Advertisement

Jepang Uji Coba 4 Hari Kerja untuk Ubah Stigma Negara Pekerja Keras

Sabtu, 31 Agustus 2024 - 17:00 WIB
Advertisement
Jepang, negara yang pekerja kerasnya sampai-sampai memiliki istilah bekerja hingga mati, berupaya mengatasi kekurangan

tenaga kerja yang mengkhawatirkan dengan membujuk lebih banyak orang dan perusahaan untuk mengadopsi empat hari kerja dalam seminggu.

Baca juga: 3 Alasan Jepang Bukan Lagi Negara yang Cinta Damai

Pemerintah Jepang pertama kali menyatakan dukungan untuk minggu kerja yang lebih pendek pada tahun 2021, setelah anggota parlemen mendukung gagasan tersebut.

Baca juga: Menolak Kembali ke Gaza, Puluhan Tentara Israel Diadili

Namun, konsep tersebut lambat diterima; sekitar 8% perusahaan di Jepang mengizinkan karyawannya untuk mengambil cuti tiga hari atau lebih per minggu, sementara 7% memberikan pekerja mereka satu hari libur yang diamanatkan secara hukum, menurut Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan.
(udi)
Advertisement
Tim Editor :
Imamul Masyhudi
Imamul Masyhudi
Editor
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Advertisement