Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Selasa, 03 Februari 2026 - 07:00 WIB
Advertisement
Kapal induk kelas Nimitz USS Abraham Lincoln (CVN-72) selama ini dipandang sebagai simbol supremasi maritim Amerika Serikat. Dengan reaktor nuklir, puluhan pesawat tempur, dan sistem pertahanan berlapis, kapal induk kerap disebut sebagai “benteng terapung”.
Baca juga: 7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Namun di balik citra tersebut, para analis militer menegaskan tidak ada sistem senjata yang benar-benar kebal. Di era peperangan modern, kapal induk juga memiliki keterbatasan dan kerentanan struktural yang menjadi perhatian serius Pentagon.
Baca juga: 10 Fakta Greenland, Dulunya Hijau hingga Matahari Tengah Malam
USS Abraham Lincoln memiliki panjang lebih dari 330 meter dan bobot sekitar 100.000 ton. Ukuran ini memberikan kapasitas besar untuk operasi udara, tetapi pada saat yang sama menciptakan tantangan mendasar.
Baca juga: 7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Namun di balik citra tersebut, para analis militer menegaskan tidak ada sistem senjata yang benar-benar kebal. Di era peperangan modern, kapal induk juga memiliki keterbatasan dan kerentanan struktural yang menjadi perhatian serius Pentagon.
Baca juga: 10 Fakta Greenland, Dulunya Hijau hingga Matahari Tengah Malam
USS Abraham Lincoln memiliki panjang lebih dari 330 meter dan bobot sekitar 100.000 ton. Ukuran ini memberikan kapasitas besar untuk operasi udara, tetapi pada saat yang sama menciptakan tantangan mendasar.
(puq)