Pesona Seribu Angklung Pukau Warga Osaka
Senin, 29 Agustus 2016 - 17:56 WIB
A
A
A
Pagelaran Pesona 1000 Angklung Indonesia Week 2016 memukau ribuan warga Osaka, Jepang yang hadir dalam gelaran tersebut, Minggu (29/8/2016). Lantunan lagu demi lagu rakyat Nusantara yang ditampilkan grup musik asal Bandung, Insperto AWI, Arumba Orchestra (Alunan Rumpun Bambu) seperti Bengawan Solo dan Indonesia Tanah Air Beta menambah syahdu suasana sore dengan angin yang bertiup semilir. Penonton pun makin bersemangat saat lagu rakyat Jepang Kojo No Tsuki dan Kokoro Tomo dari Matsumi Isuwa yang populer 1980-an dibawakan dalam pertunjukan.
Irama alunan alat musik bambu tersebut terdengar bagaikan musik Kitaro, instrumentalis Jepang ternama. "Orang Indonesia itu pandai bermain musik ya. Irama musik bambu ini mirip Kitaro," kata Yasuko Matsumoto, seniman Osaka, yang hadir pada puncak acara Indonesia Week 2016 di Umeda Sky Building, Osaka, Jepang, Minggu (29/8/2016). Yasuko bersama seniman yang tergabung dalam Komunitas Lagu-Lagu Kai Osaka, sebuah perkumpulan warga Jepang yang mempelajari budaya Indonesia, datang khusus untuk menikmati alunan musik angklung.
Tak hanya Yasuko, warga Jepang lainnya, Sawamura Hidetoshi (68 tahun) juga sangat menikmati pertunjukan, bahkan ia fasih menyanyikan lagu Bengawan Solo dan Tanah Air Beta. Sudah tiga tahun ini, dirinya bergabung dengan Komunitas Lagu Lagu Kai Osaka. Kehadirannya di acara tersebut untuk melepas rindu dengan negara yang selama ini ia idolakan. "Saya cinta Indonesia. Saya sengaja datang ke sini untuk mengetahui lebih banyak tentang Indonesia tentunya sambil bermain angklung," ujarnya bersemangat.
Selain penampilan pemusik angklung, acara tersebut juga dimeriahkan Tari Pendet dari Bali dan Tari Jaipongan dari Jawa Barat. Selain itu pesta rakyat layaknya 17 Agustusan di Indonesia juga makin menambah marak acara. Indonesia Week Osaka dibuka Menteri Pariwisata Arief Yahya pada 25 Agustus lalu dan ditutup secara resmi oleh Konjen RI Osaka Wisnu Edi Pratignyo.
Irama alunan alat musik bambu tersebut terdengar bagaikan musik Kitaro, instrumentalis Jepang ternama. "Orang Indonesia itu pandai bermain musik ya. Irama musik bambu ini mirip Kitaro," kata Yasuko Matsumoto, seniman Osaka, yang hadir pada puncak acara Indonesia Week 2016 di Umeda Sky Building, Osaka, Jepang, Minggu (29/8/2016). Yasuko bersama seniman yang tergabung dalam Komunitas Lagu-Lagu Kai Osaka, sebuah perkumpulan warga Jepang yang mempelajari budaya Indonesia, datang khusus untuk menikmati alunan musik angklung.
Tak hanya Yasuko, warga Jepang lainnya, Sawamura Hidetoshi (68 tahun) juga sangat menikmati pertunjukan, bahkan ia fasih menyanyikan lagu Bengawan Solo dan Tanah Air Beta. Sudah tiga tahun ini, dirinya bergabung dengan Komunitas Lagu Lagu Kai Osaka. Kehadirannya di acara tersebut untuk melepas rindu dengan negara yang selama ini ia idolakan. "Saya cinta Indonesia. Saya sengaja datang ke sini untuk mengetahui lebih banyak tentang Indonesia tentunya sambil bermain angklung," ujarnya bersemangat.
Selain penampilan pemusik angklung, acara tersebut juga dimeriahkan Tari Pendet dari Bali dan Tari Jaipongan dari Jawa Barat. Selain itu pesta rakyat layaknya 17 Agustusan di Indonesia juga makin menambah marak acara. Indonesia Week Osaka dibuka Menteri Pariwisata Arief Yahya pada 25 Agustus lalu dan ditutup secara resmi oleh Konjen RI Osaka Wisnu Edi Pratignyo.
(ary)