10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Selasa, 30 Juni 2026 - 15:00 WIB
Advertisement
Harga tujuh unit pesawat pengebom (bomber) B-2 Spirit Amerika Serikat (AS) mencapai Rp262 triliun karena per unitnya USD2,1 miliar (sekitar Rp37,43 triliun). Total hargasemahal ituhampir setara dengan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia yang mencapai Rp268 triliun. Kedengarannya sulit dipercaya. Namun itulah fakta begitu mahalnya bomber B-2, pesawat militer termahal yang pernah dibuat manusia.
Baca juga: 5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Perbandingan tersebut menunjukkan betapa mahalnya teknologi militer modern. Di era saat pesawat tempur bukan lagi sekadar mesin terbang pembawa bom dan rudal, biaya terbesar justru berasal dari radar, sensor, kecerdasan buatan (AI), teknologi siluman (stealth), sistem peperangan elektronik, hingga jaringan komunikasi yang mampu menghubungkan seluruh medan perang secara real time.
Baca juga: 7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
1. B-2 Spirit
Harga: USD2,1 miliar (Rp37,43 triliun)
B-2 Spirit adalah mahakarya teknologi siluman Amerika Serikat. Pesawat pengebom strategis ini mulai dikembangkan pada masa Perang Dingin dengan tujuan mampu menembus jaringan radar Soviet dan menghantam target bernilai tinggi tanpa terdeteksi.
Selengkapnya simak infografis
Baca juga: 5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Perbandingan tersebut menunjukkan betapa mahalnya teknologi militer modern. Di era saat pesawat tempur bukan lagi sekadar mesin terbang pembawa bom dan rudal, biaya terbesar justru berasal dari radar, sensor, kecerdasan buatan (AI), teknologi siluman (stealth), sistem peperangan elektronik, hingga jaringan komunikasi yang mampu menghubungkan seluruh medan perang secara real time.
Baca juga: 7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
1. B-2 Spirit
Harga: USD2,1 miliar (Rp37,43 triliun)
B-2 Spirit adalah mahakarya teknologi siluman Amerika Serikat. Pesawat pengebom strategis ini mulai dikembangkan pada masa Perang Dingin dengan tujuan mampu menembus jaringan radar Soviet dan menghantam target bernilai tinggi tanpa terdeteksi.
Selengkapnya simak infografis
(puq)