Belasan Kantong Darah di Nganjuk Mengandung Virus Berbahaya
Kamis, 29 Januari 2015 - 13:38 WIB
A
A
A
Mewabahnya serangan demam berdarah hingga menewaskan 15 anak memaksa Palang Merah Indonesia (PMI) di Jawa Timur bekerja keras menghimpun darah dari masyarakat. Namun sayangnya, tidak semua darah yang dikumpulkan kondisinya baik dan sehat.
Stok darah di Kabupaten Nganjuk saat ini menipis. Golongan darah A kini hanya tinggal 102 kantong, golongan darah B tinggal 125 kantong, golongan darah O tinggal 150 kantong, dan yang paling kritis adalah golongan darah AB yang hanya tinggal 15 kantong.
Untuk itu, PMI setempat melakukan jemput bola dengan gencar menggelar kegiatan donor darah di berbagai instansi. Namun, belasan kantong darah yang diterima PMI setempat ternyata mengandung HIV dan sifilis.
Beruntung, keberadaan darah yang mengandung virus berbahaya tersebut berhasil diketahui sebelum digunakan para penderita demam berdarah. Temuan darah yang mengandung HIV dan sifilis ini juga akan dilaporkan ke PMI Provinsi Jawa Timur agar ditindaklanjuti.
Artikel terkait
Stok darah di Kabupaten Nganjuk saat ini menipis. Golongan darah A kini hanya tinggal 102 kantong, golongan darah B tinggal 125 kantong, golongan darah O tinggal 150 kantong, dan yang paling kritis adalah golongan darah AB yang hanya tinggal 15 kantong.
Untuk itu, PMI setempat melakukan jemput bola dengan gencar menggelar kegiatan donor darah di berbagai instansi. Namun, belasan kantong darah yang diterima PMI setempat ternyata mengandung HIV dan sifilis.
Beruntung, keberadaan darah yang mengandung virus berbahaya tersebut berhasil diketahui sebelum digunakan para penderita demam berdarah. Temuan darah yang mengandung HIV dan sifilis ini juga akan dilaporkan ke PMI Provinsi Jawa Timur agar ditindaklanjuti.
Artikel terkait
Belasan Kantong Darah di Nganjuk Mengandung HIV
(gar)