Jokowi Minta Mafia Karantina...
1/2
Ketua Umum Partai Era Masyarakat Sejahtera (Emas) Hasnaeni Wanita Emas (HWE) .
Jokowi Minta Mafia Karantina...
2/2
Ketua Umum Partai Era Masyarakat Sejahtera (Emas) Hasnaeni Wanita Emas (HWE) .
Jokowi Minta Mafia Karantina...
Jokowi Minta Mafia Karantina...

Jokowi Minta Mafia Karantina Diusut, Ini Masukan 'Wanita Emas'

Sabtu, 05 Februari 2022 - 14:23 WIB
A A A
JAKARTA-- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta mafia karantina diusut. Ini dilakukan setelah ia mendapatkan keluhan dari warga negara asing (WNA).

Ketua Umum Partai Era Masyarakat Sejahtera (Emas) Hasnaeni 'Wanita Emas' (HWE) mendukung langkah Jokowi ini. "Bapak Presiden sudah meminta mafia karantina diusut di bandara, itu sudah sangat baik," kata Hasnaeni, Sabtu (5/2), dalam keterangannya.

Hasnaeni menyarankan karantina sebaiknya dilakukan secara mandiri. Sebab menurut dia karantina di hotel cenderung merugikan. Salah satunya akibat harga hotel yang dinilai tergolong lebih mahal dari harga normal.

"Karantina di hotel itu tidak masuk akal. Kalau orang yang punya uang bisa karantina di hotel, hotel mewah. Lalu yang tidak punya uang karantina di Wisma Atlet sampai antrean banyak sekali di bandara," ujarnya.

Hasnaeni berharap agar karantina cukup dilakukan di rumah masing-masing. Sehingga perawatan lebih optimal dan tak merugikan masyarakat secara ekonomi. "Kalau tidak ada karantina di hotel, maka hotel-hotel itu tidak laku. Apakah itu bukan bisnis. Ini masukan kepada pemerintah. Apa artinya sebuah karantina jika tidak diawasi dengan tepat dengan baik," papar Hasnaeni.

"Sedangkan harga hotel bagi yang mampu, yang punya uang, itu bukan harga hotel yang seharusnya. Misalnya harga kamar yang seharusnya Rp500 ribu, itu jadi Rp1 juta. Ini masukan buat Bapak Presiden Jokowi dan Bapak Luhut Pandjaitan," sambungnya.

Selain itu, masyarakat Indonesia yang datang dari luar negeri, menurut dia sebaiknya cukup dites PCR saja. Tak perlu harus melakukan karantina, terlebih jika hasilnya negatif Covid. Tes ini dilakukan saat warga negara Indonesia (WNI) berangkat dan sampai ke Tanah Air.

"Kalau negatif boleh pergi dong, tidak perlu karantina. Kalau harus karantina karena menunggu masa inkubasi, karantina mandiri di rumah. Yang penting jelas alamat dan tempat tinggal dimana. Itu yang perlu dikontrol oleh pemerintah," tuturnya.

Sementara bagi warga negara asing (WNA), kata Hasnaeni, diperbolehkan masuk ke Indonesia dengan syarat mengantongi kepemilikan asuransi.

"Seperti Singapura, WNA selama memiliki asuransi dia boleh masuk. Itu tidak membebani pemerintah ketika dia sakit atau Covid misalnya," tandas Hasnaeni.
(sra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Anda punya koleksi foto jalan-jalan yang keren, liburan tak terlupakan, atau foto indah penuh makna?
Kirim foto-foto Anda untuk tampil di Galerimu Unggah Foto
Foto Terkait
Wanita Emas Duga Hotel...
'Wanita Emas' Duga Hotel Terlibat Mafia Karantina
Wanita Emas Saran ke...
'Wanita Emas' Saran ke Pemerintah Agar Karantina Dihapus, Diganti dengan VTL
Wanita Emas Minta Pemerintah...
Wanita Emas Minta Pemerintah Jelaskan Efektivitas Vaksin ke Masyarakat
Tak Cuma Syarat Sertifikat...
Tak Cuma Syarat Sertifikat Vaksin, 'Wanita Emas' Minta Pasien OTG Pakai Barcode
Wacana Jokowi Tiga Periode,...
Wacana Jokowi Tiga Periode, Wanita Emas: Lebih Baik Beri Masukan Positif
Emak-emak di Mataram...
Emak-emak di Mataram Minta Firli Bongkar Mafia Beras
Foto Terkini
Potret Kebersamaan Satgas...
Potret Kebersamaan Satgas TMMD Bersama Warga Desa Watuduwur
9 jam yang lalu
Safrizal ZA: Gerakan...
Safrizal ZA: Gerakan Indonesia ASRI Harus Menjadi Budaya, Dimulai dari Aksi Nyata Menjaga Lingkungan
9 jam yang lalu
KPK Tahan Bupati Lombok...
KPK Tahan Bupati Lombok Barat Terkait Dugaan Suap dan Gratifikasi
13 jam yang lalu
Evaluasi Program MBG,...
Evaluasi Program MBG, BGN Ganti Lima Pejabat
13 jam yang lalu
Hari Anak Nasional 2026,...
Hari Anak Nasional 2026, Menteri PPPA Ajak Perkuat Perlindungan Anak
13 jam yang lalu
Paripurna DPR Bahas...
Paripurna DPR Bahas dan Setujui RUU Pusat Finansial Internasional Indonesia
13 jam yang lalu
Foto Terpopuler
Mengunjungi Pameran...
Mengunjungi Pameran Jakarta Provoke 2026 di Taman Menteng
Potret Aksi Dukung Pemkot...
Potret Aksi Dukung Pemkot Palembang Tolak LGBT
Parade Kebaya Pecahkan...
Parade Kebaya Pecahkan Rekor MURI
Perusahaan Tiongkok...
Perusahaan Tiongkok Perkuat SDM Jaga Investasi di Indonesia
Rapat Pleno KPU Tetapkan...
Rapat Pleno KPU Tetapkan 214,35 Juta Pemilih pada PDPB Semester I 2026
Komisi XI DPR dan Pemerintah...
Komisi XI DPR dan Pemerintah Sepakati RUU PFII Dibawa ke Paripurna