Mengenal Kain Sasirangan Khas Banjar Kalimantan Selatan
Sabtu, 26 Desember 2020 - 21:15 WIB
A
A
A
Upaya melestarikan dan mengengembangkan kain Sasirangan khas Kalimantan Selatan terus dilakukan. Para pengrajin kain khas tradisional masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan ini terus berkreasi. Salah satunya membuat kain Sasirangan dengan pewarna alami dari tumbuhan. Muhammad Redho, warga Mulawarman Banjarmasin salah satu perajin yang menggunakan pewarna alami.
Kulit buah Jelawi diolah untuk menghasilkan warna hitam. Serbuk kayu Ulin untuk warna merah kecoklatan. Daun Ketapang untuk kuning, buah Ketapang untuk silver dan kulit pohon Bakau untuk merah. Keunggulan dari warna alam ini ramah lingkungan. Pada prosesnya kain harus dicelup lima kali dalam rendaman pewarna.
Kain Sasirangan dijual dari harga 150 ribu hingga 500 ribu rupiah per lembar. Harga juga tergantung bahan dan kerumitan pola atau motif.
Reporter : Denny M Yunus
Kulit buah Jelawi diolah untuk menghasilkan warna hitam. Serbuk kayu Ulin untuk warna merah kecoklatan. Daun Ketapang untuk kuning, buah Ketapang untuk silver dan kulit pohon Bakau untuk merah. Keunggulan dari warna alam ini ramah lingkungan. Pada prosesnya kain harus dicelup lima kali dalam rendaman pewarna.
Kain Sasirangan dijual dari harga 150 ribu hingga 500 ribu rupiah per lembar. Harga juga tergantung bahan dan kerumitan pola atau motif.
Reporter : Denny M Yunus
(wmc)