Marwah Piala Dunia 2026 Terancam, 5 Negara Berpotensi Absen
Sabtu, 24 Januari 2026 - 12:31 WIB
Advertisement
Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menghadapi bayang-bayang krisis politik internasional. Turnamen akbar yang seharusnya menjadi pesta sepak bola itu, kini justru terseret ke pusaran ketegangan geopolitik, menyusul arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump. Sejumlah negara mulai gerah dan menyuarakan kemungkinan boikot.
Baca juga: Pembagian Grup FIFA Series 2026: Timnas Indonesia Bentrok Bulgaria
Situasi ini memicu kekhawatiran serius di internal FIFA . Pasalnya, Piala Dunia 2026 akan melibatkan jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah yakni 48 negara—sangan membutuhkan jaminan akses, keamanan, dan netralitas politik. Namun kebijakan luar negeri AS yang agresif dan memberi tekanan ekonomi langsung dinilai berpotensi mengiris semangat tersebut.
Baca juga: Daftar Juara Piala Afrika Sepanjang Sejarah, Mesir Terbanyak!
Salah satu pemicu masalah adalah kebijakan pembatasan visa Amerika Serikat terhadap warga dari sedikitnya 75 negara. Daftar tersebut mencakup negara-negara yang secara realistis berpeluang tampil di Piala Dunia 2026 , seperti Brasil, Uruguay, Maroko, Iran, Senegal, hingga Pantai Gading.
Baca juga: Pembagian Grup FIFA Series 2026: Timnas Indonesia Bentrok Bulgaria
Situasi ini memicu kekhawatiran serius di internal FIFA . Pasalnya, Piala Dunia 2026 akan melibatkan jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah yakni 48 negara—sangan membutuhkan jaminan akses, keamanan, dan netralitas politik. Namun kebijakan luar negeri AS yang agresif dan memberi tekanan ekonomi langsung dinilai berpotensi mengiris semangat tersebut.
Baca juga: Daftar Juara Piala Afrika Sepanjang Sejarah, Mesir Terbanyak!
Salah satu pemicu masalah adalah kebijakan pembatasan visa Amerika Serikat terhadap warga dari sedikitnya 75 negara. Daftar tersebut mencakup negara-negara yang secara realistis berpeluang tampil di Piala Dunia 2026 , seperti Brasil, Uruguay, Maroko, Iran, Senegal, hingga Pantai Gading.
(puq)