Tuntut Pengunduran Diri PM Haiti, Ribuan Demonstran Bentrok Dengan Petugas

Selasa, 04 Oktober 2022 - 15:40 WIB
A A A

Kekerasan pecah di Port-au-Prince ketika ribuan warga turun ke jalan menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Haiti Ariel Henry. Akibat kurangnya bahan bakar dan kekerasan meluas, melumpuhkan ibukota selama berminggu-minggu, Warga Haiti menuntut Perdana Menteri mundur.



Awal September, geng kuat Haiti blokir akses ke terminal bahan bakar terbesar di Haiti, mengumumkan mereka tidak akan bergerak sampai Henry mengundurkan diri. Bensin hanya dijual di pasar gelap dengan harga USD 30 atau Rp. 450 ribu per galon.



Kelangkaan dan biaya memaksa rumah sakit, perusahaan air botolan dan layanan utama saat otoritas kesehatan umumkan 8 kasus kolera teridentifikasi. Tingginya biaya hidup telah mendorong banyak orang Haiti ke kemiskinan dan kelaparan.



Haiti semakin tidak stabil sejak 7 Juli 2021 pembunuhan Presiden Jovenel Moïse dengan geng-geng yang semakin kuat karena pemerintahan Henry belum memiliki tanggal untuk pemilihan umum yang dijadwalkan akan diadakan tahun lalu.





Sumber APTN

(nas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Tim Editor :
default-man
Nasrulloh Y.
Jurnalis
Video Terkini
Dugaan Penipuan Hanania...
News
Dugaan Penipuan Hanania Travel Mencuat, Seret Nama Sejumlah Selebritis!
2 hari yang lalu
Israel Rebut Kastil...
News
Israel Rebut Kastil Beaufort di Nabatieh, Situs Bersejarah Strategis Milik Lebanon
3 hari yang lalu
Israel Serang Markas...
News
Israel Serang Markas Komando Hizbullah, Targetkan Lokasi Penyimpanan Senjata
3 hari yang lalu
Jet F-35 AS Pembawa...
News
Jet F-35 AS Pembawa 7 Ton Bom Rontok di Langit Konflik Timur Tengah!
6 hari yang lalu
KENDALI SELAT HORMUZ!...
News
KENDALI SELAT HORMUZ! Iran Ajak Oman Blokade Pengaruh Militer Asing di Perairan!
6 hari yang lalu
Iran Rilis Video AI...
News
Iran Rilis Video AI Serangan Rudal ke AS, Gambarkan Kehancuran Total
6 hari yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com, All Rights Reserved