Diklat PIP Angkatan V di Semarang, BPIP Tegaskan Dosen sebagai Penjaga Karakter Pancasila
Selasa, 24 Februari 2026 - 21:28 WIB
Advertisement
SEMARANG – Penguatan ideologi negara bukan lagi sekadar wacana akademis, melainkan faktor kunci keberhasilan transformasi menuju Indonesia Raya di tengah tantangan zaman yang kian tak menentu. Pesan kuat ini menjadi dasar penyelenggaraan “Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) Khusus bagi Dosen Pendidikan Pancasila Angkatan V Tahun 2026” di Semarang, Jawa Tengah, pada 24 hingga 26 Februari 2026, yang merupakan aksi nyata dalam mengokohkan jati diri bangsa di ruang-ruang akademik.
Kepala BPIP, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D., menegaskan bahwa penguatan kapabilitas dosen adalah langkah strategis untuk mengimplementasikan visi “Asta Cita” Presiden dan Wakil Presiden RI, khususnya dalam memperkokoh ideologi Pancasila. Beliau memandang bahwa melalui peran dosen, nilai-nilai luhur dapat ditransmisikan secara sistematis untuk membentuk generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang berakar pada konstitusi.
“Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara serta pandangan hidup bangsa, merupakan ‘meja statis’ yang menyatukan berbagai keragaman yang ada, sekaligus sebagai ‘leitstar dinamis’ atau bintang penuntun bagi arah perjalanan dan perjuangan bangsa yang dinamis, guna mewujudkan Indonesia Raya,” tegas Prof. Yudian dalam pidato pembukaannya di hadapan ratusan akademisi, Selasa (24/2).
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa penyelenggaraan Pendidikan Pancasila dalam jangka panjang akan memberikan dampak signifikan dalam merespons berbagai permasalahan multidimensi bangsa, mulai dari sistem politik hingga lingkungan hidup. Solusi atas problematika tersebut adalah kembali sepenuhnya kepada Pancasila melalui penguatan karakter mahasiswa sebagai pemilik masa depan bangsa.
“Mari kita bergotong royong, mengambil langkah-langkah sistematis, terencana, sinergis dan berkelanjutan untuk menguatkan penyelenggaraan MKWK Pendidikan Pancasila dalam Sistem Pendidikan Nasional, khususnya di jenjang pendidikan tinggi,” ajak Kepala BPIP untuk membangun komitmen kolektif seluruh pemangku kepentingan.
Sejalan dengan visi tersebut, Plt. Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan BPIP, Dr. Adhianti, S.I.P., M.Si., melaporkan bahwa Diklat Angkatan V ini merupakan bagian terintegrasi dari program yang telah menjangkau total 1.000 dosen dari sekitar 437 perguruan tinggi di berbagai wilayah Indonesia. Pelaksanaan kegiatan ini juga secara hukum berpijak pada UU Nomor 12 Tahun 2012 dan PP Nomor 4 Tahun 2022 yang secara eksplisit menempatkan Pancasila sebagai muatan wajib kurikulum.
“Tujuan kegiatan Diklat PIP ini adalah mengkonstruksikan karakter Pancasila dengan meningkatkan aspek pengetahuan, aspek disposisi, serta aspek tindakan, melalui proses penyelenggaraan pemelajaran MKWK Pendidikan Pancasila,” papar Adhianti terkait target kompetensi yang ingin dicapai para peserta.
Ia juga menambahkan bahwa para dosen dibekali dengan materi yang kritis dan inovatif, mulai dari sejarah kelahiran Pancasila hingga sistem ekonomi Pancasila, agar mampu menjawab tantangan lintas generasi. Fokus utamanya adalah transformasi peran dosen agar menjadi teladan praktis dalam menegakkan nilai-nilai ideologi di lingkungan kampus.
“Kedepannya, peserta Diklat PIP mampu menjadi teladan-teladan dalam menegakkan dan menerapkan nilai-nilai Pancasila secara praksis pada pelaksanaan peran masing-masing peserta sebagai Dosen Pendidikan Pancasila,” pungkasnya dalam laporan pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menyambung hal tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, S.E., M.M., memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif BPIP dalam membekali para pendidik untuk menanamkan ideologi negara kepada generasi muda. Ia menilai penguatan nilai Pancasila bagi mahasiswa sangat krusial, mengingat mereka adalah calon pemimpin masa depan yang akan terjun langsung di tengah masyarakat demi menjamin persatuan, kesatuan, serta kondusivitas wilayah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BPIP yang sudah menyelenggarakan kegiatan pelatihan untuk dosen. Bagi kami ini luar biasa, karena ini nanti yang akan disampaikan kepada para mahasiswa dan mereka yang akan menjadi pemimpin-pemimpin bangsa, tentu saja nilai ideologi Pancasila ini harus tertanam di teman-teman kita di mahasiswa, selain jadi pemimpin mereka juga akan terjun di masyarakat. Kami berharap dengan pelatihan ini embrionya akan berkembang menyebar ke seluruh masyarakat khususnya Jawa Tengah. Dan kami sangat membutuhkan ini karena ideologi Pancasila ini tentu saja akan menjamin persatuan kesatuan bangsa, kondusivitas wilayah daerah,” tutur Sumarno memberikan dukungan penuh dari perspektif pemerintah daerah.
