Membahas Fotografi di Angkringan Djeng Sri
Minggu, 26 April 2015 - 00:27 WIB
A
A
A
Angkringan di Surabaya, Jawa Timur laksana jamur di musim hujan. Dari waktu ke waktu keberadaan warung khas Yogyakarta itu terus bertambah. Menekuni bisnis kuliner yang satu ini tak cukup sekadar menawarkan beragam mulai sate usus, sate usus besar, sate ampela, sate kerang dan lainnya. Wedang uwuh yang menjadi minuman khas maupun kopi juga tak bisa dihaturkan begitu saja ke pengunjung.
Diantara sekian banyak angkringan, ada "Djeng Sri", angkringan yang penjaganya tak sekadar mengaduk kopi. Selain menjadi ajang diskusi seni-budaya, sosial dan lainnya, fotografi menjadi salah satu bahasan terfavorit pengunjung angkringan ini. Maklum, di angkringan yang berlokasi di Jalan Semampir AWS ini ada klinik fotografi dari para penjaga angkringan yang juga merupakan profesional bidang fotografi.
Setiap hari, "Djeng Sri" buka hingga dini hari. Khusus malam minggu pengunjung dilayani hingga mendekati subuh.
Diantara sekian banyak angkringan, ada "Djeng Sri", angkringan yang penjaganya tak sekadar mengaduk kopi. Selain menjadi ajang diskusi seni-budaya, sosial dan lainnya, fotografi menjadi salah satu bahasan terfavorit pengunjung angkringan ini. Maklum, di angkringan yang berlokasi di Jalan Semampir AWS ini ada klinik fotografi dari para penjaga angkringan yang juga merupakan profesional bidang fotografi.
Setiap hari, "Djeng Sri" buka hingga dini hari. Khusus malam minggu pengunjung dilayani hingga mendekati subuh.
(ary)