KB Bank Bidik Naik ke KBMI 3, Tambahan Modal Jadi Kunci Ekspansi Bisnis
Kamis, 02 Juli 2026 - 19:13 WIB
Advertisement
PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) masih memprioritaskan penyelesaian agenda transformasi internal sebagai fondasi pertumbuhan bisnis jangka panjang. Di saat yang sama, perseroan juga membuka peluang memperkuat permodalan untuk mendukung rencana naik ke kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 3.
Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie mengatakan, penguatan modal memang menjadi syarat utama agar perseroan dapat meningkatkan kapasitas bisnis, terutama untuk mendorong ekspansi kredit korporasi.
Namun, menurutnya, peningkatan modal harus berjalan beriringan dengan penyempurnaan transformasi yang tengah dilakukan perusahaan.
"Untuk naik kelas ke KBMI 3, yang paling penting adalah tambahan modal. Untuk mengembangkan kredit korporasi dan bisnis lainnya juga membutuhkan modal. Harapan kami bisa segera, mungkin tahun depan," ujar Kunardy di Jakarta, Kamis (2/7).
Hingga kuartal I/2026, modal inti konsolidasi KB Bank tercatat sebesar Rp7,48 triliun. Posisi tersebut masih menempatkan perseroan di kelompok KBMI 2, yakni bank dengan modal inti di atas Rp6 triliun hingga Rp14 triliun. Artinya, KB Bank masih membutuhkan tambahan modal untuk dapat masuk ke kelompok KBMI 3 yang memiliki rentang modal inti Rp14 triliun hingga Rp70 triliun.
Di luar aspek permodalan, Kunardy menegaskan masih terdapat sejumlah agenda transformasi yang harus dituntaskan. Program tersebut mencakup penguatan tata kelola perusahaan (governance), peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penyempurnaan proses bisnis di seluruh lini organisasi agar pertumbuhan bisnis dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Ia juga optimistis pemegang saham pengendali, KB Financial Group (KBFG) asal Korea Selatan, akan tetap mendukung kebutuhan permodalan perseroan. Meski demikian, menurutnya, induk usaha juga ingin melihat hasil nyata dari upaya transformasi yang tengah dijalankan KB Bank.
"Kalau kami memang memerlukan sesuatu, saya yakin mereka akan membantu. Namun, mereka juga ingin melihat kami berusaha terlebih dahulu melakukan perbaikan," jelasnya.
Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie mengatakan, penguatan modal memang menjadi syarat utama agar perseroan dapat meningkatkan kapasitas bisnis, terutama untuk mendorong ekspansi kredit korporasi.
Namun, menurutnya, peningkatan modal harus berjalan beriringan dengan penyempurnaan transformasi yang tengah dilakukan perusahaan.
"Untuk naik kelas ke KBMI 3, yang paling penting adalah tambahan modal. Untuk mengembangkan kredit korporasi dan bisnis lainnya juga membutuhkan modal. Harapan kami bisa segera, mungkin tahun depan," ujar Kunardy di Jakarta, Kamis (2/7).
Hingga kuartal I/2026, modal inti konsolidasi KB Bank tercatat sebesar Rp7,48 triliun. Posisi tersebut masih menempatkan perseroan di kelompok KBMI 2, yakni bank dengan modal inti di atas Rp6 triliun hingga Rp14 triliun. Artinya, KB Bank masih membutuhkan tambahan modal untuk dapat masuk ke kelompok KBMI 3 yang memiliki rentang modal inti Rp14 triliun hingga Rp70 triliun.
Di luar aspek permodalan, Kunardy menegaskan masih terdapat sejumlah agenda transformasi yang harus dituntaskan. Program tersebut mencakup penguatan tata kelola perusahaan (governance), peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penyempurnaan proses bisnis di seluruh lini organisasi agar pertumbuhan bisnis dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Ia juga optimistis pemegang saham pengendali, KB Financial Group (KBFG) asal Korea Selatan, akan tetap mendukung kebutuhan permodalan perseroan. Meski demikian, menurutnya, induk usaha juga ingin melihat hasil nyata dari upaya transformasi yang tengah dijalankan KB Bank.
"Kalau kami memang memerlukan sesuatu, saya yakin mereka akan membantu. Namun, mereka juga ingin melihat kami berusaha terlebih dahulu melakukan perbaikan," jelasnya.
(sra)