Greenpeace Tolak Pembangunan PLTU Batang
Selasa, 16 Februari 2016 - 12:33 WIB
A
A
A
Aktivis Greenpeace bersama sejumlah warga melakukan aksi damai di belakang kantor Adaro, Jakarta, menuntut Adaro sebagai pemegang saham terbesar dari PT Bhimasena Power Indonesia agar mengembalikan lahan warga yang telah diambil untuk proyek pembangunan PLTU Batang, Jawa Tengah, Selasa (16/02/2016).
Warga Batang menolak menjual lahan mereka karena area yang diusulkan untuk pembangunan PLTU Batang adalah wilayah pertanian produktif untuk petani dan wilayah tangkap ikan bagi nelayan, sehingga jika pembangunan berlanjut akan mengancam kehidupan dan mata pencaharian warga.
Warga Batang menolak menjual lahan mereka karena area yang diusulkan untuk pembangunan PLTU Batang adalah wilayah pertanian produktif untuk petani dan wilayah tangkap ikan bagi nelayan, sehingga jika pembangunan berlanjut akan mengancam kehidupan dan mata pencaharian warga.
(rat)