Kemeriahan Festival Payung Indonesia 2014
Sabtu, 29 November 2014 - 23:29 WIB
A
A
A
Peserta dari berbagai provinsi seperti Makassar, Padang, Jawa Barat, dan Bali turut memeriahkan "Festival Payung Indonesia 2014" di Taman Balekambang Solo, Jawa Tengah untuk menunjukkan kreatifitas dalam seni festival payung. Festival yang baru pertamakali diadakan di Kota Batik ini diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata bekerjasama dengan Pemerintah Kota Surakarta, Red Batik dan Rumah Karnaval dengan menampilkan sejumlah kegiatan, seperti workshop, melukis payung dan pertunjukan seni payung.
Acara yang digelar selama tiga hari berturut-turut mulai 28-30 November 2014 tersebut untuk menggali manfaat payung yang dapat dijadikan karya seni luar biasa dari berbagai daerah di Indonesia. Keberadaan payung sendiri sudah dikenal di China sejak 3.500 tahun lalu, kemudian menyebar ke berbagai negara Asia seperti Korea, Jepang, Thailand, termasuk Indonesia. Payung juga menjadi simbol status sosial raja yang membedakan dengan rakyatnya.
Kegiatan yang menitikberatkan pada karya seni ini juga diisi dengan berbagai acara lain seperti, pentas gamelan coro balen, Reog Nirboyo Tri Mukti Gunung Kidul, pantomim instalasi payung, kolaborasi fantasi payung Endah Laras dan Red Batik, dan Tari Payung Sanggar Soeryo Soemirat Istana Mangkunegaran.
Elaborasi yang ditampilkan pada festival ini diharapkan menjadi sebuah tradisi sebagai bagian dari kreatifitas seni tari, lukis, dan fesyen serta dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dari berbagai penjuru dunia dan menjadikan peristiwa kultural yang akan berdampak terhadap industri kreatif payung di Indonesia.
Acara yang digelar selama tiga hari berturut-turut mulai 28-30 November 2014 tersebut untuk menggali manfaat payung yang dapat dijadikan karya seni luar biasa dari berbagai daerah di Indonesia. Keberadaan payung sendiri sudah dikenal di China sejak 3.500 tahun lalu, kemudian menyebar ke berbagai negara Asia seperti Korea, Jepang, Thailand, termasuk Indonesia. Payung juga menjadi simbol status sosial raja yang membedakan dengan rakyatnya.
Kegiatan yang menitikberatkan pada karya seni ini juga diisi dengan berbagai acara lain seperti, pentas gamelan coro balen, Reog Nirboyo Tri Mukti Gunung Kidul, pantomim instalasi payung, kolaborasi fantasi payung Endah Laras dan Red Batik, dan Tari Payung Sanggar Soeryo Soemirat Istana Mangkunegaran.
Elaborasi yang ditampilkan pada festival ini diharapkan menjadi sebuah tradisi sebagai bagian dari kreatifitas seni tari, lukis, dan fesyen serta dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dari berbagai penjuru dunia dan menjadikan peristiwa kultural yang akan berdampak terhadap industri kreatif payung di Indonesia.
(ary)