Pacu Jalur, Olahraga Tradisional Riau yang Mendunia
Kamis, 10 Juli 2025 - 18:00 WIB
A
A
A
Pacu Jalur , olahraga tradisional khas Riau, tengah menjadi sorotan dunia. Tradisi balap perahu yang rutin digelar di Sungai Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, ini mendadak viral usai video seorang bocah penari di ujung perahu mengguncang media sosial. Bahkan sejumlah atlet dan klub dunia seperti Neymar, Travis Kelce, hingga tim Formula 1 ikut merespons tren ini dengan gaya khas aura farming ala pacu jalur.
Baca juga: Spesifikasi Fregat Merah Putih, Kapal Perang Tercanggih dengan Senjata Modern
Pacu Jalur bukan sekadar lomba dayung. Ia adalah perpaduan antara olahraga , tradisi, spiritualitas, dan seni pertunjukan yang telah hidup sejak abad ke-17. Tradisi ini berasal dari kebiasaan masyarakat Melayu di pesisir Sungai Kuantan yang menggunakan perahu sebagai alat transportasi dan pengangkut hasil bumi. Kini, pacu jalur berkembang menjadi festival budaya dan olahraga yang sarat makna.
Baca juga: 9 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dimutasi Kapolri Akhir Juni 2025
Sejak 2014, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan pacu jalur sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Perlombaan ini rutin digelar setiap Agustus sebagai bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, meneruskan tradisi dari masa kolonial Belanda yang semula digelar untuk merayakan ulang tahun Ratu Wilhelmina.
Baca juga: Spesifikasi Fregat Merah Putih, Kapal Perang Tercanggih dengan Senjata Modern
Pacu Jalur bukan sekadar lomba dayung. Ia adalah perpaduan antara olahraga , tradisi, spiritualitas, dan seni pertunjukan yang telah hidup sejak abad ke-17. Tradisi ini berasal dari kebiasaan masyarakat Melayu di pesisir Sungai Kuantan yang menggunakan perahu sebagai alat transportasi dan pengangkut hasil bumi. Kini, pacu jalur berkembang menjadi festival budaya dan olahraga yang sarat makna.
Baca juga: 9 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dimutasi Kapolri Akhir Juni 2025
Sejak 2014, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan pacu jalur sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Perlombaan ini rutin digelar setiap Agustus sebagai bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, meneruskan tradisi dari masa kolonial Belanda yang semula digelar untuk merayakan ulang tahun Ratu Wilhelmina.
(puq)