Wanita Emas Minta Pemerintah...
1/2
Petugas medis memperlihatkan vaksin yang akan disuntikkan ke warga. Foto Okezone / Arif Julianto
Wanita Emas Minta Pemerintah...
2/2
Petugas medis menyuntikkan vaksin ke warga. Foto Okezone / Arif Julianto.
Wanita Emas Minta Pemerintah...
Wanita Emas Minta Pemerintah...

Wanita Emas Minta Pemerintah Jelaskan Efektivitas Vaksin ke Masyarakat

Kamis, 24 Juni 2021 - 14:27 WIB
A A A
Jakarta - Ketua Umum Partai Era Masyarakat Sejahtera (Emas) menyoroti lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah wilayah di Tanah Air. Menurut dia, seharusnya hal ini tak perlu terjadi. Mengingat pandemi virus corona bukan baru dialami Indonesia.

"Indonesia sudah memasuki tahun kedua melewati masa pandemi Covid-19. Yang memprihatinkannya kondisi saat ini tidak jua membaik justru sebulan belakangan kembali memburuk," ujar Hasnaeni, Kamis (24/6).

Menteri Kesehatan dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, pun harus memberikan data yang jelas mengenai penyebaran Covid. Selain yang terintegrasi, Hasnaeni ingin data yang diberikan tak sepotong-sepotong, padah sudah dua kali vaksin. "Seharusnya mata rantai penyebaran virus ini bisa terdeteksi sehingga tidak terjadi penyebaran yang lebih masif," kata dia.

"Seharusnya pusat pengelolaan data dilakukan secara terintegrasi, sehingga data tidak melulu hanya memberikan informasi angka kematian, maupun angka kesembuhan, tapi data ini yang digunakan untuk menghentikan pola persebaran virus ini," imbuh Hasnaeni.

'Wanita Emas', sapaan Hasnaeni, menilai sejauh ini penanganan pandemi di Indonesia khususnya di Jakarta, buruk. Hal ini ia saksikan secara langsung.

Diketahui, beberapa hari lalu Hasnaeni, keluarga dan orang-orang di sekitarnya dinyatakan terpapar corona. Di momen itu ia melihat langsung bagaimana penanganan pasien Covid di rumah sakit (RS).

"Lantas terkait penanganan, saya harus mengatakan betapa buruknya penanganan pasien Covid negeri ini terutama belakangan ini. Seolah nyawa tidak berarti, beberapa orang yang datang ke rumah sakit meminta pertolongan karena terinfeksi, diminta kembali pulang dengan alasan penuh. Apakah tidak ada antisipasi sehingga hal semacam ini bisa terjadi?" jelas Hasnaeni.

Apalagi kini, kata dia muncul pertanyaan masyarakat mengenai efektivitas vaksin. Sebab kendati sudah menerima suntikan vaksin dua kali, tak sedikit masyarakat yang tetap terpapar corona.

Hasnaeni pun meminta pemerintah memberikan penjelasan terhadap fenomena atau pertanyaan yang ada di benak banyak masyarakat ini. Sehingga, tak ada salah pemahaman, yang pada akhirnya membuat masyarakat menjadi resah dan tak lagi patuh terhadap anjuran pemerintah.

"Percuma vaksinasi digaungkan, bahkan masyarakat yang patuh melaksanakan vaksin hingga vaksin kedua pun akhirnya terpapar. Jangan salahkan masyarakat bila akhirnya tidak lagi percaya vaksin. Masyarakat akan berpikir untuk apa vaksin kalau akhirnya juga tetap terpapar," jelasnya.

Hasnaeni pun meminta pemerintah belajar dari negeri tetangga, Singapura, dalam menanggapi pandemi. Karena sejauh ini, negara itu mampu mengatasi persoalan wabah corona dengan sangat baik.

"Fenomena yang terjadi saat ini membuktikan, tidak adanya kesiapan awal mengatasi pandemi ini. Tidak adanya rencana dan strategi yang matang sehingga terkesan baru berpikir setelah banyak nyawa melayang. Meski ini wabah dunia tetapi harusnya kita punya solusi. Kita harus tahu dari mana mata rantainya, dan putuskanlah mata rantai itu," paparnya.

"Saya mewakili masyarakat Indonesia, yang tidak berdaya menghadapi wabah ini, ingin bertanya, kemana kami dapat mengadu? Kemana kami meminta pertolongan dan kemana kami bisa berlindung?," sambung Hasnaeni.
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Tak Cuma Syarat Sertifikat...
Tak Cuma Syarat Sertifikat Vaksin, 'Wanita Emas' Minta Pasien OTG Pakai Barcode
Wanita Emas Saran ke...
'Wanita Emas' Saran ke Pemerintah Agar Karantina Dihapus, Diganti dengan VTL
Jokowi Minta Mafia Karantina...
Jokowi Minta Mafia Karantina Diusut, Ini Masukan 'Wanita Emas'
Pemerintah Lakukan Efisiensi,...
Pemerintah Lakukan Efisiensi, LDII Minta Masyarakat Terapkan Hidup Sederhana
Organda Minta Pemerintah...
Organda Minta Pemerintah Prioritaskan Vaksin Covid-19 untuk Sopir Angkutan Umum
Partai Emas Beri Bantuan...
Partai Emas Beri Bantuan ke Masyarakat yang Tak Mudik
Foto Terkini
PLN, PFI, dan MataWaktu...
PLN, PFI, dan MataWaktu Luncurkan Buku Foto Prahara Pulau Emas
9 menit yang lalu
Mekari Desty Integrasikan...
Mekari Desty Integrasikan Penjualan dan Back-Office dalam Satu Ekosistem
14 menit yang lalu
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di KPK
1 hari yang lalu
Dorong Kepercayaan Diri...
Dorong Kepercayaan Diri Anak Lewat Eksplorasi Bakat
1 hari yang lalu
Morinaga Hadirkan Pengalaman...
Morinaga Hadirkan Pengalaman Lewat Advance Intellegence LAB
1 hari yang lalu
Saat Rompi Pink Tak...
Saat Rompi Pink Tak Menyertai Penahanan Eks Jampidsus Febri Adriansyah
1 hari yang lalu
Foto Terpopuler
Saat Rompi Pink Tak...
Saat Rompi Pink Tak Menyertai Penahanan Eks Jampidsus Febri Adriansyah
Lima Pejabat Tinggi...
Lima Pejabat Tinggi Madya Kejaksaan Agung Dilantik Jaksa Agung ST Burhanuddin
APMI Bersama BPDP Hadirkan...
APMI Bersama BPDP Hadirkan STORY 2026 Ekspedisi Aceh, Dorong Generasi Muda Bersuara untuk Sawit Baik Indonesia
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di KPK
Presiden Prabowo Subianto...
Presiden Prabowo Subianto Hadiri Peringatan Harlah ke-28 PKB
Inovasi Advanced Formulation...
Inovasi Advanced Formulation dan Teknologi EEG Pertama Hadir untuk Dukung Perkembangan Otak Si Kecil