Indonesia. “Kami coba lihat teknologi-teknologi apa yang dimiliki oleh KMDS dan dapat memenuhi kebutuhan dari alutsista yang ada di Indonesia,” kata Djoko.

KNDS Tunjukkan Komitmen Transfer Teknologi

Djoko menilai KNDS memiliki komitmen kuat untuk mendukung kemajuan teknologi pertahanan Indonesia, tidak hanya dalam bentuk pengadaan alutsista tetapi juga melalui transfer teknologi dan manufaktur. “Saya lihat KNDS mempunyai niat baik untuk mengembangkan teknologi di Indonesia. Mereka tidak hanya dalam tanda kutip pengadaan alutsista, tapi mereka juga berpikir bagaimana transfer of manufaktur bisa dilaksanakan di Indonesia,” ujarnya.

Beberapa industri pertahanan Indonesia sudah merasakan manfaat dari kerja sama tersebut. Djoko mencontohkan PT Pindad, yang telah menerima transfer teknologi dalam produksi munisi, termasuk munisi kaliber pesawat. “Beberapa industri pertahanan seperti PT Pindad sudah menerima manfaat transfer of manufaktur, khususnya dalam munisi kaliber pesawat,” jelasnya.

KNDS Siap Perkuat Kerja Sama Industri Pertahanan Indonesia

Chief Representative KNDS Indonesia, Thomas Gerard, menegaskan komitmen perusahaannya untuk memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia, khususnya di bidang industri pertahanan. Hal itu disampaikan Thomas dalam sesi wawancara usai Defence Technology Forum 2025, sebuah forum kerja sama teknologi pertahanan yang digagas Batekhan-KNDS.

Thomas mengatakan KNDS telah memiliki hubungan panjang dengan Indonesia. “Partnership ini dengan Indonesia adalah strategis untuk KNDS.

Saya ingin mengambil kesempatan ini untuk mengucapkan terima kasih kepada Kemhan dan TNI atas partnership yang kami percaya selama lebih dari 40 tahun,” ujarnya.

Menurut Thomas, KNDS tidak hanya ingin mempertahankan hubungan yang sudah terjalin, tetapi juga mempercepat dan memperluas ruang lingkup kerja sama. Salah satunya melalui pengembangan kolaborasi industri yang lebih mendalam, termasuk dengan Badan Teknologi Pertahanan (Batekhan) Kemhan RI.

“Kami ingin mempercepat dan memperkuat partnership ini dengan mengembangkan kooperasi industri yang lebih strategis, bukan hanya teknologi dengan Batekan, tapi juga melalui transfer manufaktur ke industri lokal,” tegasnya.

Terkait arah Indonesia menuju kemandirian industri pertahanan, Thomas menegaskan bahwa KNDS siap mendukung penuh langkah tersebut.

Menurutnya, tujuan Indonesia untuk mencapai self-sufficiency sejalan dengan strategi KNDS di kawasan.

Ia mengungkapkan bahwa kunjungan Presiden Prancis ke Indonesia pada akhir Mei lalu menjadi momentum penting.

Dalam kunjungan tersebut, kedua negara menandatangani Letter of Intent (LoI) strategis terkait pengadaan sistem artileri dan amunisi kaliber besar.

“Dalam LoI ini, ada permintaan untuk sistem artileri dan amunisi berkaliber besar. KNDS siap untuk menghubungkan sistem artileri ini ke Indonesia, dan kami juga bersedia menghubungkan perusahaan amunisi berkaliber besar ke Indonesia,” jelasnya.

Melalui langkah ini, kata Thomas, KNDS ingin memberikan kontribusi nyata terhadap target pemerintah Indonesia dalam mencapai kemandirian industri pertahanan.

“Dengan melakukan ini, kami berkontribusi kepada objektif pemerintahan Indonesia untuk menjadi self-sufficient di kedua domain utama,” tutupnya.
(sra)
Advertisement
Tim Editor :
Isra Triansyah
Isra Triansyah
Editor
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Advertisement