Rusia Dilaporkan Kembangkan Sistem Anti Rudal Hipersonik Mutakhir
Selasa, 18 Februari 2020 - 07:00 WIB
A
A
A
Rusia dilaporkan mulai menciptakan rudal udara jarak jauh yang diluncurkan dengan hulu ledak terpisah yang dapat mencegat target berkecepatan tinggi dan bermanuver. Demikian laporan media Rusia mengutip sumber-sumber di kompleks industri militer negara itu.
Para ahli Rusia telah menyelesaikan konsep rudal mutakhir. Kementerian Pertahanan Rusia dilaporkan telah memerintahkan pengembangan sistem rudal intersepsi jarak jauh multi fungsional untuk jet tempur MiG-31 dan yang akan datang MiG-41. Rudal baru ini dilaporkan mampu mencegat proyektil yang bergerak dengan kecepatan hipersonik .
------------------------------------------------------------
BACA JUGA :
MENGETAHUI TIPE PENIPU DI WHATSAPP DAN CARA MENGHINDARINYA
VIRUS CORONA MEMBUAT WARGA SINGAPURA SEMAKIN PANIK
------------------------------------------------------------
Konsep ini dilaporkan menggambarkan di masa depan amunisi berbasis udara berkecepatan tinggi akan mengirimkan unit tempur dengan beberapa rudal udara-ke-udara pada jarak beberapa ratus kilometer. Rudal-rudal itu, kemudian akan terpisah dari roket pembawa dan tidak hanya dapat mengidentifikasi target yang jauh tetapi juga untuk mengenai sasaran itu. Penggunaan sistem anti-hipersonik mutakhir ini diharapkan menjadi bagian dari domain informasi tunggal. Simak Infografis
Para ahli Rusia telah menyelesaikan konsep rudal mutakhir. Kementerian Pertahanan Rusia dilaporkan telah memerintahkan pengembangan sistem rudal intersepsi jarak jauh multi fungsional untuk jet tempur MiG-31 dan yang akan datang MiG-41. Rudal baru ini dilaporkan mampu mencegat proyektil yang bergerak dengan kecepatan hipersonik .
------------------------------------------------------------
BACA JUGA :
MENGETAHUI TIPE PENIPU DI WHATSAPP DAN CARA MENGHINDARINYA
VIRUS CORONA MEMBUAT WARGA SINGAPURA SEMAKIN PANIK
------------------------------------------------------------
Konsep ini dilaporkan menggambarkan di masa depan amunisi berbasis udara berkecepatan tinggi akan mengirimkan unit tempur dengan beberapa rudal udara-ke-udara pada jarak beberapa ratus kilometer. Rudal-rudal itu, kemudian akan terpisah dari roket pembawa dan tidak hanya dapat mengidentifikasi target yang jauh tetapi juga untuk mengenai sasaran itu. Penggunaan sistem anti-hipersonik mutakhir ini diharapkan menjadi bagian dari domain informasi tunggal. Simak Infografis
(mad)