Hadir juga unsur Forkompimda Provinsi Jawa Tengah, Rektor Universitas Semarang, Rektor Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Rektor Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman, Rektor Universitas Semarang, Rektor Universitas Stikubank, Rektor Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin). Pengajar Diklat PIP. Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama BPIP, serta perwakilan dari Ditjen Dikti dan LLDIKTI.
Kepala BPIP, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D., menegaskan bahwa penguatan kapabilitas dosen adalah langkah strategis untuk mengimplementasikan visi “Asta Cita” Presiden dan Wakil Presiden RI, khususnya dalam memperkokoh ideologi Pancasila. Beliau memandang bahwa melalui peran dosen, nilai-nilai luhur dapat ditransmisikan secara sistematis untuk membentuk generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang berakar pada konstitusi.
“Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara serta pandangan hidup bangsa, merupakan ‘meja statis’ yang menyatukan berbagai keragaman yang ada, sekaligus sebagai ‘leitstar dinamis’ atau bintang penuntun bagi arah perjalanan dan perjuangan bangsa yang dinamis, guna mewujudkan Indonesia Raya,” tegas Prof. Yudian dalam pidato pembukaannya di hadapan ratusan akademisi, Selasa (24/2).
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa penyelenggaraan Pendidikan Pancasila dalam jangka panjang akan memberikan dampak signifikan dalam merespons berbagai permasalahan multidimensi bangsa, mulai dari sistem politik hingga lingkungan hidup. Solusi atas problematika tersebut adalah kembali sepenuhnya kepada Pancasila melalui penguatan karakter mahasiswa sebagai pemilik masa depan bangsa.
“Mari kita bergotong royong, mengambil langkah-langkah sistematis, terencana, sinergis dan berkelanjutan untuk menguatkan penyelenggaraan MKWK Pendidikan Pancasila dalam Sistem Pendidikan Nasional, khususnya di jenjang pendidikan tinggi,” ajak Kepala BPIP untuk membangun komitmen kolektif seluruh pemangku kepentingan.
Sejalan dengan visi tersebut, Plt. Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan BPIP, Dr. Adhianti, S.I.P., M.Si., melaporkan bahwa Diklat Angkatan V ini merupakan bagian terintegrasi dari program yang telah menjangkau total 1.000 dosen dari sekitar 437 perguruan tinggi di berbagai wilayah Indonesia. Pelaksanaan kegiatan ini juga secara hukum berpijak pada UU Nomor 12 Tahun 2012 dan PP Nomor 4 Tahun 2022 yang secara eksplisit menempatkan Pancasila sebagai muatan wajib kurikulum.
“Tujuan kegiatan Diklat PIP ini adalah mengkonstruksikan karakter Pancasila dengan meningkatkan aspek pengetahuan, aspek disposisi, serta aspek tindakan, melalui proses penyelenggaraan pemelajaran MKWK Pendidikan Pancasila,” papar Adhianti terkait target kompetensi yang ingin dicapai para peserta.
Ia juga menambahkan bahwa para dosen dibekali dengan materi yang kritis dan inovatif, mulai dari sejarah kelahiran Pancasila hingga sistem ekonomi Pancasila, agar mampu menjawab tantangan lintas generasi. Fokus utamanya adalah transformasi peran dosen agar menjadi teladan praktis dalam menegakkan nilai-nilai ideologi di lingkungan kampus.
“Kedepannya, peserta Diklat PIP mampu menjadi teladan-teladan dalam menegakkan dan menerapkan nilai-nilai Pancasila secara praksis pada pelaksanaan peran masing-masing peserta sebagai Dosen Pendidikan Pancasila,” pungkasnya dalam laporan pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menyambung hal tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, S.E., M.M., memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif BPIP dalam membekali para pendidik untuk menanamkan ideologi negara kepada generasi muda. Ia menilai penguatan nilai Pancasila bagi mahasiswa sangat krusial, mengingat mereka adalah calon pemimpin masa depan yang akan terjun langsung di tengah masyarakat demi menjamin persatuan, kesatuan, serta kondusivitas wilayah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BPIP yang sudah menyelenggarakan kegiatan pelatihan untuk dosen. Bagi kami ini luar biasa, karena ini nanti yang akan disampaikan kepada para mahasiswa dan mereka yang akan menjadi pemimpin-pemimpin bangsa, tentu saja nilai ideologi Pancasila ini harus tertanam di teman-teman kita di mahasiswa, selain jadi pemimpin mereka juga akan terjun di masyarakat. Kami berharap dengan pelatihan ini embrionya akan berkembang menyebar ke seluruh masyarakat khususnya Jawa Tengah. Dan kami sangat membutuhkan ini karena ideologi Pancasila ini tentu saja akan menjamin persatuan kesatuan bangsa, kondusivitas wilayah daerah,” tutur Sumarno memberikan dukungan penuh dari perspektif pemerintah daerah.
Hadir juga unsur Forkompimda Provinsi Jawa Tengah, Rektor Universitas Semarang, Rektor Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Rektor Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman, Rektor Universitas Semarang, Rektor Universitas Stikubank, Rektor Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin). Pengajar Diklat PIP. Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama BPIP, serta perwakilan dari Ditjen Dikti dan LLDIKTI.
(sra)