Advertisement

The Tribrata Jakarta Hadirkan Lagi Quba Pop-Up Resto, 70 Menu Iftar All You Can Eat dan Live Cooking Atraktif

Rabu, 18 Februari 2026 - 14:21 WIB
Advertisement
JAKARTA - Senja perlahan turun di kawasan Darmawangsa, Jakarta Selatan, ketika lampu-lampu dekoratif mulai menyala di pelataran lantai dua The Tribrata Hotel & Convention Center. Aroma rempah dari live cooking station menu Indonesia, Asia dan Timur Tengah menggoda selera. Semua menyatu dengan alunan musik lembut menyambut tamu yang berdatangan di Aria Ballroom & Terrace untuk menghadiri pembukaan Quba Pop-Up Resto Ramadan 2026 - Your Ramadan Heavenly Flavors.

Restoran all you can eat tersebut kembali hadir dengan skala lebih besar dan konsep tematik bertajuk “Habibi Come to Quba”, menandai delapan tahun penyelenggaraannya sebagai destinasi berbuka puasa premium di Jakarta. Tema ini diterjemahkan dalam lebih dari 70 hidangan iftar yang disajikan dalam format all you can eat.

Ragam menu membentang dari takjil tradisional seperti aneka kolak dan bubur serta aneka es jajanan pasar; hidangan Nusantara seperti nasi liwet solo, soto mi bogor, nasi goreng, soto dan sop, bakwan malang, dan aneka sate; hingga sajian Timur Tengah seperti nasi mandi, martabak mesir, kebuli kambing, nasi kabsah kambing, serta berbagai olahan daging berbumbu rempah. Anda juga bisa memilih japanese teppan, ramen hingga aneka sushi. Pilihan dessert aneka slice cake serta pastry dan minuman dingin melengkapi pengalaman berbuka yang komprehensif.

Di salah satu sudut teras, batender dan barista meracik aneka beverages dari jus segar, kopi, hingga minuman tradisional. Deretan kelapa muda tersusun rapi di rak bawah, sementara jeruk, tebu, dan botol sirup warna-warni memenuhi meja bar berlapis marmer hitam. Bartender menuang kopi panas dari teko kecil ke dalam cangkir mungil, sementara di sisi lain barista memutar sendok di wajan logam berisi bubuk kopi halus—metode khas pembuatan kopi Turki yang dimasak perlahan bersama air dan gula hingga menghasilkan buih tebal. Aroma pekatnya langsung menyeruak, memberi sensasi hangat dan pahit yang kuat.

Seperti teras, area indoor pun dipenuhi stall makanan serta meja-meja panjang yang tertata rapi. Lentera kecil dan lilin menyala di setiap meja tamu, menciptakan atmosfer hangat yang terasa intim sekaligus meriah.

Acara pembukaan digelar pada Senin (16/2/ 2026) sebelum operasionalisasi penuh untuk publik sepanjang Ramadan. Panggung utama Quba Pop Up Resto 2026 tampil megah dengan balutan kain drapery biru muda, biru tua, dan putih yang membentuk kanopi bergelombang di langit-langit, seolah menghadirkan nuansa malam Ramadan yang syahdu. Lampu sorot hangat memantul pada dekorasi bernuansa Timur Tengah—ornamen lengkung ala mihrab, lentera gantung keemasan, pilar bermotif geometris, serta rimbun dedaunan artifisial yang memberi kesan taman oasis.

Di tengah ruangan terbentang karpet bermotif klasik sebagai titik fokus pertunjukan, sementara di belakang panggung para musisi dengan busana hitam beraksen perak yang elegan memainkan musik sufi. Atraksi utama yang mencuri perhatian adalah para penari sufi menari Tanoura, tradisi yang berakar dan berkembang di wilayah Mesir dan Turki.

Dengan rok berlapis warna-warni menyala mereka berputar cepat membentuk lingkaran dinamis. Pendar lampu LED membuat setiap putaran menciptakan efek visual spektakuler di bawah cahaya biru dramatis—membangun atmosfer magis, meriah, sekaligus intim dalam ruang makan eksklusif.

Menjelang waktu berbuka, atraksi live cooking dari Chef Muto di area live station menjadi pusat perhatian. Dia menyajikan ayam bakar saus wijen dan daging bakar saus wijen langsung di hadapan tamu. Koki selebritas itu memainkan peralatan dapur dengan gerakan cepat dan akrobatik—memutar spatula, membalik wajan, hingga mengangkat alat masak tinggi di atas api panggangan. Api sesekali membumbung, memicu tepuk tangan hadirin. Aroma wijen yang dipanggang dan daging yang mengilap oleh saus hangat menyebar memenuhi teras, menjadikan proses memasak sebagai tontonan sekaligus pengalaman sensorik.

General Manager The Tribrata, Ferri Irawan, menekankan, Quba bukan sekadar jamuan makan. “Kami ingin Quba menjadi pengalaman berbuka yang tidak hanya nikmat, tetapi juga menyatukan keluarga, teman, dan komunitas dalam suasana kebersamaan Ramadan,” ujarnya. Setelah memasuki waktu magrib, para tamu bergantian mengambil hidangan, menikmatinya sambil berbincang hangat. Di antaranya tampak mengabadikan momen kebersamaan.

Director of Sales & Marketing The Tribrata, Marina Wirasanti, mengungkapkan, fokus utama Quba 2026 adalah kualitas pengalaman tamu melalui sajian autentik lintas benua. “Melalui aneka kuliner autentik di sini, kami memastikan nilai terbaik bagi setiap tamu,” tuturnya. ”Kami menciptakan atmosfer visual yang imersif melalui dekorasi blue mosque yang artistik,” tambah Head of Brand & Marketing Communications, Ressa Maulani.

Untuk publik, Quba Pop-Up Resto 2026 dijadwalkan beroperasi mulai 18 Februari hingga 18 Maret 2026 setiap pukul 17.00–21.00 WIB. Paket berbuka ditawarkan sekitar Rp368.000 nett per orang. Selain makan di tempat, tersedia pula “The Blissful of Ramadan Package” yang mencakup menginap satu malam di hotel bintang lima Sutasoma, buka puasa di Quba, sahur atau sarapan, serta diskon fasilitas hotel sebagai opsi staycation Ramadan.

Foto-foto: IMG/Armydian Kurniawan
(sra)
Advertisement
Tim Editor :
Isra Triansyah
Isra Triansyah
Editor
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Advertisement