Predator Fetish Kain Jarik Berkedok Penelitian

Sabtu, 01 Agustus 2020 - 10:00 WIB
A A A
Media sosial dihebohkan dengan unggahan akun Twitter @m_fikris di Twitter yang mengaku korban predator fetish kain jarik oleh G seorang mahasiswa Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, di sebutkan pelaku memaksa korban membungkus seluruh tubuhnya dengan kain jarik setelah sebelumnya kaki, tangan, mata serta telinga ditutup menggunakan lakban. Di sebutkan pelaku berdalih hal itu dilakukan untuk melakukan penelitian ilmiah, jika permintaan tak dikabulkan pelaku mengeluarkan ancaman. Saat dikonfirmasi pihak Unair membenarkan jika G adalah salah satu mahasiswanya hanya saja sampai saat ini pihak kampus belum bisa menghubungi yang bersangkutan sehingga belum bisa melakukan komunikasi, pihak kampus juga belum dapat menghubungi pihak orangtua mahasiswa tersebut.

Fetish merupakan keadaan dimana seseorang orang memiliki hasrat setelah melakukan hal-hal tertentu atau melihat objek yang biasanya benda mati atau bagian tubuh selain genital, hasrat tersebut muncul setelah melihat memegang atau melakukan sesuatu.
(gha)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Tim Editor :
default-man
Ghalih Priyo Wichaksono
Jurnalis
Video Terkini
Dugaan Penipuan Hanania...
News
Dugaan Penipuan Hanania Travel Mencuat, Seret Nama Sejumlah Selebritis!
3 hari yang lalu
Israel Rebut Kastil...
News
Israel Rebut Kastil Beaufort di Nabatieh, Situs Bersejarah Strategis Milik Lebanon
3 hari yang lalu
Israel Serang Markas...
News
Israel Serang Markas Komando Hizbullah, Targetkan Lokasi Penyimpanan Senjata
3 hari yang lalu
Jet F-35 AS Pembawa...
News
Jet F-35 AS Pembawa 7 Ton Bom Rontok di Langit Konflik Timur Tengah!
1 minggu yang lalu
KENDALI SELAT HORMUZ!...
News
KENDALI SELAT HORMUZ! Iran Ajak Oman Blokade Pengaruh Militer Asing di Perairan!
1 minggu yang lalu
Iran Rilis Video AI...
News
Iran Rilis Video AI Serangan Rudal ke AS, Gambarkan Kehancuran Total
1 minggu yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com, All Rights Reserved