Advertisement

Usai Lebaran, Ini Waktu Tepat Reset Finansial dan Kesehatan

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:57 WIB
Advertisement

JAKARTA, 31 Maret 2026 – PT Asuransi Jiwa Sequis Life mengajak masyarakat untuk melakukan reset finansial dan gaya hidup pasca-Lebaran guna menata kembali prioritas hidup setelah periode konsumtif selama Ramadan dan libur Lebaran. Ajakan ini disampaikan oleh Chief of Human Resources & Corporate Services Sequis Life, Agustina Samara, dalam acara Halalbihalal bertajuk “Better Tomorrow Starts Today: Feel Good, Stay Healthy, Be Protected” yang diselenggarakan bersama media.

Dalam kesempatan tersebut, Sequis Life menghadirkan diskusi mengenai perencanaan keuangan dan kesehatan bersama Faculty Head Sequis Quality Empowerment (STAE) Sequis Life, Yan Ardhianto Handoyo, AWP®, RFP®, serta Spesialis Gizi Klinik RSPI Pondok Indah, dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.G.K. Diskusi ini juga dihadiri oleh Brand Ambassador Sequis Life, Donna Agnesia.

Agustina Samara, yang akrab disapa Tina, menyampaikan bahwa momen pasca-Lebaran merupakan waktu yang tepat untuk merefleksikan dan menata ulang prioritas hidup, mengingat periode ini kerap diwarnai tantangan kesehatan dan tekanan finansial. Ia menekankan bahwa “Feel Good” bukan sekadar suasana hati, melainkan rasa tenang karena kondisi keuangan yang terkendali dan kesehatan yang terjaga sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keluarga.

Menurut Tina, gaya hidup sehat dan disiplin dalam perencanaan keuangan merupakan langkah sederhana namun penting untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik. Kesehatan dan finansial, lanjutnya, harus berjalan beriringan—pola hidup sehat perlu dilengkapi dengan proteksi, sementara proteksi tanpa disiplin finansial tidak akan optimal.

Dari sisi finansial, ketahanan tidak hanya ditentukan oleh besarnya penghasilan, tetapi juga oleh disiplin dalam mengelola arus kas, menyiapkan dana darurat, mengendalikan utang, serta memiliki perlindungan finansial. Pada periode pasca-Lebaran, tekanan keuangan kerap meningkat akibat akumulasi pengeluaran, mulai dari kebutuhan mudik, konsumsi, hingga pemberian hadiah, sehingga diperlukan strategi pemulihan yang terencana.

Yan Ardhianto Handoyo menekankan bahwa pasca-Lebaran merupakan momentum yang tepat untuk melakukan reset finansial melalui langkah-langkah sederhana seperti mengatur arus kas, mengendalikan utang, menyiapkan dana darurat, serta melengkapi perlindungan finansial. Ia juga menyarankan alokasi keuangan ideal, yakni 50–60% untuk kebutuhan rutin, 10–20% untuk tabungan dan dana darurat, serta dilengkapi dengan proteksi seperti asuransi jiwa dan kesehatan sebagai instrumen penting dalam menjaga ketahanan finansial keluarga.

Selain finansial, aspek kesehatan juga perlu mendapat perhatian serius. Perubahan pola makan, jam tidur, dan aktivitas selama Ramadan dan Lebaran dapat berdampak pada kondisi tubuh. Peningkatan konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, seperti kenaikan berat badan, kolesterol, gula darah, dan tekanan darah.

Dr. Juwalita Surapsari menekankan pentingnya prinsip “Know Your Numbers” melalui pemeriksaan kesehatan rutin, seperti tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan indeks massa tubuh. Ia menjelaskan bahwa seseorang dapat terlihat sehat secara fisik, namun belum tentu memiliki indikator kesehatan yang optimal, sehingga deteksi dini melalui pemeriksaan berkala menjadi langkah preventif yang lebih bijak.

Data Profil Kesehatan Indonesia 2025 dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, dan obesitas semakin meningkat pada kelompok usia muda, khususnya usia 16–30 tahun. Kondisi ini dipicu oleh pola konsumsi yang tidak sehat dan rendahnya aktivitas fisik, terutama di era digital. Oleh karena itu, momen pasca-Lebaran dapat dimanfaatkan untuk kembali membangun pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Melengkapi diskusi, Brand Ambassador Sequis Life, Donna Agnesia, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan dan perencanaan finansial di tengah kesibukan. Ia menyampaikan bahwa masa depan yang lebih baik harus dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, seperti rutin berolahraga dan menjaga kesehatan.

Donna juga menambahkan bahwa proteksi merupakan bagian penting dari perencanaan hidup. Asuransi jiwa dan kesehatan menjadi wujud perlindungan dan kepedulian terhadap keluarga, mengingat risiko tidak terduga dapat terjadi kapan saja.

(sra)
Advertisement
Tim Editor :
Isra Triansyah
Isra Triansyah
Editor
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Advertisement