Poppy Zeidra Inisiasi Economics 360 Bahas Arah Ekonomi Jabar 8 Persen
Jum'at, 21 November 2025 - 16:17 WIB
Advertisement
TANGERANG - Founder The Economics 360 & Runway Project Indonesia, Poppy Zeidra, membuka ruang dialog lintas pemimpin melalui forum Economics 360° Roundtable Discussions di Bandung, Jawa Barat, untuk membahas strategi percepatan ekonomi Jawa Barat menuju target pertumbuhan 8 persen.
Forum ini mempertemukan pemerintah, lembaga negara, akademisi, perbankan, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan arah pembangunan ekonomi menjelang Indonesia Emas 2045.
Poppy menyampaikan bahwa forum ini dirancang untuk memperkuat penyusunan kebijakan berbasis data, dan mempertemukan berbagai perspektif strategis dalam satu ruang diskusi. Tak hanya Jabar, forum ini akan singgah di berbagai kota dan provinsi di Indonesia, termasuk Tangerang Selatan.
"Economics 360 menjadi wadah bagi pemangku kepentingan untuk menyatukan arah kebijakan dan merumuskan langkah percepatan ekonomi Jawa Barat secara terukur," ujar Poppy di Tangerang Selatan, Jumat (21/11).
Konteks ekonomi Jawa Barat menjadi perhatian utama forum ini. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jabar saat ini berada di sekitar Rp2.823 triliun, dengan target mencapai Rp4.000 triliun dalam lima tahun ke depan.
Upaya ini membutuhkan tambahan investasi sekitar USD18 miliar yang diarahkan pada sektor infrastruktur, energi, industri manufaktur, dan ekonomi digital.
Selain itu, kontribusi UMKM dan koperasi yang mencapai 64 persen terhadap PDRB Jabar turut menjadi fokus pembahasan.
Dari sisi pemerintah daerah, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebelumnya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi daerah.
"Sinergi kebijakan antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha sangat diperlukan untuk mencapai target peningkatan PDRB secara berkelanjutan," ucapnya dalam agenda resmi terkait pembangunan ekonomi Jabar.
The Economics 360 juga memuat pembahasan terkait dinamika global yang memengaruhi ekspor manufaktur Jawa Barat, strategi diversifikasi pasar, serta penguatan ekonomi kreatif dan ekonomi hijau.
Transformasi koperasi modern, integrasi pengawasan lembaga keuangan mikro, hingga peningkatan kapasitas pembiayaan UMKM turut menjadi bagian dari agenda strategis.
Poppy menambahkan bahwa Economics 360 tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga forum kolaborasi berkelanjutan yang menghasilkan rekomendasi kebijakan.
"Forum ini diharapkan menghasilkan rumusan strategis yang dapat memperkuat peran Jawa Barat sebagai motor pertumbuhan menuju Indonesia Emas 2045," tuturnya.
Penyelenggaraan Economics 360 mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dengan Bank BJB sebagai official sponsor, dan TVRI sebagai media partner.
Forum ini mempertemukan pemerintah, lembaga negara, akademisi, perbankan, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan arah pembangunan ekonomi menjelang Indonesia Emas 2045.
Poppy menyampaikan bahwa forum ini dirancang untuk memperkuat penyusunan kebijakan berbasis data, dan mempertemukan berbagai perspektif strategis dalam satu ruang diskusi. Tak hanya Jabar, forum ini akan singgah di berbagai kota dan provinsi di Indonesia, termasuk Tangerang Selatan.
"Economics 360 menjadi wadah bagi pemangku kepentingan untuk menyatukan arah kebijakan dan merumuskan langkah percepatan ekonomi Jawa Barat secara terukur," ujar Poppy di Tangerang Selatan, Jumat (21/11).
Konteks ekonomi Jawa Barat menjadi perhatian utama forum ini. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jabar saat ini berada di sekitar Rp2.823 triliun, dengan target mencapai Rp4.000 triliun dalam lima tahun ke depan.
Upaya ini membutuhkan tambahan investasi sekitar USD18 miliar yang diarahkan pada sektor infrastruktur, energi, industri manufaktur, dan ekonomi digital.
Selain itu, kontribusi UMKM dan koperasi yang mencapai 64 persen terhadap PDRB Jabar turut menjadi fokus pembahasan.
Dari sisi pemerintah daerah, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebelumnya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi daerah.
"Sinergi kebijakan antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha sangat diperlukan untuk mencapai target peningkatan PDRB secara berkelanjutan," ucapnya dalam agenda resmi terkait pembangunan ekonomi Jabar.
The Economics 360 juga memuat pembahasan terkait dinamika global yang memengaruhi ekspor manufaktur Jawa Barat, strategi diversifikasi pasar, serta penguatan ekonomi kreatif dan ekonomi hijau.
Transformasi koperasi modern, integrasi pengawasan lembaga keuangan mikro, hingga peningkatan kapasitas pembiayaan UMKM turut menjadi bagian dari agenda strategis.
Poppy menambahkan bahwa Economics 360 tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga forum kolaborasi berkelanjutan yang menghasilkan rekomendasi kebijakan.
"Forum ini diharapkan menghasilkan rumusan strategis yang dapat memperkuat peran Jawa Barat sebagai motor pertumbuhan menuju Indonesia Emas 2045," tuturnya.
Penyelenggaraan Economics 360 mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dengan Bank BJB sebagai official sponsor, dan TVRI sebagai media partner.
(sra)